Kajian Manhaj

Setiap minggu sore di masjid fakultas kehutanan, pasti ada kajian manhaj. Yah, sebuah kajian sederhana untuk para aktivis dakwah kampus agar tetap semangat dalam berjuang di jalan Islam (Allahu Akbar!!!, semangat sekali yah n_n)…

Dan kajian manhaj tertanggal 13 Januari 2008 ini begitu menarik, lucu dan menggemparkan terutama pas sesi tanya jawab. Hmm, sebenarnya saya datang telat sih. Bahkan teramat telat, 20 menit menjelang bubar. Pas saya and Barnard nyampe lokasi, masjidnya udah penuh, ngebludak sampe paling belakang. Jadi deh, saya and Barnard duduk dibelakang. Paling belakang, terluar dan ngemper… hiks2x…

Nah, di barisan belakang inilah kisah yg inspiratif itu berawal… Sebut saja Bang Ben, tokoh utama dalam cerita kita kali ini. Di sela-sela kajian yg tinggal beberapa menit itu, beliau curhat ke saya klo beliau sedang menghadapi tiga masalah besar nan rumit. Berikut permasalahannya :

1. Skripsi. Sedang terhenti di pembahasan, entah bingung mo ngebahas apa, apa emang datanya gak bisa dibahas, ato belum ada niat dari Bang Ben sendiri untuk ngeabahas itu…

2. Bisnis. Sedang mulai dirintis, kemarin baru aja buka. Lumayan rame dan membutuhkan tenaga ekstra nih.. semakin sibuk kawan

3. Amanah. Semakin berat saja kawan, terutama amanah internal dan syuro.. hiks2x..

Wah, sayang sekali Bang Ben. Anda bertanya pada orang yang salah. Lha wong saya juga sedang terpuruk imannya, bahkan terpuruk di lubang yang paling dalam. Permasalahan yang saya hadapi lebih dahsyat dari 3 masalah ini… Tapi saya setidaknya memberikan sedikit usul pada beliau,

“Antum married aja pak.. kali aja nanti antum jadi lebih semangat untuk menyelesaikan semua permasalahan ini, apalagikan nanti bakal ada orang yang setia mensupport antum“.

Hmm.. usul yang saya pikir gimana gituh.. ngasal dan gak berdasar, tetapi Bang Ben menanggapinya dengan serius, “Wah, usul yg bagus tuh”, jawabnya sambil tersenyum gak jelas… Hah!!!, saya pun semakin bingung kawan, dan tiba-tiba saja, “Bagaimana klo kita tanyakan langsung ke ustadnya”, usul saya sporadis dan agak kontroversial …

Dan ternyata bener, beliau langsung ngambil kertas dan pulpen, mengikuti usul lanjutan dari saya… Dan langsung aja saya menuliskan semua pertanyaan tersebut di atas kertas… 3 masalah dengan solusinya adalah menikah, bagaimana pendapat ustadz?…

Time flies…..

Penjelasan materi dari Ustadznya akhirnya selesai. Berlanjut ke sesi tanya jawab. Dan ternyata kertas berisi pertanyaan kontroversial itu pun memang dibacakan oleh ustadznya. Dari belakang kertas itu berpindah tangan hingga akhirnya sampai di tangan sang Ustadz. Ustadz pun membacakan pertanayaan tersebut.. dan respon dari peserta kajian, luar biasa kawan,.,. ramai, riuh rendah suara bergumam.. “Wah, ehem2x, cie… we ee2x..”. Kayaknya pertanyaan itu benar-benar mewakili golongan tua yang pada hadir deh, terutama angkatan 2003.. dan langsung saja…

Ustadz pun menjawab, “Yah, menikah akan menjadi solusi jika memang diniatkan karena ridha Allah”.. Pokoknya intinya begitulah… Dan memang menarik kajian manhaj sore itu, menghibur dan membangkitkan semangat lagi, belajar dan menikah (lho?!?..) Yah, bukankah wanita yang baik hanya untuk lelaki yang baik.. inilah manhaj kita, aturan kita, sistem kita, , , perbaikan diri baru kemudian perbaikan dalam rumah tangga.. semoga kajian manhaj berikutnya lebih menarik n_n.. met UAS

Ps : Bang Ben, saya bersedia jadi panitia walimahan antum deh.. Eko, Andi dan Samy yang ada d barisan belakang (beneran sih, emang saya yang nulis, tapi ini murni pertanyaan Bang Ben)… Ust. Solihun (semoga jawabannya bermanfaat dan benar-benar memberikan solusi n_n)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s