Oleh-Oleh dari Kokap part I

Subhanallah, Alhamdulillah, AllahuAkbar!!! Wuah!!! Gw gak bakal nyangka dapat pengalaman yang begitu mengesankan dari PEMILU ini. Hmm, tadinya gw kira ini semua bakal berjalan norma, sesuai rencana dan aman, damai serta terkendali, tapi ternyata… seperti yang Mujib dan Roby bilang, oleh-oleh dari Kokap ini sungguh beda, luar biasa dan mengagumkan teman!!

Nah, seperti gw dulu pernah janji di postingan terakhir gw, maka sekaranglah saatnnya buat gw untuk melaporkan ceritanya. Yah, tapi sayang, tidak langsung dari Gunung Kidul, karena ternyata manusia memang hanya bisa merencanakan, tapi Allah SWT yang menentukan. Jadi beginilah ceritanya…

Oke, semuanya bermula dari Masjid Mardliyah. Yah, masjid ini sudah cukup terkenal di kalangan aktivis dakwah kampus tepatnya. Nah, dari sinilah sebenarnya gw akan berangkat ke Gunung Kidul untuk menjadi saksi tepatnya. Gw udah janjian ama Rezalino untuk membantu beliau. Hmm, tepatnya di daerah Rongkap klo gak salah. Hmm, udah mau nyampe Wonogiri apa Wonosobo yah katanya. Pokoknya jauh banget dah yang pasti. Dan lagi, kita berangkatnya malem-malem. Ckckckck.

Fuih, kita yang harusnya berangkat jam setengah enam menjelang maghrib, akhirnya maghrib dulu di Mardliyah, terus ke DPW dulu (tentunya kalian udah pada tau DPW partai apa…). Dan dari sanalah, kita akan dilepas langsung oleh ketua DPW (hehe, gak ding, gak penting banget yah). Hmm, rombongan bermotor kali ini pun banyak banget teman. Hmm, mungkin ada sekitar sepuluh motor. Ada Abe, Abi KU 2008 (temennya Sinyo), anak-anak MIPA kayak Ilham, Iding, dkk (hmm, kayaknya mtr-nya Rezalino smua nih), Rio Farmasi, Ade Kehutanan dan masih banyak lagi sisanya, gw lupa dan gak hapal semua.

Nah, sesampainya di DPW, gw pun harus mendengar kabar yang begitu mengejutkan teman. Shock gw dibuatnya. Impiannya gw hancur. Klo kata Tip-Ex, “Lepas semua angan tinggi melayang”. Wuah!!! Gw harus dipisah dari rombongan Gunung Kidul-nya si Rezalino. Hiks8x. Masak gw sendirian sih. Tega nian. Klo kata Afgan, “Harus sadis caramu.” Hhh, kata orang Gunung Kidulnya, udah cukup saksi yang dibutuhkan, dan kata si Rezalino, dua orang dari rombongan ini kudu dipisah, dan setelah dikroscek, ternyata yang belum terdaftar disana adalah saya dan Iding. Huah!!! Akhirnya dengan hari yang lapang, ikhlas, bercampur sedih dan mungkin bingung, kita berdua disuruh menemui Hanief dan menanyakan akan dikirim kemana selanjutnya. Hiks8x. Masih sedih nih.

Hingga akhirnya, kita pun harus pasrah untuk diasingkan ke daerah Kokap, Kulon Progo. Duenks! Dimana lagi tuh tempatnya. Gw juga baru denger lagi. Ada gak yah di peta? Hanya berdua sama si Iding lagi. Aduh2x. Piye iki? Jujur, gw sih gak masalah ditempatin di mana aja. Lha wong jundi mah kudu siap untuk melaksanakan perintah mas’ulnya. Maka ketika kita berdua siap untuk berangkat, kita pun dapet banyak kemudahan. Katanya nanti PJ disana adalah Reza Perdana, terus kita juga bareng sama anak Pascasarjana, dan lokasinya itu, katanya sih deket Waduk Sermo. So, gak perlu pikir panjang, kita bertiga (saya, Iding dan Pak Efran –anak Pascasarjana yang dimaksud- ) berangkat menuju Kokap yang entah lokasinya itu ada dimana….

2 thoughts on “Oleh-Oleh dari Kokap part I

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s