DUKA TEYE

Teman, seperti saya dulu pernah berjanji untuk bercerita tentang fajar yang telah terbenam, maka inilah saatnya. Sungguh, kali ini saya menemukan duka di Warung Makan Teye. Ya Allah, benarkah ini semuanya?-

Berawal sejak saya membeli setengah kilo ikan bawal darat isi tiga seharga 10.000. Saya tidak pernah menyangka akan bersua dengan kenangan yang begitu menyakitkan. Yah, ketika ada seorang ibu yang menawarkan saya untuk makan di warung makan Teye, saya jelas tidak menampiknya karena memang saya belum singgah kesana. Ah, walaupun ternyata terjadi miss komunikasi disini. Tidaklah mengapa teman. Hmm, saya jadi belajar untuk selalu memastikan pesanan sepasti-pastinya. Yups, diawal saya memesan kepada di ibu yang menawarkan jasanya itu untuk membakar satu ekor ikan bawal saja, jangan semuanya. Dan memang saya sudah menyusun rencana untuk dapat mewawancarai 4 responden hari ini. Pertama hanya makan ikan bawal ini tanpa nasi. Kedua makan ikan bawal bakar plus nasi. Ketiga minum es kelapa muda. Dan keempat minta tolong dibakar saja ikannya lalu dibungkus. What a great plan I think!!! Sebelum akhirnya, rencana saya gagal total. Ternyata memang benar kalau Allah adalah penentu segala kuasa, dan saya memang hanya bisa berencana. Ah, tapi saya akan menemukan hikmahnya nanti teman. Segera.-

Hmm, ikan bawal darat memang enak teman. Hmm, tapi nampaknya ada yang aneh dengan rasanya (tapi saya tidak bisa menjelaskannya karena memang saya tidak tahu teman). Hmm, sambalnya juga kurang nampol teman karena hanya kecap dan sedikit cabai yang diiris. Dan harga yang harus saya bayarkan untuk segelas es teh, nasi, lalap, sambal kecap dan jasa membakar ikan relatif mahal, 10.000 teman. Ah, sungguh sayang sekali. Bahkan duka di Teye semakin bertambah parah saja teman. Ya Allah, kali ini bahkan benar-benar membuka luka lama teman. Perih. Pedih. Sedih.

Ketika saya memulai percakapan dengan responden saya yang hanya berstatus sebagai karyawan, si ibu pemilik warung makan ini juga ikut nimbrung ternyata. Hmm, semakin menarik teman. Apalagi setelah saya tahu kalau responden saya juga memiliki anak yang bernama Panji. Wuah!!! Namanya koq bisa sama kayak saya yah. Hhh, jadi pasaran deh. Tapi bukan itu yang membuat saya bersedih teman. Duka itu bermula ketika saya malah ngobrol lebih banyak dengan si ibu pemilik warungnya. Hiks, hiks, sayang sekali saya kurang pandai berbahasa Jawa. Semuanya ini berawal dari satu nama, Teye. Yah, saya penasaran pada nama warung ini, kenapa diberi nama Teye. Dan mulailah si ibu bercerita tentang asal muasal nama itu. Duka di Teye itu pun bermulai kawan.-

Jadi saya baru tahu kalau Teye adalah singkatan nama dari si pemilik warung. Dan kalau saya tidak salah menerjemahkan, Teye ini adalah menantu si ibu. Dan sedihnya, Teye itu sudah tiada teman. Beliau telah meninggal karena sakit. Dan tahukah apakah sakitnya itu? Ketika si ibu berkata bahwa Teye meninggal karena GBS, saya langsung teringat fajar yang telah terbenam. Penyakit yang sama. Penyakit langka yang menyerang begitu saja tanpa aba-aba. Penyakit yang telah merenggut nyawa Teye dan adik saya, Fajar Arohman. Ya Allah, kenapa saya harus mengetahui kenyataan ini. Apalagi ketika si ibu bercerita, beliau nampak sangat terpukul. Mata beliau berkaca-kaca. Ya Allah, sepertinya Engkau ingin mengingatkan saya kembali tentang kehidupan setelah mati. Ya Allah, saya seperti tersadarkan kalau dunia ini hanya persinggahan sementara saja. Maka luruskan kembali niat ini teman. Menuntut ilmu untuk kemuliaan akhirat, karena bukankah ilmu yang bermanfaat akan memberikan pahala yang mengalir terus menerus. Untuk adik saya Fajar yang saya cintai karena Allah, Depok’s Diary ini sengaja aa susun. Ya Allah, doa saya sederhana, izinkanlah hamba-Mu ini bersua dengan adiknya di hari akhir nanti. Amin.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s