Lesehan Mbak Eni

Dan responden saya yang ketiga juga memberikan pengalaman yang lain daripada yang lain. Ah, sungguh sempurna tiga responden saya hari ini. Ketiganya memberikan mozaik yang berbeda. Dan akhirnya menjadi satu kesatuan yang utuh. Bagus bener semuanya. Rencana dari Allah memang gak ada yang pernah tahu teman, seperti sekarang, saat saya berada di Lesehan Mbak Eni.-

Nah, berhubung dua ekor ikan bawal saya sudah dibakar semua, maka saya harus kembali mabok kelapa teman! Untuk kali keduanya dalam satu hari, saya menggunakan strategi KLAMUD. Dan yang biar gak bosen juga, saya pun memilih responden di sebelah timur pantai. Pertama di belakang pasar, kedua di barat pantai, dan sekarang di sebelah timur teman. Hmm, setelah observasi singkat, saya pun memutuskan untuk nyicip es kelapa muda di Lesehan Mbak Eni. Dan disinilah snow ball efect itu semakin membesar dan membesar teman.

Yee! Saya dapat banyak informasi dari si ibu ini. Hmm, jadi disini juga ada paguyuban pagi para pengolah hasil perikanan teman. Dan Mbak Eni ini adalah bendaharanya loh! Sekretarisnya itu yang punya Mina Boga, sedang ketuanya sendiri adalah Pak Nono, pengusaha bisnis pernikahan yang juga pemilik RM Narotama. Hmm, dua-duanya belum sempat tak kunjungi nih. Insyaallah segeralah. Dan suami si ibu juga kerja di SAR Parangtritis bersama suaminya Yu Harti. Hmm, ini juga harus saya wawancarai teman. Yups, selain Pak Juno si ketua TPI the most wanted person (wah, istrinya ternyata penjual ikan juga lho), nampaknya saya juga harus ngobrol sama ketua Koperasi Mina Bahari 45-nya deh. Fuih, ternyata berurusan dengan para birokrat sulit yah. Tapi saya tidak akan menyerah pada sebuah kesulitan teman. Gak akan dan gak bakal! Nothinglah kayak beginian buat seorang Panji!!! Hehehe, bukan bermaksud sombong, tapi saya hanya menyemangati diri sendiri aja sih. Ya Allah, bantulah hamba-Mu ini.

Selain itu, saya juga baru tahu kalau di kawasan TPI sini ada tiga arisan teman. Dua arisan untuk para bakul ikan tiap hari Minggu dan satu arisan 5.700.000 tiap Senin. Di TPI ini juga selalu diadakan pengajian tiap sebulan sekali (Selasa apa Jumat yah? Saya lupa teman). Fuih, udah dulu ah wawancara hari ini. Hhh, sayang juga sih gak dapat 4 responden, tapi biarlah, bukankah penelitian sosial itu tidak sekedar wawancara dengan mengacu pada kuesioner? Bukan pula terbatas pada 40 responden utama! Yah, penelitian sosial haruslah didapatkan soul-nya. Gak bisa singkat sih sebenarnya, apalagi hanya satu bulan seperti saya ini, hehehe, tapi untuk hal ini ada pengecualian teman. Yaps, dari Lesehan Mbak Eni, shalat Ashar dulu di Nurul Bahr dan kembali ke rumahnya Mas Bin dan sekeluarga (wih, tumben banget nih saya sudah kembali sebelum Maghrib).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s