Daurah Quran

Teman! Maafkan saya kalau harus break sejenak dari penelitian di Pantai Depok. Sembari menunggu birokrasi penelitian selesai, akhirnya saya memutuskan untuk menghadiri undangan kegiatan Daurah Quran di PP Al Hadi (pondokannya Ust. Nashir Harist LC nih) selama tiga hari semenjak Jumat hingga Minggu. Ah, hitung-hitung perbekalan sebelum hidup di tengah-tengah masyarakat selama penelitian saya pikir. Semoga bermanfaat teman, sekarang kita tinggalkan sejenak urusan duniawi, untuk kemudian mendekatkan diri dengan kitabullah, Al Quran.

Kita awali dengan briefing di Mardliyah pada hari kamis. Insyaallah karena saya benar-benar ingin ikut Daurah Quran ini, maka saya pun niatkan diri untuk hadir di briefing kali ini. Briefing selesai, dan saatnya mempersiapkan diri untuk hari H. Jumat pagi kumpul di Mardliyah kembali untuk berangkat bersama menuju lokasi. Insyaallah.

Hmm, saya pun hanya bisa berencana, Allah jualah yang berkehendak. Saya tidak bisa berangkat pagi-pagi karena teman saya, si TJ minta dijemput pagi ini di Lempuyangan. Yah, baiklah. Saya pun memutuskan untuk nanti langsung saja berangkat ke lokasi tanpa harus berkumpul terlebih dahulu di Mardliyah. Tapi ternyata skenario Allah siapa yang tahu, si TJ tiba-tiba membatalkan permintaannya. Hmm, bagus banget nih orang, sudah membuat saya telat, alasannya tidak jelas pula. Hhh, akhirnya saya pun memutuskan untuk singgah saja ke Fakultas sejenak untuk mengecek surat saya kepada Wadek Akademik terkait penelitian. Dan ternyata memang belum beres teman, kata bapak TU-nya, sebelum Jumatan kesini saja lagi. Yah, baiklah, pasti saya akan kesini lagi, tapi mungkin hari Senin saya yah ‘Pak, karena sekarang, saya harus berangkat Daurah Quran dulu. Bismillah, “Ayo kita berangkat teman!”-

Akhirnya saya berangkat bareng si Robi. Masih bersama si Satria biru kuning yang baru saja bocor ban belakangnya dua kali (Jumat pagi ternyata ban belakangnya bocor lagi teman). Yah, tidak ada masalah yang berarti selama perjalanan. Alhamdulillah, kita pun tiba di lokasi tepat ketika panitia membuka acara tersebut secara resmi.Alhamdulillah sekali lagi.

Hei! Inilah tempat yang dulu saya pernah saya singgahi saat masih berkarya di SKI Pertanian. Tempat yang begitu nostalgic teman! Ah, selalu saja saya inging melantunkan nasyid ini :

“Sungguh, Indah, terlalu manis untuk dilupakan. Sungguh, Mesra, meski beriring ketegangan”

Ya Allah, masih sama seperti dulu saya pernah kesini tiga tahun yang silam. Masih sama seperti saya dulu pernah kesini menjadi peserta Training Kader SKI Pertanian. Semuanya masih sama teman. Alhamdulillah karena Allah masih menjaga hidayah Iman dan Islam ini. Ah, cukuplah dulu nostalgia ini karena Daurah Quran telah resmi dibuka oleh panitia. Mari kita ikuti dengan seksama seluruh sesi yang ada di acara Daurah Quran ini. Bismillah.-

Awalnya ada sedikit pengantar dari panitia, lalu ada sedikit nasihat dari Ummu Syatori (subhanallah, isterinya Ust. Syatori ternyata tidak kalah hebatnya teman), kemudian dilanjutkan dengan taujih hamasah dari Ust. Sholihuddin, Al Hafidz, S.Q (Muq’ri Ma’had Tahfidz Al Qur’an Abdullah Ibnu Abbas Yogyakarta). Subhanallah, saya kembali tersadar kalau ternyata Al Quran itu wajib untuk dipelajari, tidak sekedar dibaca tanpa makna dan dihafalkan tanpa arti. Sungguh, jauh sekali ilmu saya tentang Al Quran. Malu sendiri saya dibuatnya. Maka sedari Duha hingga Ashar tiba, materi ini telah mencuci kembali otak saya yang sudah begitu kotornya. Hati yang sudah gelap pekat ini perlahan kembali tercerahkan nasihat ini.

Tentang fungsi dan fadhilah tahfizh Al Qur’an, tentang langkah awal menjadi hafidz Al Qur’an, tentang makharijul huruf, tentang sifat-sifat huruf, tentang hukum-hukum mad, tentang hukum nun sukun dan tanwin, tentang mim sukun, idgham, qalqalah, hingga proses menjadi seorang hafidz Al Qur’an dan metode menghafal Al Qur’an, semuanya disampaikan dalam waktu dan tempo yang begitu singkat.

Sayang memang teman, materi ini terlalu singkat dan padat dijelaskan. Dan kita masih harus belajar sendiri untuk menyempurnakannya. Pelajaran beberapa jam dari Ust. Sholihuddin ini akhirnya harus berakhir sesaat sebelum Ashar tiba, untuk kemudian dilanjutkan dengan kultum dari Ust. Nashir.

Advertisements

2 thoughts on “Daurah Quran

    • waalaikumsalam…

      ana bi khoir..
      antum sendiri?
      Iya pak, kemaren bener2 gak sempat pak..
      Iya pak, tetap semangat terus aja!!
      hmm, ini pak arief wuni kan?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s