Untuk Saudaraku, Dias Nadi Utama…

Innalillah wa inna ilaihi rajiun. Tlah meninggal dunia saudara kita akhina Diaz (Kehutanan 2006). Mohon dapat ke Fakultas Kehutanan malam ini. Tolong doakan beliau, dan sebarkan ke ikhwah yang lain. Jzk.

Ya Allah, ketika iman saya sedang rapuh, Allah langsung saja menegur saya dengan sebuah nasihat kematian. Sungguh, sebuah teguran yang sangat dalam bagi saya. Dan pesan ini kembali mengingatkan saya bahwa kematian itu adalah hal yang paling dekat dengan kita. Semoga saya bisa belajar dari syahid-nya akhina Diaz, insyaallah.

Diaz. Ketika saya menerima pesan ini, jujur saya lupa, orangnya yang mana yah? Tapi jujur, sepertinya saya memang pernah berinteraksi dengan beliau, namanya begitu familier dengan saya. Maka, malam itu juga saya pun segera ke Masjid Fakultas Kehutanan, untuk mengetahui segala hal terkait berita ini.

Dan memang ikhwah di Kehutanan tengah diuji oleh Allah SWT. Belum lama juga, Akhina Bagus Aji, juga mengalami kecelakaan hingga akhirnya dipanggil Allah SWT (semoga Allah menerima amal ibadahnya). Dan sekarang, akhi Diaz pun mengalami hal yang sama. Sungguh saya benar-benar ingin tahu, apa penyebab kematiannya, dan seperti apa parasnya, karena saya benar-benar lupa dengan beliau.

Lalu sesampainya saya di Kehutanan. Subhanallah, sudah banyak orang yang berkumpul di Masjid ini. Jelas mereka kehilangan salah seorang kader terbaiknya, jelas mereka kehilangan saudara terhebatnya, jelas mereka kehilangan mahasiswa teladannya, dan jelas kita semua kehilangan beliau, akhina Diaz.

Hingga akhirnya saya pun tahu yang mana orangnya ketika saya ditunjukkan fotonya. Ya Allah, ternyata beliau adalah orang Cirebon yang waktu itu mengurus mutasi PEMILU dengan saya. Ternyata beliaulah orang yang penampilannya begitu sederhana dan apa adanya. Kader Kehutanan yang ceria dan pantang menyerah. Ya Allah, semoga Engkau menerima amal ibadah beliau dan membalasnya dengan Jannah-Mu. Amin.

Dan satu hal yang sungguh membuat saya bahagia. Ternyata beliau meninggal saat mencoba menolong temannya yang tenggelam di sungai. Subhanallah. Maha Suci Allah yang telah memanggil hamba-Nya dengan khusnul khotimah (insyaallah). Ya Allah, bahkan beliau mempertaruhkan nyawanya untuk menolong saudaranya, sungguh itsar yang luar biasa dasyhatnya, seperti itsar para sahabat yang mendahulukan air untuk saudaranya, hingga Allah pun menjemputnya.

Ya Allah, hanya kepada Engkaulah kami meminta dan berdoa, maka kabulkan doa saya untuk saudaraku akhina Diaz ini…

“Ya Allah, lapangkanlah kuburnya di kala sempit, terangilah kuburnya di kala gelap, jadikanlah amal ibadahnya sebagai teman sejatinya di akhirat sana, dan terimalah beliau di sisi-Mu. Amin.”

Ahad, 10 Mei 2009
Semoga Diaz bersua dengan adik saya…

Advertisements

3 thoughts on “Untuk Saudaraku, Dias Nadi Utama…

  1. panji… begitulah Alloh Yang Maha Berkehendak.

    Hal yang tiba-tiba itu pun tak dapat kita hindari. Boleh jadi suatu saat kita atau orang yang terkasih dihati kita juga akan ditakdirkan seperti ini.

    Doa kitalah yang menjadi senjata utama untuk selalu mendapatkan keselamatan dan kebahagian di dunia dan akhirat.

    Ikhtiar kita adalah dengan kuda-kuda yang kokoh. Yuk kita latihan untuk ikhlas dan tegar menjalani ketetapan dari Nya

  2. andai antum tahu…hemmm bgtu dekat diaz am kakaknya dan sungguh seketika itu. Semoga diberikan kesabran dan ketabahan bagi keluarga yang ditinggalkan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s