Last ikhtiar…

Manusia hanya bisa berusaha. Namun Allah jualah yang menentukan hasil akhirnya..

Seperti halnya sepenggal episode dari tanah sina dan negeri ismail yang menggemparkan…

Gw pribadi sampai sekarang masih penasaran dengan endingnya akan seperti apa

Tapi bukankah tugas kita hanyalah berbaik sangka? Ikhtiar bumi sudah, maka hanya ikhtiar langit-lah yang akan menyempurnakannya

So, just do the best and let God do the rest…..

Ayani Pal 4.5, tengah Ramadhan 1437 H

jelang berbuka, banyak2lah berdoa ^_^

 

 

 

 

 

 

 

UPDATE JUNI 2016

Alhamdulillah, sudah memasuki Juni hari kedua. Hanya beberapa hari menjelang Ramadhan. Semoga Allah memberikan kesempatan hamba untuk memasukinya. Aamiin.

Di awal Juni ini, ada beberapa kejadian luar biasa yang teramat sayang untuk tidak didokumentasikan. Pertama, agenda di Kantor Pusat dua hari berturut-turut. Semoga Allah mudahkan ikhtiar teman-teman cabang untuk menyelasaikan amanah yang telah diberikan sejak awal tahun hingga akhir tahun 2016 kelak.

Tapi sebelum akhirnya kami bisa menginjakkan kaki kembali di Jakarta, ternyata mendapatkan tiketnya saja sudah sangat mendebarkan. Hari H akhirnya Allah mengijinkan kami untuk memperoleh tiket tersebut. Thx a lot for Mb Dian and the genk yang udah mensupport. Sungguh ini semua menjadi pengalaman berharga bagi kami kedepannya.

Kedua, tentang BNI League menyambut miladnya yang ke-70. Sebenarnya kejadian ini sudah berlalu hampir satu minggu yang lalu. Tapi saya belum sempat untuk mempostingnya disini. Dan setelah situasi kondisi memungkinkan, ijinkan saya untuk mengenangnya sejenak : BNI Syariah kembali merebut gelar paling bergengsi di BNI League tahun ini, JUARA I FUTSAL se-Wilayah IX (Kalselteng)! Allahu Akbar!! Continue reading

Tentang Akhlak

Salah satu akhlak Rasulullah yang paling melegenda adalah ketika beliau memberi makan seorang yahudi buta. Ketika sahabat Abu Bakar mencoba untuk meneruskan akhlak Rasulullah yang satu ini, yahudi tersebut mengetahui bedanya ~kisah yang ketika membaca, insya Allah menetes air mata kita.

2 hal yang dikerjakan agar memiliki akhlak yang kokoh :

  1. Takhliyah : mensucikan diri (ikhlas dalam setiap amal, tanpa mengharapkan apapun). Perbandingan ketika era 90-an, maka akhlak al akh adalah luar biasa kokohnya. Sedikit jauh berbeda dengan kondisi sekarang. Konsekuensi ketika akhlak melemah adalah lemahnya ukhuwah, munculnya kesombongan baik karena kita adalah tarbiyah, pejabat publik dan jabatan atau perihal lainnya.
  2. Tahliyah : mengokohkan/menjalankan amal shalih/kebajikan. Sekecil apapun amal itu. Dengan demikian akhlak kita akan semakin kokoh dengan sendirinya.

Ya Allah, semoga akhlak kita semakin kokoh dari hari ke hari. Aamiin

#udah lama banget gak posting ttg materi keislaman

The Day After Holiday

Libur lebaran bagi seorang banker yang penempatan kerjanya berada jauh dari daerah domisilinya, tentu menjadi waktu yang sangat teramat spesial untuk cuti panjang. Tidak terkecuali saya, yang saat ini sudah memasuki tahun kelima berkarya di bumi antasari. Tepat lima tahun, ketika pertama kali saya menginjakkan kaki disini, bulan Ramadhan 1431 H silam. Time flies too fast I think.

Nah, persoalannya adalah ketika cuti panjang tersebut tidak disetujui oleh bos. Padahal saya sudah mengatur strategi dengan mengajukan permohonan cuti yang hanya 6 hari (jika dibandingkan satu tahun yang berjumlah 365 hari, atau dikurangi 24 hari libur sabtu-minggu plus +11 hari libur nasional, sehingga menjadi 330 hari) pada saat THR kita cair, tepat di hari Jumat yang penuh berkah. Harapannya sih, agar bos meng-ACC. Bahkan bagian umum kantor yang mengurus cuti pegawai sudah menyerahkan permohonan cuti saya sebelum Jumat’an, tapi hingga akhirnya adzan Maghrib berkumandang dan si bos pulang, permohonan cuti saya masih menggeletak anteng tanpa ada goresan persetujuan ataupun penolakan. Hmm, sepertinya terinspirasi oleh “Gantung”-nya Melly Goeslow dan “Sadis”-nya Afghan nih beliau. Bagus bener dah ah! Continue reading