GENERASI MUDA INDONESIA MERUPAKAN GENERASI SUKA-SUKA

Assalamualaikum Wr Wb

Salam sejahtera teman!

penghuni2wismaalkobar2005-2006Puji syukur kepada Allah atas segala nikmat di hari yang telah lalu, hari ini dan hari-hari yang akan datang. Shalawat serta salam semoga selalu tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, atas syafaatnya di hari akhir kelak.

Teman, Soekarno pernah berteriak lantang : Beri aku sepuluh pemuda, maka akan guncang dunia! Hanya sepuluh orang pemuda, dia berani bertaruh tuk dapat mengguncangkan dunia. Luar biasa bukan potensi pemuda. Dengan semangat dan idealismenya, dengan segala potensinya, seorang pemuda detik ini adalah calon pemimpin di masa depan. Maka untuk mengetahui seperti apa para pemimpin bangsa ini di masa depan, dua puluh hingga tahun nanti, lihat saja para pemudanya detik ini. Begitulah kesimpulan sederhananya.

Tapi sayang teman. Kalaulah Soekarno masih hidup di masa ini, saya tidak berani bertaruh kalau dia akan berteriak lantang seperti di masa silam. Ah, kalian pasti tahu apa alasan saya? Kalau pun tidak, itu tidaklah jadi masalah, karena memang hanya pemuda cerdas saja yang paham alasan pribadi saya tersebut.

Teman, kita sendiri tahu seperti apa gambaran pemuda Indonesia detik ini. Kita menyebutnya dengan generasi suka-suka. Suka dengan pesta, suka bergaya, suka hura-hura, berfoya-foya, nongkrong, gaul, dan suka sekali menghabiskan waktu dengan banyak kegiatan yang GAK PENTING sama sekali.

Memang tidak semuanya seperti itu. Memang tidak mutlak juga menjadi salah mereka kalau berperilaku seperti itu. Masih ada juga yang peduli terhadap sesama, masih ada juga yang berperilaku agak sedikit beda, tetapi jumlahnya teramat sedikit. Yah, karena sedikit itulah maka pemuda yang suka nongkrong di masjid, pemuda yang rajin belajar, dan pemuda yang berperilaku baik lainnya, akan nampak sangat aneh.

“Aduh, masih muda ngapain juga terlalu alim, kagak pacaran, belajar ampe mumet, ato apalah. Kita anak muda coi, saatnya bersenang-senang, klo udah tua, baru deh tobat”

Teman, masih ada waktu untuk kita berubah. Evaluasi dan berbenah diri. Kita pun masih berhak untuk gaul dan tampil fungky, selama masih syar’i (sesuai dengan aturan agama). Kalau bukan kita, siapa yang kelak akan menjadi pemimpin bangsa. Kalau pun kita masih ingin menjadi generasi muda yang suka-suka, maka mari kita ubah pengertiannya, yaitu menjadi generasi yang disuka oleh orang banyak, oleh orang tua kita, oleh guru kita, oleh kakak dan adik kita dan oleh semua, karena kebaikan kita. Dan bukan menjadi generasi muda suka-suka berbuat semaunya, hanya untuk kesenangan semata.

The last but not least, kalau ada seratus pemuda baik yang kelak akan memimpin bangsa ini, pastikan kita menjadi salah satu diantaranya. Kalau hanya ada lima puluh, pastikan kita juga ada didalamnya. Kalaupun hanya ada sepuluh, pastikan juga kita salah satu diantaranya. Dan jika hanya tinggal satu pemuda, maka pastikan kitalah pemuda itu.

Hidup pemuda Indonesia!

Wassalamualaykum Wr Wb

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s