Tata Cara Memilih Jodoh dalam Islam*

*nih judul kayaknya formal banget yah ^_^

Dulu aa pernah bertanya ‘Jar, bagaimana ceritanya mamah dan papah bisa ketemu dan berjodoh. Dan aa agak lupa bagaimana awal mulanya. Tapi yang pasti mamah dan papah bertemunya di Jakarta, bukan di Kuningan. Dan katanya mamah sih, yang nembak duluan adalah papah. Hahaha, romantisme yang membingungkan ‘Jar.

http://poligamicentral.multiply.com/journal/item/2

it’s a part of ikhtiar =D

Perihal cinta memang membingungkan ‘Jar. Klo kebanyakan orang pada umumnya mengenal istilah pacaran untuk saling mengenal satu sama lain terlebih dahulu. PDKT lah, ‘nembak’ lah, ngapel tiap malam minggu lah. Yah, sebuah hubungan yang menurut gw membingungkan, karena sekalipun gw belum pernah pacaran. Pacaran? Gw pribadi gak sepakat dengan tradisi itu.

Nah, kemudian ada lagi istilahnya ta’aruf. Simpelnya, seperti yang dilakukan Fahri dalam Ayat-Ayat Cinta, Azzam dalam Ketika Cinta Bertasbih atau Syamsul di Dalam Mihrab Cinta. Mereka gak mengenal istilah pacaran. Mereka serius ingin menikah dan membentuk keluarga yang sakinah, mawahdah wa rahmah. Maka mereka meminta kepada walinya untuk ta’aruf, atau perkenalan lebih dalam dengan ditemani muhrimnya masing-masing atau guru ngajinya. Mungkin seperti interview kali yah. Kemudian jika memang ada kesamaan prinsip, biasanya yah tidak pakai lama, si ikhwan akan mengkhitbah si akhwat, kemudian nantinya akad nikah dan walimatur ursy deh. Hmm, gw sendiri baru paham ada tuntunan syariah yang seperti ini pas kuliah di Jogja. Cukup menarik teman.

Lalu sebelum melangkah ke ta’aruf, ada beberapa hal yang katanya perlu diperhatikan. Hmm, secara gw belum menggenapkan dien, maka yang gw posting ini adalah berdasarkan pengalaman para senior yang lebih dulu menggenapkan dien. Dan inilah beberapa hal yang perlu diperhatikan tersebut :

1. Memilih Jodoh
Sederhana prinsipnya. Klo ikhwan dalam memilih akhwat, tuntunannya ada empat, agamanya, keturunannya, kekayaannya dan kecantikannya. Rasulullah SAW menganjurkan agar ikhwan memilih akhwat adalah karena baik agamanya. Udah itu aja rumus sederhananya. Nah, baik agamanya itu seperti apa, temen-temen insyaallah lebih pahamlah.

Lalu klo akhwat, sepengetahuan gw, jika ada seorang ikhwan yang shaleh memintanya untuk menikah, maka tiada alasan bagi si akhwat untuk menolak permintaan tersebut. Nah, ikhwan yang shaleh itu seperti apa, gw pikir temen-temen akhwat lebih kompeten untuk menilainya.

2. Caranya?
Kemudian teknisnya. Biasanya di kalangan ikhwah, ikhwan dan akhwat ketika sudah siap untuk berumah tangga akan meminta tolong kepada guru ngajinya untuk segera diproses pernikahannya. Mereka akan menyerahkan biodata (proposal) yang menurut gw ada dua jenis. Satu proposal bermerk alias ada permintaan untuk dapat diproses dengan si A karena pertimbangan ini dan itu. Hmm, proposal ini ada plus dan minusnya. Manusiawi juga gw pikir, kecenderungan atau ketertarikan pasti ada bukan? Hanya bagaimana cara menyampaikannya saja yang harus elegan. Gw pribadi berpendapat gak gentle klo seorang cowok hanya nembak cewek untuk dijadikan pacar. Klo emang serius, yah ta’aruf, khitbah dan akad. Nah, hanya dibeberapa ikhwah yang mungkin tingkat keshalehannya di atas rata-rata, menyebut nama itu adalah sesuatu hal yang tabu. Jadi sebutkan saja kriteria-kriterianya. Sisanya biar diserahkan kepada pihak yang berwenang. Hmm, subhanallah. Dua jenis proposal ini biar temen2 pilih yang mana baiknya, karena gw pikir keduanya baik2 aja, insyaallah.

Lalu selain melalui guru ngaji. Biasanya di beberapa daerah memang sudah ada lembaga yang mengurus perihal ini, sebut saja BKKBS di Jogja, atau LPK di Banjarmasin. Nah, jadi klo memang sudah siap, proposalnya langung saja diserahkan ke lembaga ini. Trus berdoa deh =D

Kemudian cara lain yang dapat ditempuh adalah melalui orang kepercayaan atau langsung menghadap orang tuanya. Ini pun gw pikir gak masalah asal dikomunikasikan terlebih dahulu kepada pembina-nya masing-masing. Dan yang pentig juga, jangan sampai terjadi komunikasi intens tanpa melibatkan pihak ketiga. Apa pasal? Pertimbangannya adalah untuk menjaga hati kedua belah pihak.

Nah, mungkin baru dua hal ini yang bisa gw sharing-kan. Lain waktu mungkin bisa gw sambung. Semoga aja ada manfaatnya buat sidang pembaca dan penulisnya sendiri. Trus klo ada yang benar, itu datangnya hanya dari Allah, klo ada yang salah, pasti datengnya dari gw (afwan jiddan). Akhir kata, love will find you if you try =D

Bun Yamin II, 24 Mei 2011
Tidak ada maksud apa2 teman, sungguh ^__^

 

 

 

About these ads

22 thoughts on “Tata Cara Memilih Jodoh dalam Islam*

    • langsung ngomong ke walinya juga gak apa2 juga sih bos, proposal yang berisi biodata dan visi misi hidup kan hanya sebagai sarana untuk saling mengenal aja, jadi hukumnya juga gak wajib (dalam artian jika tidak dikerjakan berdosa)…

      ato wawan ada tanggapan lain? monggo dishare dimari ^_^

  1. saya bingung dengan keadaan saya yg skrg,, sya mmg tidak pcran ma ikhwan, tapi kami sering tlpnn smsn, dikarenakan jarak memisahkan kami berdua,,dia di jakarta saya di palembang, tetapi dia berniat untk menikahi saya,,bagaiman dengan cara pndktan kami ni, apkah haram,,atau gimana, terus tlg beri solusi bagaimana langkah saya slnjtny buat melnjtkn hubungan nie,mksh atas jwabnny

    • Assalamualaikum wr wb
      Ba’da shalawat dan tahmid

      Mencoba menjawab pertanyaan ant di blog sy, memang ada baiknya ant bertanya langsung kepada si ikhwan, “Kapan akan melamar sy?”

      Saran sy, ant harus pastiin kapan waktunya itu. Klo emang si ikhwan gentle, dia pasti akan ngasih jawaban berupa tanggal yg pasti.

      Nah, klo udah ada tanggalnya kan ant lebih enak tuh. Jadi ant udah ada kepastian dan kejelasan status. Dan saran sy sih jangan kelamaan, asli, sebulan itu udah waktu yg amat sangat lama, dan juga rawan atas hal2 yg gak penting lainnya.

      Trus klo ternyata ikhwannya gak berani ngasih tanggal? Hmm, langsung berdoa lagi sama Allah. Mengadu, curcol, yakin deh klo Allah akan memberi jawaban yg lebih baik dari jawaban si ikhwan dan jawaban sy ini.

      Oiya, jangan lupa jg ngobrol ama ortu terkait masalah ini, karena merekalah wali ant. Bismillah, klo qt ada niat baik, pasti Allah mudahkan dan lancarkan. Tp klo ternyata, harapan qt gak sesuai dengan yg Allah berikan, yakin aja bos, yakin klo Allah selalu ngasih yang terbaik.

      Semoga bermanfaat. Klo ada yg salah datengnya dari saya, klo ada yg bener, datengnya dari Allah. Wish u all the best :D

  2. Saya mau tanya,. sebelum melakukan ta’aruf, apa seorang ikhwan perlu berkonsultasi juga dgn ortunya atau cukup kpd gurunya saja? Sebab ada ikhwan yg tdk jadi melamar krn tdk direstui org tuanya, padahal sudah melakukan ta’aruf. Sang akhwat mungkin sangat sedih. Mohon jawabannya. Thank u..

    • klo menurut sy sih sebaiknya konsultasi juga sama ortu =D
      jadi lebih enak nantinya ^_^

      yah, intinya sih komunikasi aja mb; sama orang tua, sama guru ngaji, juga sama Allah n_n

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s