Birokrasi Penelitian Part II

Hei! Kembali bersua dengan saya, tapi nampaknya kita akan melompat jauh ke depan saja yah teman. Cerita tentang Daurah Quran mungkin akan saya ceritakan di lain kesempatan, karena ternyata birokrasi penelitian ini masih teramat panjang, jadi sayang jikalau tidak diceritakan. Hmm, ini adalah informasi yang sangat penting teman, tentang bagaimana cara mengurus surat izin penelitian. Fuih, sekali lagi ingin saya katakan kepada kalian semua, banyak-banyaklah bersabar dalam mengurus perizinan penelitian seperti ini. Dan inilah birokrasi penelitian bagian II.-

Terakhir saya bercerita, surat izin saya masih tertahan di TU Fakultas, maka kembali saya mengurusnya teman. Dan ternyata ada permasalahan kembali teman, maka akan saya beritahukan kepada kalian bagaimana jurus saktinya saja yah. Urusan ini teramat panjang jika saya jabarkan, mulai dari birokrasi jurusan hingga akhirnya BAPEDA, maka bacalah baik-baik tips dan trik dari saya ini, semoga bermanfaat.

1. Perizinan dari Jurusan
Pertama, tanyakan kepada TU jurusan bagaimana membuat surat izin penelitian. Ini paling penting teman, malu bertanya sesat di jalan. Dan karena tiap jurusan memiliki aturan main yang berbeda, maka saya hanya dapat menjelaskan aturan main di jurusan saya. Jadi, untuk jurusan perikanan UGM, buatlah surat yang ditujukan kepada ketua jurusan, isinya adalah kita meminta dibuatkan surat untuk kemudian nantinya akan ditujukan kepada fakultas. Nah, akan lebih mudah kalau sedari awal kalian mencari teman yang baru saja selesai mengurus perizinan seperti ini. Kemudian minta seluruh softcopy surat perizinan yang beliau miliki, tanyakan sedetail dan serigit mungkin. Bukankah guru terbaik adalah pengalaman? Maka, belajar dari teman yang sudah “sukses” akan begitu berarti bagi kalian. Dan saya telah membuktikannya!

2. Perizinan dari Fakultas
Nah, inilah yang kemudian saya pikir paling menyebalkan dari segala birokrasi yang telah saya temui. Sejak saya memasukan surat tersebut kamis, saya baru selesai berurusan dengan birokrasi fakultas tepat satu minggu kemudian! Parah!! Sungguh berat memang berurusan dengan TU Pertanian, kudu punya kesabaran ekstra!!! Jadi, sebaiknya untuk menghindari perihal seperti ini, kalian harus bertanya dahulu kepada TU-nya, apakah butuh surat dari jurusan? Jikalau butuh, kalian kan sudah mengurus sebelumnya. Dan biasanya kalian akan diberikan contoh surat izin yang harus kalian ketik ulang, yang nantinya akan ditujukan kepada wadek akademik. Nah, akan lebih mudah kalau kalian memiliki softcopy seperti di awal telah saya jelaskan. Dan setelah itu selesai, jangan lupa lampirkan proposal penelitian dan fotocopy KRS-nya. Kalau kalian beruntung, sebenarnya urusan ini bisa selesai hanya dalam kurun waktu dua hari. Semisal kalian memberikan kepada TU Fakultas (surat dari jurusan, surat untuk wadek, proposal dan KRS) pada senin pagi, insyaallah, dengan izin Allah, urusan ini dapat selesai selasa siang sebelum Dzuhur, tapi kalau sedang tidak beruntung, yah, mungkin bisa satu minggu seperti saya atau bahkan lebih, tapi semoga saja tidak.

3. Perizinan dari Universitas
Hmm, untuk perizinan universitas, ini sungguh sangat cepat dan menyenangkan teman. Tapi tentu kalian akan bingung setibanya di kantor rektorat (balairung). Gedung ini terlalu besar dan megah bukan, dan kalau bingung akan mengurusnya di sebelah mana, maka segeralah anda menuju balairung sayap selatan lantai satu. Setelah posisi anda benar-benar sudah disana, cari saja ruangan yang ada papan nama bagian pendidikan dan sejenisnya (bagian ini juga mengurus GMC dan GAMA CARD lho). Dan jika kalian masih tersesat juga, bertanyalah kepada siapa saja yang anda temui di balairung (dan anda anggap tahu jawabannya), “Maaf Pak/Bu/ Mas/ Mba, kalau mengurus surat izin penelitian itu di bagian mana yah?” . Nah, kalau pengalaman saya, perizinan di sini itu sehari jadi teman, jadi ketika saya mengantarkan surat yang dibuatkan TU Fakultas yang ditujukan kepada warek akademik pada kamis menjelang Dzuhur (jam 11an), maka menjelang Ashar (j3an), surat dari rektorat yang nantinya akan ditujukan ke BAPEDA Provinsi sudah bisa anda dapatkan. Hmm, tips dari saya, sembari menunggu beberapa jam kalau teman punya laptop, teman bisa ngenet di sayap selatan atau utara balairung, karena disana sudah disediakan kursi dan meja dan berkanopi untuk digunakan, atau kalau seperti saya yang laptopnya harus dekat sumber listrik (karena hanya mampu bertahan kurang dari lima menit), kalian dapat membaca buku, menulis, atau sekedar merenungi nasib (hehehe).

4. Perizinan dari BAPEDA Provinsi
Pertanyaan pertama yang pasti muncul adalah tentang dimana yah kantornya? Maka jawabannya adalah di kepatihan. Kalau masih bingung juga, kalian pasti tahu Malioboro kan? Nah, di sepanjang jalan Malioboro, tepatnya di sebelah kiri jalan, nanti akan kalian temukan papan nama besar, “Kantor Gubernur DIY”, maka masuk saja melalui pintu utama dan bertanyalah kepada penjaga gerbangnya, “Maaf Pak, kalau mengurus izin penelitian di sebelah mana yah?”. Oya, sebelumnya kalian harus mempersiapkan sebuah map, proposal penelitian dan dua buah amplop putih berukuran besar. Nah, setelah kalian tiba di kantornya, akan ada loket yang melayani perizinan penelitian (nampak jelas koq!), lalu serahkan surat izin dari universitas dan proposal penelitiannya, kemudian tunggu nama anda dipanggil (kalau tidak ada antrian, tidak sampai sepuluh menit, nama anda akan dipanggil karena suratnya sudah selesai, sungguh cepat bukan?). Kemudian anda akan diminta untuk mengecek ulang kembali surat yang telah dibuatkan BAPEDA Provinsi tersebut, lalu dicopy empat kali dan jangan lupa siapakan dua buah amplop putih deh untuk membungkus surat yang ditujukan kepada BAPEDA Kabupaten dan Dekan Fakultas yang bersangkutan (bukan untuk ketebelece koq!), sedang dua copy-an lain adalah untuk arsip kita. Wah, benar-benar terkejut saya dibuatnya! Sungguh cepat dan mudah!! Alhamdulillah!!!

5. Perizinan dari BAPEDA Kabupaten
Oke, untuk perizinan yang terakhir ini saya belum dapat menceritakannya teman. Lah wong saya sendiri belum kesana koq. Tapi semoga saja tidak ada kesulitan yang berarti teman. Semoga saja. Maka banyak-banyaklah berdoa teman! Oya, semoga juga hari Sabtu tidak tutup, sebab kalau tutup, maka saya harus mengurusnya hari Senin deh. Hmm, terakhir, ada yang tahu tidak dimana kantor BAPEDA Kabupaten Bantul itu berada?

Advertisements

4 thoughts on “Birokrasi Penelitian Part II

  1. terimakasih ya..infonya.., ne saya mau ngurus ijin penelitian di Bappeda…cangat membantu sekali…
    terimakasih banyak.., salam

    • oiya, klo sy dulu yah make proposal penelitian yg sy ajukan ke dosen, tinggal digandakan/dicopy trus diajukan ke bappeda deh =D

      *ato coba lihat aja contoh proposal penelitian yg ada di bappeda seperti apa, terus kita sesuaikan deh ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s