My LIQO

DSCI0231 Hmm, sudah sejak lama saya ingin bercerita tentang kelompok LIQO   saya. Hehehe, tapi saya tidak akan pernah bercerita tentang siapa   murabbi saya sekarang dan dengan siapa saja saya mengaji. Yah,   saya pikir tidak penting sekali membahas tentang mereka, keluarga   kecil seminggu sekali saya. Hmm, agak sedikit privasi soalnya kalau   saya bercerita tentang mereka. Yah, mungkin di lain kesempatan   saya akan menulis “My LIQO undercover“. Hehehe, sudahlah,   kita berlanjut saja dengan My LIQO yang satunya lagi aja yah.

Nah, kalau yang ini sebenarnya adalah obsesi pribadi saya, memiliki   kelompok binaan. Yah, sebenarnya tahun lalu saya memiliki dua   kelompok binaan. Hmm, tapi sayangnya, semuanya itu tidak ter-  follow up-i. Hehehe, agak cupu juga yah gw, masak gak punya kelompok binaan. Yah, cukup menjadi pikiran sih, hingga di suatu waktu, si Arman (salah seorang teman baik gw di SP2MP, PPSDMS, TPPK dan BPKP) ngirim SMS ke gw.

“Assalamualaikum. Nji, jadi mau megang kelompok saya gak?”

Hohoho, tawaran yang menggiurkan teman. Menjadi murabbi. Mendulang banyak pahala. Ah, tentu saja saya tidak akan pernah menolak permintaan itu teman. Yah, sebagai sebuah pelampiasan karena belum berhasil meyakinkan adiknya sendiri untuk LIQO, maka gw beranikan diri untuk menjawab.

“Wassalamualaikum. Siap ‘Man! Bisa saya minta biodata mereka.”

Dan dua minggu setelah kejadian itu. Hmm, sebenarnya gw bisa aja mulai pertemuan dengan mereka sesegera mungkin. Yah, tapi karena gw gak pernah berjodoh sama calon mutarabbi gw, maka pertemuan dengan mereka baru bisa terlaksana pada Sabtu, 30 Mei 2009 di Masjid Kampus UGM. Hmm, tentu saja setelah paginya gw ada riyadhoh jasadiyah bersama teman-teman IM3 dan Mtop. Wah, perfect banget deh hari Sabtu ini. Dan kesempurnaan ini berawal dari SMS salah seorang calon mutarabbi gw. Aam namanya.

“W3, Maz panji, Mission complete. . Smw bsa dtg. . Aamiin”

Wah, seneng banget gw menerima pesan tersebut. Hati gw berbunga-bunga. Alah, lebay! Hehehe, tapi beneran juga sih, gw seneng koq. Hingga akhirnya tibalah gw di Masjid Kampus j9 pagi tepat sesuai janji. Yoi dunks, gw gak boleh telat, masak bos-nya telat sih, gak gw banget gitu lho!!! Yah, meski ternyata, mereka pada dateng telat. Oke, tapi gak masalah, no problemo. Gw SMS si Aam, dan kemudian dibalasnya segera.

“Oya maz. . Bntar ya.”

Kemudian selagi gw nunggu, si Aam selalu meng-up date statusnya via SMS ke gw.

“Maz kmi suda dkat dgn mazkam”

“Maz kmi suda sampe”

Huah!!! Senangnya!!! Akhirnya atas ijin Allah SWT, pertemuan tersebut terjadi. Oooh, ternyata ini toh si Aam, terus ada juga si Arso. Nah, inilah deskripsi singkat gw tentang kedua orang ini.

Aam
Anak Psikologi 2008. Anak keempat dari empat bersaudara. Penampilannya gaul abis dan modis. Rambut ikal agak rapih. Aktif di LEM Psikologi di Departemen AKPRO (Akademi Profesi). Bercita-cita menikah sebelum usia 25 tahun, setelah lulus langsung berwirausaha, lalu Lanjut S2. Temennya si Sunu (ketua keluarga alumni SMA 14 wilayah Jogja) juga ternyata. Hmm, cukup asyik diajak ngobrol.

Arso
Anak Geografi 2008 juga. Anak kesatu dari tiga bersaudara. Adik pertamanya laki-laki. Adik keduanya sudah meninggal. Aktif di BKG (Bengkel Kreativitas Geogragi), di design-nya. Baru belajar corel pula. Anaknya lebih rame daripada si Aam. Rambutnya juga ikal, tapi agak gondrong. Metal, gaul, fungky, tapi insyaallah syar’i. Wah, pokoknya rusuh bener dah!

Yah, agak subjektif emang. Tapi ini penilaian pertama gw dari hasil observasi dan wawancara singkat lho yah! Hmm, tapi salut gw ama mereka berdua, ternyata mereka berdua udah ngaji sejak SMA, dan ternyata ngaji di SMA 6 Jogja, gak jauh beda ama SMA 14 tercinta, caur tapi tetep ngaji. Oya, masih ada satu lagi sebenanrnya, Itox namanya. Nah, karena si Itox ini tidak kunjung dateng ke maskam, akhirnya kita nyamperin si Itox di kampusnya deh. Fisipol.

Nah, setibanya kami di kampus SosPol. Ketemu deh gw ama orang yang bernama Itox itu. Wah, ternyata emang setipe ama Aam dan Arso. Dan inilah hasil pengamatan gw terhadap Itox.

Itox
Anak Administrasi Negara 2008. Jago design. Akif di Sintesa (Pers Mahasiswanya SOSPOL). Rambutnya belah pinggir. Indies banget gayanya. Orangnya cukup rame juga, dan gayanya itu lho, SosPol banget!!!

Oke, setelah kita full team, langsung saja kita melaju menuju sebuah warung makan di bilangan Pogung. Tepat di sebelah Andalluzi. Yah, warung yang baru dilaunching nih hari memang menyediakan menu yang khas banget, katanya sih khas Bogor, Sotomie Bogor, tapi mungkin lebih tepatnya sotomie jabodetabek (jakarta bogor tangerang bekasi). Nah, ini warung yang baru dilaunching emang punya temen baek gw di Mtop dulu, Priyo Pamungkas namanya.

Yah, jadilah pertemuan perdana LQ gw ini diisi dengan kunjungan kuliner ke warung sotomie bang yo. Ngobrol banyak ama bokapnya priyo. Ngobrol lagi ama si Priyo-nya. Wah, kita pokoknya selain dapet sotomie plus nasi plus minum sepuasnya, kita juga dapat ilmu dan jaringan dari Priyo dan bokapnya. Yah, begitulah, menyenangkan memang.

Oke, kita sudahi dulu saja yah cerita ini. Minggu depan kita mulai lagi LQ-nya. Tetap semangat dan pantang menyerah, Allahu Akbar!!!

Banguntapan, akhir Mei 2009

Advertisements

5 thoughts on “My LIQO

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s