Ketika Cinta Bertasbih 2 : Berbagi Hikmah dalam Peran

Teman, ada banyak hikmah yang bisa kita dapat dari Ketika Cinta Bertasbih 2 ini. Film besutan sutradara Chaerul Umam ini mengajarkan kita berbagai nilai-nilai kebaikan yang tentunya dapat kita aplikasikan dalam kehidupan nyata. Maka, tidaklah rugi bagi kita untuk menyibak hikmah apa saja yang kita peroleh dari berbagai peran yang ada dalam cerita ini. Ah, mari kita berbagi dalam peran, peran-peran yang disetting dengan luar biasa hebatnya oleh Kang Abik.

Azzam : Never Give Up!!!
Berbicara peran yang satu ini, maka kita akan belajar tentang makna sebuah perjuangan. Pantang menyerah sebelum kalah. Pantang mundur sebelum hancur. Azzam mengajarkan kepada kepada kita bahwa rezeki Allah itu begitu melimpah. Tidak perlu malu untuk bekerja selama itu halal. Bahkan Azzam seperti melanggar tradisi, ketika ada lulusan Al Azhar Kairo tetapi malah menjadi Pengusaha. Ah, santri enterpreuner, nampaknya akan menjadi trend di masa depan nanti.

Selain itu Azzam juga mengajarkan bahwa jodoh pun harus dicari. Dan pencaharian itu tiada boleh pernah berhenti pada satu kegagalan. Mungkin kita menganggap bahwa si dia adalah jodoh yang terbaik bagi kita, tapi Allah jelas lebih tahu siapakah jodoh terbaik bagi kita. Maka kali ini Azzam membuktikan bahwa takdir itu memang berada di ujung-ujung usaha.

Anna Althafunnisa : Memaknai Cinta Sejati
Lain Azzam, lain pula Anna. Hati wanita mana yang tiada terluka saat menyadari bahwa cintanya datang terlambat. Tetapi sejatinya cinta memang bukan untuk dipuja, karena cinta sejati itu hanya ada setelah akad nikah tentunya. Cinta Anna kepada Azzam memang ada hanya dalam hati kala mereka bersua di Kartasura. Tetapi sejatinya Anna mengajarkan kepada kita bahwa cinta itu tidak boleh dinodai. Maka dia pun berusaha untuk mencintai Furqon dengan sepenuh hatinya. Dan memang Allah membalas cinta sejatinya Anna dengan cinta terbaiknya. Cinta sejati Anna berbalas dengan begitu indahnya saat akhirnya Allah mempertemukannya dengan Sang Abdullah, Azzam.

Furqon : Harta, Tahta dan Wanita
Sungguh sempurna peran yang satu ini. Sudah berharta, memiliki tahta dan wanita yang terpuji pula. Tapi memang Allah akan selalu menguji hamba-Nya sesuai dengan kemampuannya. Seperti halnya Furqon, disini kita pun belajar bahwa pada harta ada ujiannya, pada tahta juga dan tentu saja pada wanita, ada ujiannya pula. Nah, Furqon mengajarkan kepada kita bahwa kecintaannya pada Allah telah berhasil menyelematkannya dari ujian harta, tahta dan wanita. Ah, indahnya.

ELiana : Hakikat Seorang Wanita Shalehah
Eliana, peran ini pun mengajarkan kepada para wanita bahwa sejatinya wanita yang baik hanya untuk lelaki yang baik. Sungguh, tiada wanita yang tidak ingin mendapatkan lelaki yang baik. Seperti pula Eliana, artis cantik dan pintar. Keshalehan Azzam pun berhasil meluluhlantahkan hatinya. Maka berhijablah dia, hijrahlah dia, hanya untuk mendapatkan cinta sejatinya, cinta yang mengantarkannya pada keridhoan Allah. Ah, semoga akan ada yang mendapatkan hidayah seperti Eliana mendapatkan hidayahnya.

Yah, tiada akan pernah habis jikalau kita membahas seluruh hikmah dalam peran yang ada di Ketika Cinta Bertasbih 2 ini. Maka, marilah kita belajar untuk menjadi manusia-manusia terbaik, manusia-manusia yang selalu ingin mendapatkan yang terbaik di mata Allah, seperti halnya Azzam, Anna, Furqon dan Eliana.

2 thoughts on “Ketika Cinta Bertasbih 2 : Berbagi Hikmah dalam Peran

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s