BIMO-FORSALAMM; Penting Gak Sih Dakwah Media?

DSCN0060
Teman, beri saya seribu alasan untuk mengatakan bahwa dakwah via   media itu penting!!!! Serius, pernyataan itu bener-bener menohok   gw!! Pelan sih, tapi dalem banget!!! Dan sore menjelang maghrib itu,   mood gw hancur seketika. Yah, udah gw laper banget, capek banget,   eh, ditambah lagi dengan situasi dan kondisi seperti ini!!! Berat sih,   tapi masih bisa gw atasi.

Yah, gw juga gak habis pikir bakal seperti ini dinamika yang terjadi.   Bener deh, gak pernah salah klo Al Fahmu dimana-mana emang   ditaro di paling awal. Nah, terus kalo hal-hal yang subtansial kayak   gini baru ditanyakan setelah kerja-kerja teknis itu berlangsung udah   lama banget, maka yang jadi pertanyaan adalah kenapa bisa kayak   begitu? Kayaknya kondisi iman emang berbanding lurus dengan  amanah deh.

Hhh, biro media dan opini atau kita menyebutnya BIMO milik Forum Silaturahim Mahasiswa Muslim UGM (FORSALAMM) emang bener-bener menyempurnakan perjuangan gw di kampus ini. Nah, maka mari sedikit bercerita kenapa akhirnya gw menerima amanah ini. Jujur gw emang gak expert di media. Yah, modal gw hanya seneng nulis dan status gw sebagai anggota FLP. Udah itu aja.

Dan gw emang gak bakal bisa nolak klo udah diberi amanah (eh, tergantung juga sih). Yah, maka singkat kata, gw hanya punya satu keyakinan, seperti FLP Jogja punya motto, “Menggapai Takwa dengan Tinta”. Yah, gw hanya bisa berharap bahwa bisa saja amanah inilah yang nanti akan mengantarkan saya menuju Jannah-Nya dan bersua dengan adik saya. Itu aja gak lebih.

Refleksi sedikit…
Lalu setengah perjalanan gw di BIMO Forsalamm. Hmm, capek sih. Banget bahkan. Stress sih. Pastinya. Rugi bandar. Energi. Uang. Dan banyaklah. Tapi gw menganggap itu semua sebagai bumbu yang menjadikan blog gw terasa lezat. Klo gw pikir semua itu secara negatif, tentu saja itu semua bisa ngebuat gw futur, terus mundur deh, hingga kemudian sejarah mencatat, “Akh fulan kan dulu aktivis dakwah media di UGM lho, tapi sekarang…”

Terus sebenarnya efektif gak sih kerja-kerja BIMO sekarang? Manfaatnya ada gak sih? Gak hanya buat kader lho yah! Tapi juga buat semua orang!! Hhh, klo gw pribadi sih gak terlalu memikirkan penilaian orang atas semua ini. Biarkan saja kami bekerja, dan biarkan saja Allah, Rasul dan orang-orang beriman yang menjadi saksi dari kerja-kerja kita. Itu aja udah cukup buat gw. Gw gak butuh popularitas!!!

Terus klo ada yg merasa capek, ada yg merasa bahwa beramanah di amanah di media itu gak efektif dan lain sebagainya. Jujur, gw bener2 kecewa dibuatnya. Capek itu pasti, tapi klo kita enjoy dan ikhlas yakin deh, gak bakalan deh kita menyikapi secara berlebihan kelelahan2 itu. Dan itu prinsip yg gw pegang, gw seneng nulis, seneng bercerita, seneng dengan ide2 kreatif, dan cocok banget sama BIMO. Trus tentang efektifitas, hmm, mungkin ini jadi pertanyaan besar dakwah media di kampus kita?

Yah, katanya segmented banget. Just for kader. Dampaknya sedikit sekali bagi umat, bahkan dikatakan bahwa kita hanya berdakwah kepada orang yang sudah pada paham tapi malas mencari tahu. Ah, gak ada yg salah sih emang dengan pendapat itu. Terus klo sekarang tau kayak gitu, kita mau ngapain? Mundur? Mau pindah amanah? Ah, apologi…. Mending kita benahi lagi deh, diobrolin baik-baik, tabayun, jangan disimpen aja kekecewaan yang kayak gini. Yah, itu pun klo BIMO-FORSALAMM itu masih dianggap team, bahkan lebih, saudara deh. Hhh, masalah ini belum clear menurut gw.

Maka, adakah teman yang dapat memberi saya nasehat…

Advertisements

8 thoughts on “BIMO-FORSALAMM; Penting Gak Sih Dakwah Media?

  1. aduh… sangat disayangkan ada kata kata ini:
    “Yah, katanya segmented banget. Just for kader. Dampaknya sedikit sekali bagi umat, bahkan dikatakan bahwa kita hanya berdakwah kepada orang yang sudah pada paham tapi malas mencari tahu’

    Nji, seperti apapun itu perjuangannya. mengapa dipikirkan seperti ini. bukankah dari satu kader saja yang terpengaruh oleh tulisan yang antum n temen-temen tulis dengan akal dari Nya akan memberikan nilai gerak kesadaran yang lebih besar kepada ummat. sunggupun antum adalah pejuang yang hebat. saluut.

  2. bukan …bukan ihanya tu intinya ….ada kata yang lain “kelalaian”

    sy ga mau jawab seribu alasan…2 kata insyaAllah cukup tuk mengkover KARENA Allah ( abstrak mungkin tpi sdh cukup)
    bukan sekedar team…saudara yang tingktanya harusnya dah sampai takaful am ta’awun

  3. @umar
    skali lagi, gw udah gak berpikir yg kayak gitu lagi.. dan pendapat gw sama kayak lu..
    Yah, mungkin ini yang dinamakan ‘dinamika’

    @wiwied
    maaf klo sy lalai, emang harusnya kita paham ama saudara kita, tapi tipikal sy gak sampe se-melankolik itu…
    dan masalah ini belum clear teman.

  4. Akhirnya diposting juga tulisan ini. Panji Arohman, Gak ada yang minta antum untuk menjadi orang yang melankolis. Tentang “modal gw hanya seneng nulis dan status gw sebagai anggota FLP. Udah itu aja.” — itu bukan sekedar HANYA. Kalau hanya, saya rasa nggak akan ada progress di BiMO ini. Tapi, toh ada progressnya kan walo mungkin ada yang berkomentar kalo kerja BiMO nggak keliatan hasilnya.,

    Hari ini, cuma mau tanya “Pa Kabar Ji?”

  5. @moef
    wah, susah dicerna ama orang awam kayak lu ^_^

    @niefha
    sebenarnya kabar sy tuh selalu baik2 saja, tapi yah gak bakal ada asap klo gak ada api..
    nah, PR buat ant adalah cari sumber apinya yah ^_^

  6. 1 hal yg sering dilalaikan oleh para penyebar risalah lewat tinta, bahwa dakwah media tdk bs dinilai keberhasilannya hnya dlm htungan bulan, tahun bahkan abad sekalipun. krn sebuah tlsan akan ttp bs berpengaruh selama tlsan itu bisa dibaca

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s