Wanita dan Cermin

Duhai cermin, siapakah wanita tercantik di dunia? Duhai cermin, apakah saya dapat menjadi wanita tercantik? Cermin yang selalu jujur apa adanya pun berkata. Menjelaskan panjang lebar dan penuh makna kepada sang wanita yang telah bertanya..

“Kecantikan itu tidak bisa dinilai hanya dari mata. Cantik rupa dan fisiknya saja bukanlah hal yang mengesankan. Kecantikan itu tidak akan abadi. Kecantikan itu akan digerogoti oleh usia. Kecantikan seperti itu akan sirna dan mati.Kecantikan juga tidak hanya sebatas manis pada tutur kata dan tingkah yang manja. Suara yang mendayu. Perilaku yang menebar pesona. Kecantikan tidak dinilai dari sudut itu wahai wanita. Kecantikan itu hanya bisa dirasakan oleh hati. Orang barat mengenalnya dengan inner beauty. Kecantikan jiwa dan hati. Islam mengenalnya dengan kecantikan ruhani. Kecantikan yang terpancar karena keshalihan pribadi yang tercermin dalam kehidupan sehari-hari. Sejatinya kecantikan itu merupakan cerminan hati yang bersih dan jiwa yang selalu merindukan ridha-Nya”

Duhai cermin, apakah kecantikan yang seperti itu sudah saya miliki? Duhai cermin, untuk siapakah kecantikan itu nantinya saya persembahkan? Cermin yang tidak pernah berdusta kembali menjawab. Bercerita penuh arti kepada wanita yang sama…

“Kecantikan seperti itu akan datang seiring dengan kesiapanmu menjadi seorang ibu. Maka sudah siapkah engkau menjadi seorang ibu wahai wanita? Kecantikanmu itu pun hanya dihalalkan untuk suamimu. Seseorang yang mencintaimu karena Allah. Kecantikan itulah yang akan mengantar engkau bersama suamimu menuju pintu surga-Nya”

Duhai cermin, bagaimana saya mendapatkan kecantikan itu? Itulah pertanyaan terakhir saya…

Cermin pun menjawab :

Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung” QS. 24: 31

Advertisements

One thought on “Wanita dan Cermin

  1. Ass…bagus…setelah baca ini saja jadi sedikit tau, sebagai wanita tidak munafik kalau ia ingin terlihat cantik di mata semua orang, tapi terkadang cara yang di lakukannya salah, ternyata cantik yang sesungguhnya bukan cantik yang selama ini saya pahami. terus berkarya di jalan Allah, saya yakin jika tulisan ini di baca oleh kaum hawa yang “awam” seperti saya, diapun akan menjadi “sadar”.Wass..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s