KEEP PRAY FOR MY BROTHER…

IMG_0327Selasa yang melelahkan. Hari ketujuh di bulan Juni, telah menjadi hari yang   melelahkan pikiran dan badan. Praktikum Dinamika Populasi Ikan pada pukul   06.00 WIB membuat saya berangkat tergesa-gesa. Saya tidak ingin telat dan   mengecewakan teman-teman. Saya juga tidak ingin telat kuliah Ekologi Perikanan  pukul 07.00 WIB nanti. Saya pun melesat cepat dengan Satria 120-R. Tetapi,   sesampainya di kolam jurusan, belum ada yang datang, semuanya ternyata telat.   Hanya asistennya yang tepat waktu, Mas Handaka, mahasiswa angkatan 2003.   Saya pun bertanya singkat padanya,

“Mas, praktikumnya nanti lama ‘gak sih?”,

“Gak sih, kita sebentar saja koq. Hanya menjaring ikan, terus diduga deh  populasinya nanti“.

Sebuah penjelasan yang menenangkan hatiku. Laporan praktikum belum saya  kerjakan sama sekali. Sedangkan deadline-nya adalah pukul 13.00 WIB nanti.  Berbagai rencana sudah saya susun dalam pikiran untuk menyelesaikan  permasalahan klasik ini, laporan praktikum.

**

Selasa yang padat. Ada tiga mata kuliah hari ini, Ekologi Perikanan, Biokimia dan Limnologi. Sesuai jadwal, pukul 13.00 WIB nanti mata kuliah terakhir baru akan berakhir. Masih ada dua praktikum pula, Biokimia dan Dinamika Populasi Ikan, juga acara NGOBRAS alias obrolan santai mengenai dunia perikanan dan kelautan yang dilaksanakan teman-teman dari Keluarga Mahasiswa Ilmu Perikanan (KMIP) selama tepat pukul 16.00 WIB nanti.
**

Suasana kuliah pagi ini terasa sepi, sepertinya teman-teman hanya menghadirkan jasadnya saja di ruang kuliah ini. Sementara jiwa dan pikiran sedang berada dalam permasalahan praktikum dan laporan. Jurusan perikanan memang terkenal dengan banyaknya praktikum dan laporan yang harus diselesaikan. Lebih berat dari perkuliahannya bahkan. Beruntung, dosen Ekologi Perikanan tengah berbaik hati pagi ini,

“Ya sudah, nanti kita kuliah sampai jam delapan saja“.

Mendengar itu, jiwa dan pikiran kembali menyatu dengan jasad, hanya untuk satu hal, menyelesaikan laporan. Maka selepas Ekologi Perikanan, saya memutuskan untuk pulang dan menyelesaikan laporan praktikum, sama seperti kebanyakan teman-teman yang lain, terutama dari program studi Manajemen Sumberdaya Perikanan (MSP). Konsekuensinya, saya nanti tidak mengikuti mata kuliah Biokimia dan Limnologi. Dua mata kuliah yang cukup sulit. Tetapi, bukan karena materinya yang sulit, tapi karena sulitnya diri mengatur jadwal yang padat ini dan sulitnya meluangkan sedikit waktu untuk mempelajarinya lebih dalam.
**

Selasa yang terik. Siang hari di kota Jogja memang panas. Apalagi saya memutuskan untuk berjalan kaki dari kos menuju kampus. Bensin Satria R-120 saya habis. Jadilah tiga puluh menit perjalanan yang menguras energi. Sinar matahari menembus langsung ubun-ubun kepala. Semakin mendidihkan pikiran dan permasalahan yang ada di kepala. Laporan praktikum yang belum diprint padahal harus dikumpulkan pukul 13.00 WIB nanti, belum lagi persiapan yang masih minim untuk Pre-Test sebelum praktikum Biokimia nanti dimulai, juga praktikum Dinamika Populasi Ikan selepas praktikum biokimia nanti, dan terakhir tentu saja tanggung jawab saya sebagai koordinator sie acara NGOBRAS yang harus memastikan pembicara dan moderator untuk acara sore nanti. Maka saya pun hanya bisa berdoa dalam hati agar semua permasalahan ini dapat teratasi,

“Ya Allah, mudahkanlah urusan hambamu ini”.
**

Selasa yang penuh tanda tanya. Selepas praktikum biokimia, saya menerima SMS dari adik saya di Jakarta, Agung namanya. Saya pun bertanya dalam hati,

“Ada apa yah, tumben banget sms ?“
**

Jakarta-Jogja, jauhnya jarak inilah yang terkadang membuat saya merasa sendiri. Jauh dari keluarga, ayah, ibu dan keenam adikku. Saya terkadang merasa bersalah karena meninggalkan adik-adik saya tanpa bimbingan. Saya tidak bisa menjadi seorang kakak yang selalu setia untuk membantu adik-adik saya, Fajar, Agung, Gusti, Endah, Bangkit dan Taufik. Saya tidak bisa menunjukkan bakti saya kepada orangtua saya secara langsung. Saya pun terkadang rindu dengan keramaian rumah, saya rindu dengan canda tawa keluarga, saya rindu dengan masakan ibu, saya rindu dengan semuanya. Walaupun terkadang suasana di rumah tidak kondusif untuk saya belajar dengan tenang, walaupun terkadang rumah selalu berantakan, walaupun terkadang pertengkaran kecil itu selalu terjadi. Saat ini, saya baru menyadari. Saat ini, saya baru merasakan jauh dari keluarga, berpisah dari orang-orang yang kita cintai ternyata terasa menyedihkan. Rumahku adalah istanaku, apapun itu. Maka saya pun hanya bisa berdoa dalam hati demi keselamatan keluargaku tercinta,

“Ya Allah, jagalah keluargaku disana“.
**

Selasa yang penuh cobaan. Dan saya hanya bisa terdiam. Terhening sementara. Bad news, adik pertama saya, Fajar, dia kecelakakaan dan sekarang sedang dalam keadaan koma di Rumah Sakit Persahabatan Jakarta. Saya mencoba berpikir positf. Saya berharap keadaannya akan membaik Saya berharap tidak akan terjadi apa-apa padanya.

“Ya Allah, cobaan apa lagi yang hendak Engkau berikan pada hamba-Mu yang lemah ini…“

Dan selesai praktikum Dinamika Populasi Ikan, saya bergegas menuju selasar audit. NGOBRAS ala KMIP selepas Ashar hanya menghadirkan jasad saya yang telah lelah, sedang ruh dan jiwa saya melayang entah kemana. Mencoba mencari kabar terakhir tentang Fajar, orang yang paling saya harapkan kehadirannya di kota Jogja. Dan ketika adzan Maghrib berkumandang. Hati kecilku kembali bertanya untuk kesekian kalinya,

“Bagaimana yah keadaan Fajar disana ?“
**

Selasa yang penuh duka. Sepulangnya dari kampus, saya terus menanti kabar dari keluarga di Jakarta. Saya ingin tahu keadaan adik saya, Fajar. Saya hanya bisa berharap dan berdoa,

“Ya Allah, lindungilah adikku, adik yang saya cintai karenaMu. Adik kebanggaan saya…“.
***

Di tengah perjalanan, setelah perempatan Galeria. Saya berhenti sejenak. Handphone saya berbunyi. Nomor telepon rumah saya tertera jelas di layar.

“Halo, assalamualaikum“, tutur suara lirih di seberang telepon sana mengawali percakapan.

“Waalaikumsalam“, jawab saya singkat.

Saya mengenal suara itu. Suara Agung, adik kedua saya yang mirip sekali dengan Fajar. Mereka berdua memang hanya berselisih dua tahun.

”Aa Panji, mamah mau ngomong”

Saya sudah tidak bisa berpikir positif lagi saat itu. Saya sedih. Saya ingin menangis.

“Halo, aa…, Fajar sudah meninggal …“, ibuku mengawali percakapan dengan sebuah berita duka, dengan suara isak tangis, dengan air mata.

Mendengar itu, saya menangis seketika. Air mata itu tiba-tiba saja menetes dari kedua mataku. Mungkin karena manusia dianugerahi akal dan nafsu. Mungkin karena manusia memiliki rasa takut kehilangan. Mungkin karena manusia merasa memiliki titipan Tuhan itu. Padahal semuanya itu adalah milik Sang Maha Pemilik. Tapi kenapa rasa itu harus ada…

”Ya Allah, semuanya adalah milikMu, kuatkanlah jiwaku dan tabahkanlah hatiku”.
***

“Aa kalau bisa pulang malam ini, karena besok pagi Fajar mau dimakamkan…“, pesan ibuku dalam percakapan terakhirnya denganku. Saya ‘tak bisa berkata apa-apa. Saya hanya bersabar dalam hati. Mencoba menenangkan diri. Mencoba mencari hikmah yang tersembunyi dari semua ini.

Selasa nestapa. Langit kota Jogja di bulan Juni ‘tak nampak indah. Gelap, yang berarti duka. Tak nampak bintang bercahaya, terhalang awan mendung pertanda duka. Tak terasa hangatnya suasana desa, hanya dingin dan hening menandakan suasana berduka.

“Ya Allah, hamba memohon rahmat dan ampunanMu di malam ini…“.

Selasa, 7 Juni 2006 telah menjadi awal sebuah kisah duka, menjadi awal dari penantian panjang sebuah kepastian, menjadi awal dari sebuah doa hambanya. Akankah fajar kembali terbit ketika nanti panji tidak lagi berkibar. Dan saya pun hanya mampu berkata,

“Keep Pray For My Brother, Fajar Arohman“

*dedicated for my lovely brother*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s