My Lovely DPA

Selasa sore, gw memutuskan untuk ngadep DPA 1 gw. Hmm, sesuai jadwal menurut gw, tapi ternyata tidak menurut DPA gw. Desh! Dalem bgt tuh! Baru bertatap wajah aja gw udah gak mood nih, pertanda buruk, firasat gw udah gak enak. Jeng-jeng-Jeng!!!

“Ini mah udah kesorean ‘Nji”
“Lah, kan SMS-nya selasa sore”
“Tapi ini udah sore banget, saya juga udah capek kalee”
“Yah, baiklah”

Jadi saudara-saudara, telah terjadi miss persepsi tentang sore itu seperti apa. Gw kan hanya based on jadwal yg dikasih ibunya, jadi klo selasa sore, yah menurut gw setelah jam 3 baru dibilang sore. Dan karena Ashar jam 3, yah gw shalat dulu atuh. Jadi gw baru ngadep yah jam 3 lewatanlah. Masih sore juga kan?

Oke, tapi itu menurut gw. Tapi menurut DPA gw yah, sore itu setelah siang (catet, itu masih bener). Dan itu dimulai sejak setengah dua. Hmm, bagus. Gw ngalah aja dah. Lagipula salah gw juga kagak SMS sebelumnya. Hancur remuk deh gw sebelum perang dimulai. Duar!!!

Tapi itu baru awalan teman, karena setelahnya abis gw dibantai DPA 1 gw ini. Argh.. Tidak…

“Akan, itu kan klo baru proposal penelitian, tapi ini data kan udah kamu dapet. Jadi koq masih pake kata akan sih!”

“Garis miring [/] itu tidak baku dalam penulisan ilmiah, tolong hilangkan. Apa pula artinya ‘atau’ itu? Nah, klo ‘dan’?”

“Kalimat ini mana subjeknya? Inget, S-P-O?”

“Baca satu halaman demi halaman, masak saya jadi korektor!”

“Jadi sarjana tuh harus mampu berpikir runut, sistematis dan terstruktur! Tidak mudah memang! Jadi maaf klo saya agak otoriter terhadap saudara”

“Analisis data yang saudara tampilkan juga belum tajam, hanya sebatas menarasikan tabel, pembahasan dan eksplorasinya masih kurang”

“Menurut DPA 2, saudara juga kurang intens dalam konsultasi dengannya, padahal beliau itu akan membantu saudara dalam teori sosialnya nanti”

“Argumen saudara dapat sekali dibantahkan! Kenapa hanya lima faktor ini yang diangkat? Apa alasannya?”

Dan gw hanya bisa terdiam, menjawab sesekali, itu juga kagak bener semua. Parah. Sakit. Pelan sih emang, tapi dalem. Yah, tapi bukankah berarti DPA 1 saya masih peduli sama saya, sama seperti seorang ibu yang melarang anaknya yang sedang flu untuk minum es, bukankah begitu filosofinya teman?

Royan Room, 7 Mei 2009
Akhir Mei 2009 tetep kudu ujian, gw pasti bisa!!!

2 thoughts on “My Lovely DPA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s