Bagus Jati P ; Selamat Jalan Akhi…

Aslm. Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Telah berpulang ke rahmatullah, saudara kita, BAGUS AJI P., Menteri Aksi & Propaganda BEM KM-UGM 2009 (FKT’05), Rabu 25 Februari 2009 pada pukul 22.45 WIB di ICU RS Sardjito. Doakan agar beliau diterima disisi Allah dan dipermudahkan hisabnya di akhirat. Amin.

Ya Allah, padahal belum sempat saya membesuknya, tapi Engkau mungkin memang lebih berhak atasnya dan tentunya Engkau pun lebih mencintainya. Maka, kali ini saya hanya bisa berdoa agar Engkau melapangkan kuburnya dan meneranginya kuburnya selalu.

Ya Allah, saya memang belum pernah berinteraksi dengannya. Mungkin kalau tidak salah, Bagus itu teman kosnya Robi KT’04 dan Wisnu (Presiden Partai Bunderan 2008/2009). Yah, itu pun sudah hampir setahun silam. Tapi saya memang lebih banyak mengenal beliau dari teman-teman kehutanan lainnya. Dan semua informasi yang saya dapat mengenai seorang Bagus hanyalah tentang kebaikan amalnya (semoga amalan ini akan menjadi saksi baginya di Yaumil Akhir nanti).

Ya Allah, informasi terakhir yang saya dapat tentang beliau pun sungguh menarik teman. Jadi awalnya sebelum Bagus menjadi Menteri AksPro BEM-KM 2009, nominasi lainnya adalah Mujib yang notabene adalah teman serumah saya. Tetapi kemudian karena satu dan lain hal, Mujib tidak jadi dan Robi yang kebetulan seruman dengan saya dan Mujib akhirnya merekomendasikan nama Bagus sebagai pengganti Mujib. Hmm, track record Bagus sebagai Menteri saat Robi menjadi Ketua LEM KT cukup bagus, maka Robi tidak ragu lagi untuk mengusulkan nama Bagus kepada Qadarudin cs. Dan tidak pakai lama, Qadarudin cs. pun segera melobi Bagus yang saat itu sedang KP, dan berhasil.

Nah, yang lucunya, sebelum akhirnya Bagus mengiyakan amanah Menteri itu, beliau menelepon Robi dan meminta saran darinya. Ah, Bagus, Bagus, ternyata dia tidak tahu kalau yang merekomendasikan namanya adalah Robi, atau sebenarnya dia malah sudah tahu, tapi tetap butuh nasehat dari seniornya dulu. Subhanallah deh. Saat itu saya hanya berpikir, inilah tipikal seorang Jundi yang taat, yang siap untuk berjuang dimanapun dan kapanpun. Maka ketika ada amanah yang diberikan kepada beliau, tidak ada jawaban lain, selain “Saya dengar dan saya taat”.

Ya Allah, semoga Engkau mempertemukan beliau dengan adik saya di Jannah-Mu. Semoga teriakan lantangnya menyerukan kebenaran saat aksi menjadi saksi bahwa inilah da’i yang senantiasa menyeru di jalan-Mu. Semoga setiap pekikan takbir yang dikumandangkannya akan selalu menjadi penyemangat bagi kita untuk senantiasa berjuang, hingga ajal kan menjemput. Selamat jalan Akh Bagus, doaku menyertaimu selalu.

Gedung Sosek, 26 Februari 2009
Untuk Saudaraku…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s