Ibu-Ibu PKK Gunung Kijang

Hei!!! Kali ini saya ingin bercerita tentang ibu-ibu PKK di Kecamatan Gunung Kijang. Ah, saya tidak menyangka akan berperan seperti seorang wartawan infotaiment yang baru saja mendapat hot issues. Dan semua kejadian di Jumat siang ini berawal dari ajakan yang agak memberatkan dari Mastori. Dia meminta saya untuk menemaninya bertemu dengan ibu-ibu PKK Kecamatan Gunung Kijang, utamanya Bu Camat, Bu Dewi namanya dan staf ahlinya, Bu Cory. Tapi sebelumnya, apakah ada yang tahu, apa kepanjangan dari PKK. Ah, sebuah pertanyaan yang ternyata sulit dijawab oleh sebagian besar teman-teman KKN saya sendiri. mungkin karena istilah PKK hanya sering kita dengar, tanpa pernah dipahami, jadi banyak yang tidak tahu. Ah, kalau kata Bu Cory sih PKK itu singkatan dari Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga. Semoga benar teman!

Inilah kali pertamanya saya berinteraksi dan bergaul dengan ibu-ibu PKK teman. Dan untuk pertama kalinya pula, saya malah mendapat sesuatu yang sangat menarik teman. Kita malah banyak bercakap tentang banyak hal sambil lunch[1] dengan Mie Goreng Special dan Teh Obeng di kantin yang berada di belakang kantor kecamatan. Ah, bersama Bu Dewi dan Bu Cory, ternyata ada pula isterinya Pak Amirudin, Bu Wati namanya. Jadilah tiga serangkai ini pentolan ibu-ibu PKK Kecamatan Gunung Kijang. Ah, saya tidak menyangka kalau mereka bertiga memiliki cerita yang unik dan menarik. Saya dan Mastori pun sungguh beruntung karena mendapatkan cerita seru dan pengalaman berharga dari mereka.

Cerita pertama adalah dari Bu Dewi. Ah, saya tidak menyangka kalau Camat Gunung Kijang sudah menjalin cinta dengan Bu Dewi sejak SMA. Mereka pacaran diam-diam karena Bu Dewi tidak ingin hubungannya dengan Pak Hasan diketahui publik. Ah, bahkan ketika Pak Hasan menuliskan surat cinta untuk Bu Dewi (begitu romantis dan klasik teman), temannya Bu Dewi malah membacakan surat itu dihadapan semua orang. Ah, tapi memang keteguhan hati dan kerja kerasnya Pak Hasan kala itu ternyata mampu meluluh lantakan hati Bu Dewi. Saya dan Mastori pun dapat beberapa ilmu aplikatif dari kisah itu teman. Mulai dari pendekatan terhadap orang tua pasangan (main catur, bawa makanan hingga turut menyukai apa yang orang tuanya senangi) dan tentunya tetap bersifat ikhlas, jujur dan tidak mengenal gengsi selama yang dilakukan itu halal. Dan karier Pak Hasan mulai dari berjualan kerupuk dan menjadi buruh cuci untuk biaya sekolah, lalu menjadi tukang urus visa dan paspor di kecamatan, kemudian sekretaris camat, hingga akhirnya menjadi camat, telah dilalui dengan mengharubiru teman.

Cerita kedua adalah tentang Bu Cory yang ternyata sungguh ramah dan bersahabat. Staf ahli pertama Bu Camat ini memang terkenal pandai dan cerdas, meski tidak pernah menduduki bangku kuliah. Beliau bahkan menjadi pekerja freelanch di Singapura. Ah, hobinya memasak kini telah menjadi mata pencaharian yang dapat diandalkan teman, karena jelas, bayarannya adalah dollar Singapura. Luar biasa teman ibu yang satu ini. Kita pun salut dibuatnya.

Cerita ketiga adalah tentang berbagai prestasi yang membanggakan dari Kecamatan Gunung Kijang ini. Ah, Kecamatan Gunung Kijang sungguh dapat diandalkan teman. Meski sering diberitahu dadakan dan mendesak. Bu Dewi dan kedua staf ahlinya, Bu Cory dan Bu Wati selalu dapat menyelesaikan tugas-tugas tersebut. Ah, luar biasa memang mereka. Ibu-ibu PKK yang menakjubkan.

Hei!!! Kita pun baru mengetahui teman. Lunch yang kita nikmati saat acara pelepasan KKN di Ruang Serba Guna kecamatan adalah lunch dadakan yang dapat diselesaikan dengan sempurna oleh Bu Dewi, Bu Cory dan Bu Wati. Dan kala itu, kita hanya bisa menikmatinya saja teman, tanpa pernah memikirkan jauh ke depan. Ah, two thumb’s up  untuk ibu-ibu PKK Gunung Kijang.


[1] Lunch : Makan siang

About these ads

9 thoughts on “Ibu-Ibu PKK Gunung Kijang

  1. Dan di tulisan ini sangat banyak kata ‘ah’…=____=

    emang lagi ngapain sih kak, ke ibu2 PKK?

    Itu ‘freelanch’ apa sih kak? atau maksudnya ‘freelance’ :)

    Kak, kok serem banget sih minum teh pake obeng..? :D

    • iya juga yak! banyak banget ah-nya, hahaha
      -ini lagi mo ngebahas program KKN feat. Ibu-Ibu PKK (dan jadilah acara pelatihan mengolah barang bekas menjadi hiasan =)
      *freelance maksud saya =(
      *teh obeng itu klo gak salah istilah untuk es teh bos, ato teh yg make gula y? hahaha, lupa saya >_<

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s