Kisah Mbak Darti

Hmm, ini bukan kisah tentang TKI yang terdampar di Pantai Depok. Hmm, ini juga bukan kisah tentang wanita yang malang akibat kekerasan dalam rumah tangga. Yah, ini tuh masih seputar penelitian kalee! Yaps, inilah kisah tentang responden ketiga yang berhasil saya wawancarai, inilah sedikit kisah dari RM Mbak Darti.

Nah, semuanya bermula sejak saya membeli seekor ikan Bawal seharga 4.000. Yah, selanjutnya ada seorang wanita pengolah hasil perikanan yang menawarkan jasanya. Dan oke! Saya bersedia, karena jasa untuk mengolah ikan mentah tersebut menjadi ikan bakar yang siap disajikan hanya 2.000 saja. Dan lagi, warung makannya juga belum saya wawancarai koq. Hmm, bismillah, inilah responden ketiga saya!

Dan ternyata memang menarik menarik episode wawancara kali ini teman. Setelah puas menyantap Ikan Bawal Bakar plus nasi dan lalap (nasi dan lalap harganya 7.000), saya sempat gamang, bingung dan ragu. Fuih, biasalah, nervous gitu deh. Tapi kalau kagak dipaksa, penelitian saya yah kagak bakal selesai atuh! Maka, jadilah saya memaksakan diri untuk mewawancarai salah satu juru masak yang ada di RM Mbak Darti ini. Dan dari dua orang yang ada, akhirnya terpilihlah Mbak Tini (karena Mbak Tini sudah berumah tangga), sedang Mbak Tati karena belum menikah, akhirnya hanya membantu Mbak Tini menjawab. Yah, dan ternyata, kedua mbak-mbak ini usianya lebih muda daripada saya. Waduh! Kesannya saya jadi nampak tua nih. Ah, tapi saya tidak mempermasalahkan hal tersebut, karena ternyata, kedua mbak-mbak ini mengajarkan banyak hal kepada saya. Yah, terutama sikap untuk selalu semangat, ceria, tersenyum dalam menjalani hidup. Hmm, benar juga sih, hidup ini sudah terlalu berat untuk dipikirkan secara negatif. Dan alhamdulillah, saya menemukan hikmah itu disini, siang menjelang sore ini, di RM Mbak Darti.

Ah, matur nuwun buat mbak-mbaknya yang sudah mau berbagi keceriaan dalam menjawab pertanyaan saya yang begitu banyak ini. Yah, salam buat Mbak Darti yang punya warung! Dan kalau teman ingin berkunjung kesini, maka silahkan saja menuju ke warung yang terletak paling timur ini. Yah, saya tidak akan pernah lupa teman, disinilah saya pernah mendengarkan kisah Mbak Darti 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s