Anwar Sahid in Memoriam

Innalilahi wa inna ilaihi rajiun… Telah berpulang ke rahmatullah saudara kita, akhina Anwar Sahid 2006. Semoga diampuni segala dosanya dan arwahnya mendapat tempat tertinggi di sisiNya. Amin.

Ya Allah, berita ini sungguh mengejutkan hati hamba. Berita ini sungguh membuat hamba termenung. Hamba setengah tidak percaya ketika mendengar kabar ini. Bagaimana bisa seorang anak muda yang masih begitu belia, pada akhirnya telah dipanggil oleh Allah SWT. Berita duka yang datang justru ketika SMU 14 sedang study tour ke tanah Jogja. Ah, kematian, dia datang tanpa pernah kita tahu, dan kepergian Anwar telah memberikan saya banyak pelajaran.

Anwar, saya pernah belajar dari antum tentang makna keceriaan dalam berjuang. Anwar yang saya kenal memang begitu energik, selalu ramah tersenyum dan semangat. Walau ternyata sebenarnya beliau sakit paru-paru tanpa pernah saya tahu sebelumnya. Tidak nampak memang, di balik semua kegembiraannya dalam hidup, ternyata beliau tidak ingin teman-temannya tahu atas penyakit yang dideritanya.

Anwar Sahid, saya mengenal beliau sebagai aktivis rohis di SMA 14. Adik kelas saya saat saya kelas III. Jujur. Amanah dan apa adanya. Bahkan ketika melanjutkan sekolah di kampus IPB pun dia masih tetap berjuang tidak hanya di akademik saja, tetapi juga di amanah lembaga, amanah dakwah. Subhanallah. Dan kepergian beliau, sungguh tidak pernah terduga sebelumnya.

Anwar, antum pernah dua kali ke Jogja kan? Pertama saat UM, hanya sayangnya kita belum berjodoh pasca itu. Ah, tulisan antum di BT saya bukanlah yang terbaik ternyata, “Tetap semangat masuk UGM, insyaallah ana nyusul sebentar lagi”. Kedua saat antum ada acara di Sosek Pertanian UGM. Kita bersua barang sejenak di kampus, juga di Izzam. Tapi setelahnya tidak pernah ada kabar lagi antum. Kita hanya bisa saling mendoakan setelah perjumpaan itu.

Dan beberapa tahun setelahnya. 24 Mei 2009. Malam hari ketika alumni 14 di Jogja silaturahim dengan keluarga besar SMU 14 yang sedang study tour, berita itu datang begitu saja. Mengguncang kehangatan dan keakraban saat itu. Ya Allah, semoga ini jalan terbaik untuk akhina Anwar.

Ya Allah, maka bukakanlah pintu surga-Mu untuknya. Ya Allah, lapangkanlah kuburnya di kala sempit, terangilah kuburnya di kala gelap, dan pertemukanlah beliau dengan adik saya di JannahMu. Amin.

Jogja, 24 Mei 2009
Untuk saudaraku, akh Anwar…

4 thoughts on “Anwar Sahid in Memoriam

  1. sekitar 1 jam menjelang Anwar meninggal, keceriaan khas dia itu masih ada di wajahnya…

    tak disangka, ane (bukan lah seorang yg sangat mengenal detail bagaimana dia) tapi merupakan salah satu sahabat yg terakhir dia lihat, temui, candai, tausiyahi…

    Insya Allah bidadari surga menanti kedatangan salah seorang pejuang Islam muda yg cerdas, penuh keceriaan, semangat, tanggung jawab seperti mu,,,

    sampai bertemu kembali di Jannah Nya,,,

    salam,
    -dendi wardani 14’2002-

    • dan janganlah kau kira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati, sesungguhnya mereka hidup di sisi Rabb-nya dengan mendapat nikmat
      QS. Ali Imran 169

  2. Yah memang semasa hidup cita2 Anwar ingin membahagiakan orang2 di dekatnya. Ana temasuk yang sangat kehilangan akan kepergian beliau.

    • selamat jalan teman…
      tetaplah berjuang…
      semoga kita bertemu kembali….

      kenang masa indah kita
      sebiru hari ini…

      nasyid dari edcoustic ini tuk anwar…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s