#DiaryBanker23 : FINAL ANSWER

Hari itu Selasa, tepat ketika dalam perjalanan pulang OTS menuju kantor. Ada rekan seperjuangan di BJB me-WA :

“Nji, udah cek sheco? Ada dana ke rekening SimSem? Sepertinya Insentif FL-nya BJB udah cair.”

FA

taken from google

Alhamdulillah. What a final answer! Jawaban atas sebuah penantian panjang akhirnya hadir. Setelah beberapa hari sebelumnya para AO mendapatkan bonusnya, kali ini unit pun mendapatkan reward atas prestasinya. Dan dengan kondisi yang kurang diuntungkan sepanjang tahun 2017, maka ini adalah sebuah rezeki tersendiri bagi para SFH se-Indonesia Raya, terlepas dari seperti apa nanti gona-gininya di cabang masing-masing. Continue reading

Advertisements

#DiaryBanker22 : GIANT FROM BANJAR!

Awal 2018. Satu minggu terakhir ini gw berkutat dengan pembuatan PKPP. Semacam penilaian atas kinerja di tahun 2017. Ibarat bagi raport pas jaman sekolah, gw selaku supervisor harus mengisi raport analis-analis gw termasuk raport gw sendiri. Dan karena hasil akhir di 2017 yang belum optimal, tentu nilai raport yang terisi, wabil khusus punya gw, akan tidak optimal juga. Baik saja sudah keajaiban. Kalau cukup, Insya Allah sih sudah di tangan. Bagaimana dengan para analis gw? Variatif. Mulai dari kurang, hingga memuaskan.

r

taken from google

Jika awal 2017 gw bisa mengisi PKPP dengan hati yang teramat lapang karena nilai memuaskan sudah di tangan. Maka kali ini, agar bisa dapat baik aja harus setengah mati membuat pledoi alias pembelaan. Adjustment (penyesuaian) target dan realisasi yang ada. Menyusun dan merangkai nota keberatan dan keinginan. Hingga beberapa versi PKPP gw buat. PKPP Versi 5.0 itu yang terbaru. Lengkap dengan dua halaman tambahan penjelasan mengapa nilai gw masih bisa di-up grade menjadi baik. Kalau kata orang Jawa, mesake’, atau bahasa gw, ngenes! Continue reading

SECANGKIR KOPI KAPAL API UNTUK SEMANGAT INDONESIA

Beberapa tahun terakhir ini, kopi menjadi salah satu minuman yang menjadi hits di Indonesia. Entah apa penyebab utamanya? Iseng-iseng saya bertanya kepada teman di kantor yang seorang penikmat kopi tentang fenomena ini, jawabnya simple, karena filosofi kopi.

Yah, secara tidak langsung novel karya Dee yang kemudian di-film-kan ini telah membuat kopi menjadi booming, khususnya di kota-kota besar, lebih spesifik lagi di kalangan anak muda Generasi Y. Belum lagi kedai kopi yang banyak bermunculan dengan segala daya tariknya, variasi rasa, harga dan tentu saja tampilan suasana yang instagramable dan pathable. Nongkrong di kedai kopi apapun merk-nya, akhirnya menjadi suatu momentum yang perlu diabadikan di sosial media, apapun obrolan yang dibahas dan dengan siapa, itu lain persoalan. Ngopi pada akhirnya menjadi sesuatu yang sangat kekinian di zaman now. Continue reading

#DiaryBanker21 : TROFEO

Finally, jadwal pelatihan untuk SME se-Indonesia Raya Jilid II muncul juga. Mulai dari tanggal 15-17 November 2017 di Surabaya. Rencana awalnya adalah minggu pertama November, tapi karena satu dan lain hal, jadwal pun bergeser. Dan dari semua rencana, bukankah rencana Allah adalah rencana terbaik. Termasuk jadwal pelatihan kali ini. Masya Allah. Alhamdulillah.

taken from google

taken from google

Kenapa akhirnya gw sangat mensyukuri jadwal pelatihan kali ini? Jawabnya adalah karena gw memiliki kepentingan di waktu dan tempat yang tidak jauh berbeda dengan jadwal pelatihan kali ini. Pasalnya, tanggal 18 November 2017 akan berlangsung Trofeo SPLAS FC di Stadion Moch. Soebroto Magelang. Nah, apa itu SPLAS FC. Jadi singkatnya, SPLAS FC adalah komunitas Fun Football yang awalnya berasal dari para alumni eskul Sepakbola SMA 14 Jakarta (disingkat SPLAS). SPLAS FC kemudian membesar hingga anggotanya tidak terbatas alumni SMA 14, tapi juga terbuka untuk umum yang hobi maen sepakbola lapangan besar. Selain latihan rutin setiap ahad pagi di Mabes TNI, ada juga turnamen internal yang rutin diselenggarakan untuk para anggotanya. Dan kali ini, pengurus SPLAS FC menggandeng The Boxing Day (TBD) untuk meng-create Football Tour ke Magelang. Setelah sebelumnya mencicipi Stadion Si Jalak Harupat dan Maleber Sport Centre. What a great event I think!

Bagi gw yang sekarang berdomisili di Banjarmasin, Continue reading

#Diary20 : November Rain

Genap setahun dari postingan gw sebelumnya yang bertajuk November Juara. Kali ini November gw sungguh mengharu biru. Hujan badai. Gundah gulana. Dan selisih sebulan dari Green Day yang bersenandung tentang hujan di September, sepertinya gw masih belum terbangun meskipun sekarang sudah masuk pertengahan November.

“Wakeme up, when September ends…”

taken from google

taken from google

November kali ini memang jauh lebih menantang. Tantangan itu sebenarnya sudah bisa gw prediksi sejak kita masuk trimester keempat 2017, mulai dari Oktober s.d sekarang. Posisi target lepas September sudah memasuki masa kritis. Antisipasi gw kurang cepat. Mungkin faktor internal cash flow cukup mempengaruhi mental berjuang gw. Belum lagi faktor eksternal yang dirasakan hampir semua supervisor SME se-Indonenesia Raya, membuat perjuangan kita hingga saat ini terasa biasa saja, nihil apresiasi. Seperti terlupakan.

Sejak awal tahun gw udah sadar, target kali ini memang jauh lebih menantang dibanding tahun sebelumnya. Belum lagi SDM di unit gw yang mengalami perombakan massal nyaris di sepanjang tahun. Challenging banget. Ujian yang bisa gak bisa gw hindari dan harus gw hadapi sebagai prajurit. Itulah amanahnya, dan tugas gw adalah berusaha sebaik mungkin untuk menuntaskan amanah tersebut. Continue reading

#Diary Banker19 : PERJUANGAN

Akhir kamis di Agutus 2017. Masih banyak misi yang belum terselesaikan. Belum tuntas sempurna. Dan hari inilah puncak dari perjuangan itu. End of month.

p

taken from google

Tapi jauh sebelum itu, banyak hal yang gw lewati di Agustus ini. Pertama, Hasanah Olimpic 2017. Menjadi kontingen paling senior dari Banjarmasin. Ikut cabang Mini Soccer bersama Tim WTI 1. Untuk kali pertama dan paling berkesan sedunia. Match pertama belum genap sebabak, kaki kiri sudah terluka parah. Terlalu bersemangat. Sliding tackle yang tidak sempurna. Berujung pada hasil akhir kekalahan 0-3 atas WJP. Berlanjut ke match kedua, sempat tertinggal 0-2, lalu mengejar 1-2 hingga akhirnya Knock Out 1-3 atas WJB. Gugur sudah Tim WTI 1 meski menyisakan satu pertandingan versus KP 2. Apapun hasil akhirnya, tidak akan merubah apa-apa. Dan Alhamdulillah, rekor tercipta di cabang Mini Soccer, WTI 1 unggul telak 10 gol tanpa balas atas KP 2 di pertandingan yang berlangsung tengah hari, saat matahari berada di puncak Lapangan Simprug Pertamina. Setidaknya kita mendapatkan pengalaman berharga, tahun depan sepertinya lebih baik diadakan futsal saja yang sudah lebih familier. Hehehe. Continue reading

#DiaryBanker18 : THE ART OF FINANCE

Sudah memasuki Agustus, bulan dimana gaung kemerdekaan RI menggema dimana-mana. Meski pada kenyataannya, gw pribadi masih belum merasakan kemerdekaan sepenuhnya, apalagi kemerdekaan finansial. Sepertinya selama gw masih berada di unit financing maka selama itu pula perjuangan gw untuk bisa merdeka seutuhnya bakal terus berlanjut. Semoga dua tahun lagi gw bisa merayakan kemerdekaan finansial sesuai dengan proyeksi cashflow yang sudah gw buat. Aamiin.

Berlanjut tentang finance atau dalam bahasa sederhananya adalah pembiayaan, maka hanya ada dua kemungkinan yang akan terjadi setelah pembiayaan itu cair. Lancar atau macet. Itu yang harus dipahami diawal. Kita gak bisa memilih selain dari kemungkinan itu. Oleh sebab itu, diperlukan analisa yang komprehensif dalam setiap pembiayaan yang akan kita proses. Resiko gagal bayar itu pasti ada, tinggal bagaimana kita memitigasi resiko tersebut. Dan selama tujuh tahun gw berkecimpung di dunia pembiayaan, gak ada satupun nasabah yang perfect. Sempurna 100%. Pastilah ada plus-minusnya. Tapi disanalah tantangannya. Bagaimana caranya gw bisa tetap tidur nyenyak setelah pembiayaan itu cair? Ilmu inilah yang gak bisa didapat cuma dari pelatihan di kelas. Kita harus terjun langsung, belajar langsung dari senior yang terdahulu, belajar mengenal bisnis yang dikelola nasabah, belajar berkomunikasi dengan bahasa yang santun dan ramah. Tidak cuma bisa mengeluh dan berharap semuanya sempurna. Wake up ‘Bro!

taken from google

taken from google

The art of finance. Tapi itulah seninya pembiayaan. Kalau salah satu detergen punya tagline “Gak Belajar Kalau Gak Kotor”, bisa jadi tagline itu berubah jadi “Gak Belajar Kalau Gak Macet”. Naudzubillah, gw pribadi gak berharap hal itu terjadi. Bukankah kita bisa belajar tanpa perlu mengalami? Mendengar cerita langsung dari para pelaku. Meminta nasehat bagaimana agar hal tersebut tidak menimpa kita. Berempati kepada pelaku atas cobaan yang sedang dialami. Insya Allah itu sudah cukup. Tetapi jika pada akhirnya Allah mentakdirkan hal tersebut terjadi pada diri kita, solusinya bukan sekedar menyalahkan orang lain. Merasa dipaksa oleh atasan. Gak dapat arahan yang baik dari supervisor. Tertipu. Dijerumuskan. Hello! Mana ada pemimpin yang mau anak buahnya sengsara. Kalau anak buah gagal, jenderal-nya duluan yang akan dicabut pangkatnya. Dan pemimpin yang baik akan pasang badan kalau terjadi apa-apa. Kembali kepada dua kemungkinan yang gw tuliskan sebelumnya, pilihannya adalah lancar atau macet. Bukankah macet itu juga atas seizin Allah. Jadi lebih baik evaluasi diri masing-masing. Cari solusi kongkrit untuk penyelesaian. Gak lagi merasa jadi korban. Karena kita semua di unit pembiayaan juga sama-sama korban, analis-supervisor-branch manager. Noted! Continue reading