taurist ketiga dalam sepekan…

Bercerita tentang banyak hal teman saat ini. Ah, sudah berakhir semuanya ternyata. Tidak sampai setahun kawan. Ah, tuntas. Selesai. It was over.

Yah, sore ini di Pasca Sarjana teman. Kita berada di forum terakhir ini. Yah, forum yang mungkin akan saya rindukan beberapa tahun kedepan. Fuih. Membingungkan memang. Menyenangkankah sore ini. Atau bahkan menyedihkan sekali. Campuran berbagai rasa itu nampaknya begitu nikmat teman. Segar. Fresh.

Hmm, saya bingung kita mengawalinya darimana teman. Saya bingung juga harus mengakhirinya dengan apa. Ah, sulit teman bagi saya memilih padanan kata yang tepat untuk menggambarkan permasalahan ini. Kalau orang melayu bilang, kalau orang Kawal tempat saya KKN sering berkata, “Mantap!!! Teruk (artinya parah banget)!!!”

Yah, inilah indahnya dakwah ini teman. Saya tidak menyangka kalau amanah sejak SMA ini akan berlanjut di tanah Jogja ini. Yah, saya belajar banyak dari dakwah ini. Belajar tentang keresahan hidup seorang anak manusia. Belajar banyak tentang ladang amal yang sebegitu luasnya. Ya Allah, berilah saya hikmahmu dari semua pelajaran ini. Ya Allah, semoga amalan nan singkat dan sederhana ini mengantarkan saya menuju surga-Nya. Ya Allah, istiqomahkanlah saya di jalan-Nya, syahidkanlah saya di jalan-Nya. Saya hanya ingin bersua dengan adik saya yang telah tiada. Pertemukanlah saya dengan beliau di Jannah-Mu. Amin.

Banyak lucunya juga sih. Banyak sedihnya-kah. Banyak serunya-kah. Ah, perpisahan!!! Kata yang muncul pastinya setelah pertemuan. Klo kata teman saya, dengan perpisahan inilah kita memahami arti sebuah pertemuan. Ya Allah, benar memang sebuah syair dari tanah Jogja, “Sampai jumpa kawanku, semoga kita selalu, menjadi sebuah kisah klasik untuk masa depan”

Ah, menjelang maghrib ini juga ada kabar yang cukup menggembirakan bagi saya, adik saya meski tidak sampai selesai, datang juga dia di acara Daurah Transfer. Hhh, semoga bisa istiqomah. Maka berdoa dan berusahalah!!!

Ah, inilah pesan terakhir dari mereka untuk saya….

Beberapa bulan terakhir ini, saya agak kecewa sama ant. Tp gpp, sy juga sadar klo qt emang jamaah manusia. Bgt juga saya, mungkin banyak jg temen2 yg juga sy kecewakan. Walopun begitu, bnyk jg yg udah ant kontribusikan ke C. Itu yg penting, KONTRIBUSI, yg lain pikir nanti

Kreatif, inovatif, ekspresif, jarang marah, rapi/sistematis, suka menolong, penyabar, humoris, tapi afwan, kadang kurang tegas
Gaulnya minta ampun…
Jurus main bolanya diajarin donk, adek loe disini tak kerjain ya..??? Tetep jadi kakak yang mengerti kondisi….??

Humanis banget… selalu menang dalam fastabiqul khoirot, eh, gak selalu ding.. smangat yg tak padam, tapi saya pernah kesel dg tulisan antum di blog or milis.. krn tlalu vulgar.. gimana sirriyatud tandhimnya?

Maksa! Narsis! Suka BT! Suka cerita! Ga jelas! Bocor!
Tapi, on time sih, good manajemen, asyik kata-katanya klo lg gak BT, pinter, aneh plus nyeleneh..

Aneh, nyebelin, maksa, ga jelas (t’masuk klo ngomong), konyol, gibol (gila bola), perfect, BIKIN ORANG BT! Jgn smakin m’buat saya b’pesepsi bhw org Jkt narsis, nyebelin and all item above ok! Sy ga mau ada nama (baik inisial, sms, all about me) in blok atm ok!

First impression ttg antum, GALAK, ato mungkin krna logat antum yg ke-Jakarta2-an itu, jadi kesannya seperti itu ya? Fighting spirit antum kayaknya besar, tadhiyah ok, lebih tegas lagi aja kali ya! Oia, “berbahasalah sesuai bahasa kaummu..” key!

Eh, tong, makan banyak kerjanya juga kudu banyak!! Inget bro, dakwah tidak hanya ada karena kesempatan, tp juga kemauan!! Plis, lo kudu jadi orang yang jelas, biar orang gak bingung ngeliat lo..

Hmm, terakhir, kayaknya gw bakal tenang deh ngelepas semuanya, bukan karena berakhirnya amanah maka gw terbebaskan, tapi karena gw inget pesennya temen gw, yah, sengaja gw kutip…

tak seharusnya seorang kader membuat resah mas’ul disaat akan pergi, seharusnya bahkan dia bisa memberi ketenangan dan memberikan keyakinan bahwa tak akan terjadi apa2 bahkan lebih baik, saya paham…
seharusnya seorang kader siap menjadi batu-bata yang bisa di tempatkan dimanapun ia bisa jadi pondasi, jadi dinding dan jadi atap.
….seharusnya kader begitu…

saya paham itu, tapi masalahnya batu itu cuma satu kecil dan merana.
apakah batu itu bisa dibelah menjadi beberapa bagian sehingga bisa ada mana-mana, tapi seberapa kuatkah pecahan batu itu menyangga yang lain…

tapi batu kecil ini siap berkorban demi kemenangan dakwah, batu itu tak harus jadi lilin yang lebur saat menerangi, dan muncul lagi kegelapan saat dia sirna.

Musholla Pasca, 7 Ramadhan 1429 H
Ah, gw pasti bakal inget terus tempat ini…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s