Hari Ibu di Mata Calon Ibu

22 Desember mungkin menjadi hari yg special buat kaum hawa, baik ibu ataupun para calon ibu tentunya. So, liliput qt kali ini akan sedikit membahas tentang apa aja sih yg telah, sedang dan akan dilakukan para mahasiswi, baik perempuan biasa, para aktivis ataupun akhwat yg berjilbab besar dan lebar. Apakah berbeda persiapannya, ato sama saja. Apakah persiapan mereka sudah matang, ato belum ada sama sekali, ato apa adanya aja. Padahal bukankah jodoh bisa datang kapan saja dan dimana saja qt berada (lho?!?)Hasil investigasi singkat, padat nan cepat via sms gratis XL melaporkan bahwa beberapa mahasiswi masih merasa bingung, kaget dan shock dengan pertanyaan, “What I’ve prepared to become a mother ?”. Pertanyaan macam apa itu kawan, mungkin itulah comment yg ada dalam benak para mahasiswi ketika menerima dan membaca message dengan pertanyaan seperti itu. MediaTop memang agak kesulitan untuk menginvestigasi perihal informasi yang satu ini. Pertanyaan yg simpel sih, tapi deeply inside bgt deh pokoknya. Jawabannya pun beragam dan bermacam-macam kawan…Ada responden yg malas menjawab. Ada responden yg balik bertanya, apakah ini pertanyaan personal? To be a mother? What do you mean? Quite hard to answer. Ada yg menjawab, nunggu “Cintanya Bertasbih” dulu lah. Ada yg menjawab serius, bahwa untuk menjadi ummul madrasati (red. Ibu peradaban), qt harus membekali diri dengan persiapan mental, fisik, ilmu (agama, IPA, IPS dan semuanya buat ntar diajarin ke anaknya) dan finansial. Ada yg menjawab belum ada persiapan yg berarti, just always do the best and make my mother happy. Ada yang menjawab baru belajar nabung, learn about parenting, baca buku-buku ttg anak dan keluarga, makan yg bergizi, kuatin ruhiyah ato berusaha pintar masak. Dan ada juga yg pending sms-nya, failed dan tidak membalas. Entahlah, tidak punya pulsa, ato tidak ada jawaban untuk pertanyaan seperti itu.Yah, menjadi ibu seharusnya menjadi cita-cita mulia para mahasiswi. Menjadi ibu yg cerdas bagi anak-anaknya nanti. Menjadi istri yg shalehah bagi suaminya kelak. Dan sebenarnya apa sih yg harusnya dan wajib dipersiapkan? Banyak gak sih? Repot gak sih? Pertanyaan yg perlu dijawab juga oleh para calon ayah bukan?Mengutip nasehat ibunya teman saya, untuk menjadi seorang ibu yg sempurna di dunia and akhirat, ilmu agama adalah bekal utama. Barang siapa yg berfikir sederhana ttg masalah dunia, maka ia akan memiliki kesempatan yg cukup untuk menyelami, menemukan dan merasakan indahnya samudera alam akhirat. Selamat hari ibu dan selamat menjadi ibu (lho)!!!

liputan ini juga ada di MediaTop Edisi Hari Ibu ^_^

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s