Hari Kedua

Yah, inilah hari kedua saya berada di Pantai Depok secara berturut-turut. Hmm, akhirnya saya memili untuk tidur di luar saja teman. Ada bale-bale yang kosong untuk ditiduri. Huah!! Mungkin karena saya sudah benar-benar lelah, saya sudah tidak peduli lagi akan dimana saya tidur. Maka, saya pun melantunkan doa, “Ya Allah, dengan nama-Mu aku hidup, dan dengan nama-Mu aku Mati”. Dan alhamdulillah, tepat sebelum Subuh, saya sudah terbangun.

Fuih, saya pikir istirahat sekitar empat jam ini cukup teman. Mari kita lanjutkan hari kedua penelitian ini segera. Maka setelah kembali dijamu dengan sarapan mie plus nasi ala pengungsi, saya pun pamit kepada Mas Bin, Mas Agus dan temannya untuk berangkat ke Pantai Depok, kembali menuntut ilmu teman. Tapi sebelumnya, saya singgah sejenak di Kantor Kelurahan Parangtritis untuk menyerahkan surat izin, dan karena sedang ada rapat, maka saya harus kembali menyelesaikan urusan ini besok Kamis di hari ketiga. Yah, baiklah!

Dan kembali, saya melobi pihak retribusi untuk tidak dikenakan biaya masuk kawasan wisata, dan alhamdulillah, para penjaganya begitu respect, “Oh, gak apa-apa Mas kalau mau penelitian, masuk saja. Tapi mungkin kalau yang menjaga bukan saya, Mas-nya ijin saja lagi”. Wah, senang sekali saya mendengar jawaban bapaknya ini. Oke deh pak! Matur nuwun!!

Nah, dan hari kedua ini sungguh mengagumkan teman! Saya dapat empat responden, bahkan tiga diantaranya adalah pemilik warung makan juga. Alhamdulillah. Yah, kunjungan ke Mbak Srie, Mbak Asih, Arka Sefood dan Dik Bagong begitu seru dan menarik. Beda kalau kata teman saya, Robi. Kalau kata teman saya Mujin, luar biasa. Ah, tapi memang sungguh berkesan teman (maka saya akan menceritakannya satu persatu nanti). Dan menjelang Maghrib, saya pun mengakhiri hari kedua yang begitu gerimis ini dengan bermalam di rumah Mas Andi, salah seorang teman PKS-nya Mas Bin.-

Hmm, rumah Mas Andi ternyata penuh dengan amunisi kampanye teman, sungguh politis (maklum, caleg). Ah, tapi saya tidak mempermasalahkan hal tersebut. Saya malah kepikiran dengan Pak Juno yang tidak kunjung berjodoh dengan saya. Dua kali saya SMS beliau, tidak dibalas. Berkali-kali saya singgah ke kantor TPI, tapi ternyata sepi. Hmm, bersabarlah teman, nanti saya akan bertanya dengan teman saya yang pernah berhubungan dengan Pak Juno aja deh (kali aja ada tips and triknya gitu). Nah, di rumah Mas Andi inilah saya akan bermalam. Dan setelah Maghrib, saya mandi. Lalu setelah mandi, Isya. Dan setelah Isya, huah!!! Saya ngantuk banget teman. Sungguh, saya ingin segera tidur, tapi akhirnya saya memilih untuk melawan rasa kantuk itu dengan membantu Mas Andi masang rontek-nya Ust. Kholid, calon anggota DPD Jogja. Yah, bersama saudaranya Mba Vita dan salah seorang kader lokal, kami berempat pun memasang puluhan rontek yang telah dipersiapkan. Cepat dan tidak pakai lama. Dan efeknya pun terasa sekarang teman, rasa kantuk saya perlahan menghilang. Yah, semoga saya mampu menyelesaikan empat cerita saya di Pantai Depok hari ini sebelum akhirnya saya benar-benar tertidur. Alhamdulillah, hari kedua ini pun usai. Allahu Akbar!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s