Lost in Love : Just walking around in Francee, bonjour…

Kembali kali ini kita menjelajahi kota Paris. Tersesat dengan bahasa perancis yang asing dan sengau. Dan tentu saja terjebak kembali dengan cinta (tapi semoga tidak bagi kita).

Nah, kali ini Lost in Love mengajak kita tertawa di negeri Napoleon Bonaparte. Menyadari betapa cukup pentingnya diary. Dan sedikit tahu klo wanita itu cukup manja dan romantis (mungkin karena perasaannya lebih mendominasi), sedang pria itu cukup kaku, dan sulit tuk mengekspresikan perasaannya. Yah, walaupun kita juga tidak bisa menggeneralisirnya karena hanya melihatnya dari si Tita dan Adit.

Atau kita melihat indahnya kota cinta Paris, dengan menara Eifelnya, dengan gerbang (yang saya lupa namanya), dan tentu saja dengan dinginnya suhu disana. Yah, nampaknya kota itu cukup romantis untuk berbulan madu teman (tentu saja dengan budget yg cukup high). Ah, terlepas dari kontroversinya isu pacaran (hmm, klo ini gw juga sepakat tuk tidak pacaran sebelum menikah) dalam film ini, filmnya cukup bagus secara quality gambar n cerita.

Oke, dan klo gw pribadi, gw koq lebih seneng Lost in Love daripada Eiffel, I’m in Love yah? Apa karena Oo Teganya Tangga ngingetin gw ama KKN Bintan kemaren yah?

Kini, aku sendiri
Cuma sendiri, tiada yg mencari
Sampai hati, sampai begini
Kau tak peduli, oo, teganya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s