Kunjungan Beberapa Teman

Eh, ternyata 12 Februari ini belum benar-benar berakhir teman. Saat saya menuju parkiran, nampak salah seorang teman saya baru saja tiba, kemudian menyusul dua orang, dan selanjutnya tiga orang. Wuah!!! Seperti musafir yang menemukan oase, akhirnya saya bertemu kembali dengan teman-teman seperjuangan saya di FORSALAMM teman. Ada Uda Riko, Bang Jaya, Mas Edi, Irma, Ayun dan Yuni (hmm, maaf kalau hanya kenal nama saja). Ah, kunjungan beberapa teman ini terasa begitu menyejukkan teman. Hmm, bisa nambah satu responden lagi nih kalau begitu. Yah, gak jadi pulang deh, karena akhirnya saya memutuskan untuk membersamai teman-teman dengan latar belakang da’awi ini.-

Yups, ditemani dengan suasana mendung dan hujan gerimis, saya pun menemani rihlah mereka. Sayangnya, mereka memutuskan untuk makan di warung makan yang sudah saya singgahi, RM Bu Asih yang terkenal profesional. Yah, saya mungkin belum berjodoh dengan responden keempat kali di hari ini, mungkin juga responden kesebelas itu masih disembunyikan Allah di lain hari. Ah, berpikir positif sajalah dan nikmati kebersamaan bersama teman-teman ini.

Hehehe, saya yang memiliki amanah di BIMO-FORSALAMM jelas tidak akan melewatkan liputan mengenai rihlahnya beberapa teman saya ini. Ooo, ternyata mereka memang sering rihlah bareng toh. Kata si Jaya, rihlah itu perih dan lelah. Wakakakak, lucu banget lu ‘Jay! Dan tidak hanya Jaya saja yang lucu ternyata. Uda Riko yang biasa memimpin doa di acara-acara FORSALAMM ternyata juga begitu narsis teman. Tidak ketinggalan si Edi yang mantan ketua Jamaah Shalahuddin (JS) itu. Dan mbak-mbaknya, waduh, afwan jiddan, aye gak begitu kenal.

Hmm, ternyata kehadiran saya sebagai orang BIMO benar-benar dimanfaatkan oleh mereka teman. Saya diminta untuk mengambil foto bersama mereka. Yups, FORSALAMM Bidang Da’awi take picture together (hehehe, kalau diomelin Ustadz saya berlepas diri yah). Dan saat makan pun saya dengan amat sangat terpaksa harus menolaknya, karena memang saya sudah gak mau makan ikan lagi hari ini hingga Senin depan. Jadilah saya hanya minum Es Jeruk dan mendengarkan mereka ngobrol (hehe, tumben gak syuro). Yups, saya pun mendapatkan banyak informasi gak penting disini. Mulai dari cerita misteri ala Uda Riko, sejarah Grobokan dari Mas Edi, hingga kisah Babi Ngepet yang diceritakan dengan begitu lucu oleh Bang Jaya. Hmm, bener-bener gak penting teman. Tapi ada satu informasi penting yang aa dapat dari kunjungan mereka sih ‘Jar. Hmm, menurut si Ayun atau Yuni yah, buah Jeruk itu atau buah-buahan sebaiknya dimakan sebelum makanan besar, bukan sebagai penutup. Yups, informasi yang cukup penting saya pikir dan penjelasannya juga ilmiah koq.

Dan terakhir, selesai makan dan selesai Uda Riko memberikan beberapa informasi kepada teman-temannya itu (termasuk saya gak yah?), kita pun memutuskan untuk kembali ke Jogja. Hmm, rencana awal kita untuk Maghrib dan Isya di Jogokaryan pun batal, karena sesaat sebelum kita meninggalkan Pantai Depok, adzan Maghrib berkumandang menggema di Masjid Nurul Bahr. Dan kita pun shalat dulu, lalu konvoi kembali ke Jogja dengan ditemani gelap malam dan hujan yang cukup deras. Ah, semoga kita semua selamat sampai tujuan, apalagi saya yang motor Satrianya tengah terluka (rantai motornya udah kering banget nih). Amin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s