Memory

Hmm, baru kali ini kunjungan saya sesuai dengan perencanaan. Yups, untuk responden yang ke-20 ini saya kembali menggunakan strategi KLAMUD. Hmm, tapi kali ini tidak sendirian teman, kali ini saya bersama tiga orang dari BIMO-FORSALAMM. Yah, karena di awal saya sudah tidak mengikuti jalannya syuro, maka saya pun agak kesulitan menyamakan frekuensi dengan teman-teman yang lain.

Fuih, ternyata ada banyak masalah yang belum diselesaikan teman-teman BIMO. Mulai dari Inspiratif yang melibatkan semua personil di BIMO, Mardliyah FM yang menjadi tanggungannya Hafidh, saya yang berkutat dengan UGEEM.COM, hingga tugas sekretaris dan bendahara yang masing-masing diampu oleh Adist dan Hafidh. Fuih, banyak juga ternyata pekerjaan rumah yang harus diselesaikan BIMO.

Nah, ada juga cerita seru di warung makan Memory ini teman. Hmm, ternyata 4 kelapa seharga 28.000 (lebih mahal 1000 nih), terlampau tua teman. Susah banget makan daging kelapanya. Asem! Keras banget dab! Sory ‘Fidh, ‘Dist, ‘Shih kalau kalian harus bekerja keras untuk makan kelapa ini. Yah, hitung-hitung melatih kekuatan otot tangan juga sih. Oke, lanjutkan lagi syuronya deh.

Dan akhirnya tepat ketika Ashar, mereka bertiga harus pamit segera. Yah, saya maklumlah dengan mereka, aktivis dakwah gitchu loh (hehehe). Afwan nih kalau saya gak bisa include di syuro kali ini, afwan juga kalau suguhannya kurang memuaskan kalian, syukron atas kehadiran dan silaturahim kalian semua di Pantai Depok ini, doakan saya agar penelitian ini lekas selesai. Ditunggu lho edisi special inspiratifnya!!!

Oya, saya belum bercerita tentang ibu pemilik Memory ini yah. Hmm, informasinya standar sih. Ibunya tergolong pendiam, talk less do more nih kayaknya nih ibu yang yang satu ini. Tapi yang membuat saya kaget, ternyata si ibu adalah anak dari Pak Wardi, pemilik RM Mbah Darti yang menjadi pelopor warung makan di Pantai Depok. Dan ternyata beliau juga sedang berusaha menyelesaikan proyek besarnya teman. Hohoho, ternyata si ibu sedang membangun Memory Part II di sebelah utara pantai. Tuh kan bener, si ibu ini hanyut-hanyut mendiamkan eh diam-diam menghanyutkan ternyata.

Oke, sudah dulu yah! Kalau kelamaan disini nanti saya takut tenggelam (maksud loe!?!). Hmm, lagipula saya belum shalat Ashar nih. Yuhu, satu memori di Pantai Depok kembali bertambah teman, kali ini bahkan titelnya sungguh menarik, Memory…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s