10 Februari 2009

Alhamdulillah, sebelumnya saya ingin bersyukur kepada Allah SWT atas kesempatan yang telah diberikan kepada saya ini. Fuih, yeah, hhh, akhirnya saya memulai penelitian ini juga teman. Yaps, seharusnya saya memulainya Selasa tertanggal 27 Januari 2009 silam, bukannya sekarang, dua minggu berikutnya. Yah, inilah kelanjutan dari korespondensi 28 Januari silam, yah, inilah sedikit evaluasi saya di 10 Februari 2009.-

Oke, saya mengawalinya dengan futsal pagi hari di gelanggang. Wah, menyenangkan sekali teman. MuslimTop Appartment masih terlalu tangguh bagi Takwinul Mubalighin (TM). Yah,kita menang telak sekali teman. Aksi yang apik dari saya, Robi, Mujib, Agung Rahmanto dan Agung Arohman (adik kandung saya), featuring Hafidh dan Nendi, sanggup meluluhlantahkan tim futsal TM. Hhm, awal yang bagus sebelum akhirnya saya berangkat ke Depok ‘tuk memulai penelitian saya pikir. Dan akhirnya, tepat pukul 11.30 WIB, saya pun berangkat menuju lokasi untuk menyelesaikan ini semua (penelitian maksudnya). Bismillah, rencana saya, nanti akan ada lima pitstop (rental fotocopy, ATM Mandiri, Pom Bensin, Kantor Kecamatan dan Kantor Kelurahan) sebelum akhirnya finish di Pantai Depok.

Dan kita mengawali perjalanan panjang ini dengan begitu menyenangkan teman. Alhamdulillah, HP Nokia adik saya sudah kembali benar, jadi selama perjalanan, saya pasang headset dan mendengarkan rekaman Juz 30. Alhamdulillah, semoga bisa hafal nantinya. Bukankah alah bisa karena biasa? Yah, daripada bengong sepanjang perjalanan kan? Fuih, empat surat yang benar-benar belum saya hafal harus dapat saya hafalkan selama perjalanan ini. Bismillah.

Nah, pitstop pertama, kedua, dan ketiga, lancar. Fotocopy kuesioner menghabiskan dana 9.000 untuk sepuluh copy-an, Bensin Premium pun saya isi 15.000, sedang ATM Mandiri, dengan amat sangat terpaksa harus saya ambil 200.000. Fuih, sedang pitstop keempat saya di Kantor Kecamatan berakhir sukses, surat tebusan tersampaikan dan tinggal pastikan lagi minggu depan kata bapak-nya. Nah, sedang pitstop kelima di Kantor Kelurahan statusnya masih pending, karena kantor sudah tutup (insyallah besok pagi saya akan kembali). Dan sebelum akhirnya saya finish, saya pun berhasil melobi dua penjaga pintu retribusi obyek wisata Pantai Depok. Yah, alhamdulillah, Allah dengan begitu mudahnya membalikan hari mereka untuk mengikhlaskan diri saya tidak membayar retribusi selama penelitian.Yah, kata dua bapaknya itu, mereka sih tidak masalah, tapi itu kalau mereka yang jaga, kalau yang lain, yah, saya pun harus melobi kembali. Hmm, penghematan 3.500 yang cukup lumayan saya pikir.

Oke, saya pun tiba kembali di Pantai Depok yang begitu nostalgic ini. Sungguh, luar biasa teman penelitian saya ini. Dan di 10 Februari 2009 ini, saya berhasil mendapatkan dua responden kembali. Ah, akan lebih menarik kalau saya ceritakan secara terpisah, tentang Kisah Mbak Darti dan Balada Mbah Budi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s