Mbak Ririn

Hmm, untuk responden yang kedua ini saya sempat bingung teman. Berputar berkali-kali, jalan bulak-balik timur-barat, koq tetep aja yah masih banyak warung makan yang belum saya singgahi. Ah, sudahlah, lebih baik kita berpikir positif dan segera melanjutkan makan siang di RM Mbak Ririn yang terletak di sebelah timur pantai.-

Hei! Di warung ini ternyata ada dua anak kecil yang sedang bermain kartu, Rani dan Deni namanya. Oh, ternyata ini anak ibu yang nge-jaga-in warung ini toh. maka jadilah saya ngobrol sama dua adik kecil ini barang sejenak dan mengabadikan gambar mereka. Wuah!! Cerianya anak kecil ini. Dan keakraban mereka, ah, saya jadi ingat adik saya. Hhh, nanti sajalah saya bercerita tentang fajar yang telah terbenam itu, jangan bersedih sekarang yah ‘Nji!!!

Nah, di warung makan yang cukup PW (Posisi Wuenak) dan nyaman ini, ternyata sambalnya begitu nikmat teman. Lalapan lengkan dan plus kobokan buat cuci tangan. Maka sengaja saya meminta si ibu untuk membakar satu Nila dan menggoreng tiga sisanya. Ah, sayang sekali saya hanya menikmati kenikmatan ini sendiri. Yah, habis mau bagaimana lagi, namanya juga riset kuliner. Tugas akhir sambil makan-makan.Hmm, nikmat sangat!

Selanjutnya mudah saja ditebak teman, sambil makan saya selalu mengatur strategi bagaimana memulai percakapan dengan responden. Hmm, tidak mudah namun juga tidak sulit. Lebih tepatnya tergantung mood juga sih. Dan ketika keinginan untuk bertanya itu sudah memuncak, saya pun memberanikan diri untuk bertanya, bismillah!!!

Dan dari ibu yang satu ini saya jadi tahu banyak hal tentang kehidupan seorang ibu teman. Hmm, tapi ibunya kalau saya lihat memang agak pendiam. Fuih, untung saja ada dua anaknya yang masih kecil-kecil, sehingga suasana pun tidak basi apalagi garing. Hmm, sebetulnya saya bisa saja mengabadikan gambar si ibu sekeluarga teman. Kebetulan ada suami dan dua anaknya di warung itu. Yah, tapi sayang seribu sayang, saya lagi malay (red. super duper malas) untuk sok asik memfoto mereka. Dan untuk jasa mengolah ikan serta nasi plus lalapan, total semuanya adalah 9.000. Hmm, tapi jujur teman, saya begitu menikmati satu nila bakar dan satu nila goreng berpadu sambal kecap dan merah (entah sambal terasi, entah tomat) ini. Wuah! Enak banget dab makan di Mbak Ririn!!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s