#DIARYBANKER24 : TRIMESTER PERTAMA-PART IIIhttps://is.gd/7wdPYQ?v=v4.0https://is.gd/ZMlr3R?v=v5.0https://is.gd/wZxDGO?v=v6.0https://is.gd/wZxDGO?v=v6.0

Alhamdulillah setelah sebulan lamanya vakum nge-blog, gw berkesempatan kembali untuk menuliskan tentang trimester pertama di tahun 2018, atau lebih tepatnya bagian III dari trimester pertama yang sempat terdokumentasikan. Sekali lagi, Alhamdulillah.

maret-

taken from google

Sebenarnya ada banyak hal yang pengen gw ceritakan, gw dokumentasikan, bagian dari sejarah perjuangan di tahun 2018 yang teramat sayang untuk tidak dituliskan. Mulai dari penurunan performance trimester pertama kali ini (setelah pada dua trimester pertama sebelumnya selalu achieve diatas 100%); lalu pergantian komandan tempur di Banjarmasin, termasuk di dalamnya unit SME yang gw handle (kita lihat nanti SK resminya seperti apa); kemudian refreshing SME di Batu Malang yang sebenarnya bisa jadi satu postingan tersendiri (intinya adalah Cepet, Slamet lan Waspodo); lalu rencana BSMR Level I di awal April ini (Alhamdulillah, setelah sekian tahun menanti terkabul juga pengalaman untuk belajar tentang Manajemen Resiko); dan terakhir adalah terkabulnya doa anak gw yang selalu dilafadzkan selepas Shalat :

“Ya Allah Adan mau dede bayi dan ummi mau dede bayi dan abi mau dede bayi. Aamiin”

Continue reading

Advertisements

Keep Pray for My Father & Brother

Dulu, waktu pertama kali gw nge-blog, alasan utamanya adalah adik gw. Yah, gw waktu itu merasa sangat kehilangan. Kepergian beliau membuat gw banyak bercerita (seolah-olah) kepadanya. Bukan sekedar cerita sebenarnya, tapi lebih ke doa. Gw berharap dari cerita-cerita yang gw tulis, akan ada banyak doa tuk beliau, dari yg membacanya langsung ataupun tidak. Sederhana, itu aja. Makanya tagline-nya selalu “Keep Pray for My Bro…”

November 2007, itulah pertama kali blog gw muncul. Sebenernya adik gw sendiri berpulang 8 Januari 2006. Sedih. Kesedihan yang tertuang melalui beberapa buku diary gw. Apalagi waktu itu gw sendiri di Jogja. Merantau jauh dari keluarga gw di Jakarta. Maka diary itulah pelampiasan emosi gw. Selain maen bola dan bawa ngebut Satria. Tapi sayang seribu sayang, selepas dari Jogja, diary-diary itu terselip entah kemana. Sedih sebenarnya. Pengen banget lihat tulisan gw waktu jaman dulu. Hehehe.

Maret 2018, lebih dari sepuluh tahun artinya gw bisa bertahan menjaga kehidupan blog gw. Walaupun sudah enggak se-eksis dulu, setidaknya gw masih bisa posting minimal sekali dalam sebulan. Apalagi gw sekarang coba fokus di #diarybanker #shariabanker. Entah sampai kapan akan bertahan. Biar waktu yang akan menjawabnya kelak

Nb : Tagline-nya sengaja gw tambah, “Keep Pray for My Father & Brother”, agar gw juga selalu inget dan mendoakan almarhum bapak yang genap 5 tahun berpulang…

Ayani 4.5-385, 12032018

 

#DiaryBanker23 : FINAL ANSWER

Hari itu Selasa, tepat ketika dalam perjalanan pulang OTS menuju kantor. Ada rekan seperjuangan di BJB me-WA :

“Nji, udah cek sheco? Ada dana ke rekening SimSem? Sepertinya Insentif FL-nya BJB udah cair.”

FA

taken from google

Alhamdulillah. What a final answer! Jawaban atas sebuah penantian panjang akhirnya hadir. Setelah beberapa hari sebelumnya para AO mendapatkan bonusnya, kali ini unit pun mendapatkan reward atas prestasinya. Dan dengan kondisi yang kurang diuntungkan sepanjang tahun 2017, maka ini adalah sebuah rezeki tersendiri bagi para SFH se-Indonesia Raya, terlepas dari seperti apa nanti gona-gininya di cabang masing-masing. Continue reading

#DiaryBanker22 : GIANT FROM BANJAR!

Awal 2018. Satu minggu terakhir ini gw berkutat dengan pembuatan PKPP. Semacam penilaian atas kinerja di tahun 2017. Ibarat bagi raport pas jaman sekolah, gw selaku supervisor harus mengisi raport analis-analis gw termasuk raport gw sendiri. Dan karena hasil akhir di 2017 yang belum optimal, tentu nilai raport yang terisi, wabil khusus punya gw, akan tidak optimal juga. Baik saja sudah keajaiban. Kalau cukup, Insya Allah sih sudah di tangan. Bagaimana dengan para analis gw? Variatif. Mulai dari kurang, hingga memuaskan.

r

taken from google

Jika awal 2017 gw bisa mengisi PKPP dengan hati yang teramat lapang karena nilai memuaskan sudah di tangan. Maka kali ini, agar bisa dapat baik aja harus setengah mati membuat pledoi alias pembelaan. Adjustment (penyesuaian) target dan realisasi yang ada. Menyusun dan merangkai nota keberatan dan keinginan. Hingga beberapa versi PKPP gw buat. PKPP Versi 5.0 itu yang terbaru. Lengkap dengan dua halaman tambahan penjelasan mengapa nilai gw masih bisa di-up grade menjadi baik. Kalau kata orang Jawa, mesake’, atau bahasa gw, ngenes! Continue reading

SECANGKIR KOPI KAPAL API UNTUK SEMANGAT INDONESIA

Beberapa tahun terakhir ini, kopi menjadi salah satu minuman yang menjadi hits di Indonesia. Entah apa penyebab utamanya? Iseng-iseng saya bertanya kepada teman di kantor yang seorang penikmat kopi tentang fenomena ini, jawabnya simple, karena filosofi kopi.

Yah, secara tidak langsung novel karya Dee yang kemudian di-film-kan ini telah membuat kopi menjadi booming, khususnya di kota-kota besar, lebih spesifik lagi di kalangan anak muda Generasi Y. Belum lagi kedai kopi yang banyak bermunculan dengan segala daya tariknya, variasi rasa, harga dan tentu saja tampilan suasana yang instagramable dan pathable. Nongkrong di kedai kopi apapun merk-nya, akhirnya menjadi suatu momentum yang perlu diabadikan di sosial media, apapun obrolan yang dibahas dan dengan siapa, itu lain persoalan. Ngopi pada akhirnya menjadi sesuatu yang sangat kekinian di zaman now. Continue reading

#DiaryBanker21 : TROFEO

Finally, jadwal pelatihan untuk SME se-Indonesia Raya Jilid II muncul juga. Mulai dari tanggal 15-17 November 2017 di Surabaya. Rencana awalnya adalah minggu pertama November, tapi karena satu dan lain hal, jadwal pun bergeser. Dan dari semua rencana, bukankah rencana Allah adalah rencana terbaik. Termasuk jadwal pelatihan kali ini. Masya Allah. Alhamdulillah.

taken from google

taken from google

Kenapa akhirnya gw sangat mensyukuri jadwal pelatihan kali ini? Jawabnya adalah karena gw memiliki kepentingan di waktu dan tempat yang tidak jauh berbeda dengan jadwal pelatihan kali ini. Pasalnya, tanggal 18 November 2017 akan berlangsung Trofeo SPLAS FC di Stadion Moch. Soebroto Magelang. Nah, apa itu SPLAS FC. Jadi singkatnya, SPLAS FC adalah komunitas Fun Football yang awalnya berasal dari para alumni eskul Sepakbola SMA 14 Jakarta (disingkat SPLAS). SPLAS FC kemudian membesar hingga anggotanya tidak terbatas alumni SMA 14, tapi juga terbuka untuk umum yang hobi maen sepakbola lapangan besar. Selain latihan rutin setiap ahad pagi di Mabes TNI, ada juga turnamen internal yang rutin diselenggarakan untuk para anggotanya. Dan kali ini, pengurus SPLAS FC menggandeng The Boxing Day (TBD) untuk meng-create Football Tour ke Magelang. Setelah sebelumnya mencicipi Stadion Si Jalak Harupat dan Maleber Sport Centre. What a great event I think!

Bagi gw yang sekarang berdomisili di Banjarmasin, Continue reading

#Diary20 : November Rain

Genap setahun dari postingan gw sebelumnya yang bertajuk November Juara. Kali ini November gw sungguh mengharu biru. Hujan badai. Gundah gulana. Dan selisih sebulan dari Green Day yang bersenandung tentang hujan di September, sepertinya gw masih belum terbangun meskipun sekarang sudah masuk pertengahan November.

“Wakeme up, when September ends…”

taken from google

taken from google

November kali ini memang jauh lebih menantang. Tantangan itu sebenarnya sudah bisa gw prediksi sejak kita masuk trimester keempat 2017, mulai dari Oktober s.d sekarang. Posisi target lepas September sudah memasuki masa kritis. Antisipasi gw kurang cepat. Mungkin faktor internal cash flow cukup mempengaruhi mental berjuang gw. Belum lagi faktor eksternal yang dirasakan hampir semua supervisor SME se-Indonenesia Raya, membuat perjuangan kita hingga saat ini terasa biasa saja, nihil apresiasi. Seperti terlupakan.

Sejak awal tahun gw udah sadar, target kali ini memang jauh lebih menantang dibanding tahun sebelumnya. Belum lagi SDM di unit gw yang mengalami perombakan massal nyaris di sepanjang tahun. Challenging banget. Ujian yang bisa gak bisa gw hindari dan harus gw hadapi sebagai prajurit. Itulah amanahnya, dan tugas gw adalah berusaha sebaik mungkin untuk menuntaskan amanah tersebut. Continue reading