The Power of Knowledge : 90 Minutes with RIC UNDIP part III

CIMG0522

lawangsewu, the icon of semarang

Dan hari H itu pun akhirnya tiba. Huah!!! Masih ngantuk gw, hanya tidur beberapa jam ternyata cukup membuat pagi-pagi itu ngantuk bener! Tapi karena jarak Jogja-Semarang menghabiskan waktu hingga 3 jam, maka sedari pagi pun gw kudu prepare for a long journey. Lets walk on guyz!

Oya, sebelumnya, emang apa sih RIC itu. Hmm, klo di UGM, mungkin kita mengenalnya dengan ELSIS, Lingkar Studi Science. Yah, semacam kelompok studi fakultas gitu deh. Research Incubator Center, adalah organisasi di MIPA UNDIP yang concern di bidang riset dan penelitian. Yah, seperti KAB waktu gw di Pertanian gitu deh. Tapi sebenarnya klo terkait dengan riset dan penelitian, pengalaman gw belumlah seberapa, gak expert-expert bangetlah. Tapi itu gak jadi soal, karena nanti kita bakal lebih fokus pada “Knowledge is Power”, like Bacon says (hmm, bener gak sih).

Nah, akhirnya perjalanan menuju Semarang pun dimulai. Tapi kali ini tidak mengendarai sepeda motor seperti Agustus silam. Kali ini gw naik bis patas AC Nusantara dari Terminal Jombor. Fuih, naek bis. Hmm, perasaan gw bener-bener gak enak nih. Bakalan pusing dan mabok pasti gw nih. Ah, tapi nikmati sajalah perjalanan ini.

Dan awalnya sih emang enak. Bus AC ini cukup PW teman. Nyaman banget deh. Hehehe, tapi setelah nih kendaraan jalan, segalanya berubah! Wuah!! Kepala gw tiba-tiba pusing. Mabok kendaraan teman. Wuah!!! Gw jadi inget adek gw, si Opik dan si Bangkit yang tingkat mabok kendaraanya jauh lebih ekstrim dari gw. Tapi gak mungkin banget gw muntah di dalam, bisa diturunin di jalan nanti!

Maka sepanjang perjalanan ini, gw hanya bisa beristigfhar, berusaha keras tuk tidur, selalu memejamkan mata, dan berdoa, semoga gw lekas sampai di terminal Banyumanik seperti teman-teman panitia pesankan.

Fuih, gw bener-bener gak nyangka klo bakal sepusing ini kepala gw. Gw bener-bener gak nyangka klo ternyata perjalanan ini begitu jauh dan sungguh melelahkan. Wah, mendingan naek motor deh! Dan akhirnya, setelah kurang lebih 3 jam. Nyampe juga gw di lokasi.

“Banyumanik, Banyumanik, Banyumanik!!”, si kenek berteriak lantang.

Wuah! Wajah gw langsung sumringah! Akhirnya! Setelah sekian lama, sampailah juga di terminal ini. Maka segera gw hubungi panitia, dan tibalah dua panitia putra yang siap menjemput. Mulyadi dan Agus namanya.

CIMG0063
just commercial break

Nah, awalnya mereka ingin menyiapkan Taksi. Whats!! Naek mobil lagi! Aduh, kagak dah! Kepala gw udah pening banget klo kudu naek mobil lagi. Bisa mabok and pingsan di jalan nanti. So, gw pun ngelobi dua anak muda itu agar diijinkan naek motor aja. Serius, gw udah gak tahan klo kudu naek mobil lagi. Dan alhamdulillah, akhirnya mereka mau mengerti. Fuih, lumayan buat refreshing, menghirup udara segar dan merasakan panasnya Semarang di kala siang!

Dan gak pake lama, tibalah gw dilokasi. Dzuhur dulu, lau kemudian lunch dulu. Kenalan sama si Icha sang ketua, Hamdan (klo gak salah) sang moderator dan beberapa panitia yang gw gak hafal namanya. Oya, tapi gw malah sampe sekarang kagak tahu yang mana panitia yang ngontak-ngontak gw terus, Fika Irawati sang Kadept HRD (afwan mba!).

Nah, suasananya ternyata cukup kondusif teman. Untuk sebuah training, cukup representatiflah. Ruangan kelas yang cukup besar. Settingan talkshow, dan peserta dengan kisaran 20-30 orang. Wah, deg-degan juga nih. Jadi inget pas di KG dulu. Ah, tapi nyantai ajalah, be cool, calm and confident.

Yah, gw emang gak pernah nyangka bakal duduk di depan dan menjadi pembicara. Lima tahun silam, gw juga hanyalah maba yang begitu mudahnya terpukau sama pembicara di berbagai acara.

“Wah, keren banget jadi pembicara. Ngomong di depan orang banyak tanpa nervous dan grogi. Berbagi ilmu dan pengalamannya. Ah, mantep banget deh”

Tapi ternyata waktulah yang menjawabnya. Seiring dengan aktivitas di kampus, bertambahnya amanah, menjadi panitia, lalu moderator, hingga kemudian menjadi pembicara. Ternyata menyenangkan juga teman. Pengalamannya tak ternilai deh. Mulai dari buka bareng HMJ Teknik Sipil UGM, pemantik diskusi akademik di asrama Etos Jogja, buka bareng Forum Kel. Studi se Agro Kompleks, Life Mapping ASC Teknologi Pertanian, Strategic Thinking HSTP Kedokteran Hewan, Open House dan Smart Camp KAB, Workshop Kelembagaan Gama Cendikia, Closing Mentoring SMA 4 Jogja, Leadership Training SMA 14 Jakarta, Kajian Remaja Masjid di daerah Monjali, Moderator Training Jurnalistik KMFM feat. MII, Moderator di Dialog Terbuka Perikanan untuk Masa Depan dan Buka Bersama Keluarga Mahasiswa Ilmu Perikanan (KMIP), Amal Jamai, Manajemen Waktu dan Urgensi Tarbiyah Islamiyah bersama Keluarga Mahasiswa Muslim Pertanian (KMMP), hingga berbagai acara internal, ah, semuanya mengajarkan bahwa ilmu pengetahuan itu bener-bener dahsyat coi!! Subhanallah deh.

Dan 90 menit bersama RIC UNDIP ini menjadi saat yang cukup menyenangkan teman. Kita mengawalinya dari tiga pertanyaan mendasar :

1. Why do you come here?

2. Why do you study in UNDIP?

3. What’s your dream in the future?

Maka jawaban mereka begitu jujur. Begitu asli dan natural. Ada Ari yang menganggap karena UNDIP masuknya gak terlalu sulit, dan disinilah nanti dia dapat berkarya. Ada Seno yang ingin menjadi kepala BPS di kemudian hari, ada juga yang ingin menjadi kepala BPPOM lalu kemudian menjadi Menteri Kesehatan. Wah, sungguh hebat teman!!!

Dan kesempatan tuk berbicara di forum ini pun menjadi peluang yang teramat besar tuk mensyiarkan nilai-nilai kebaikan. Menjelaskan bahwa ilmu itu lebih baik daripada harta, menjabarkan bahwa orang-orang hebat itu pun pernah bermasalah di sekolah, bercerita ttg hebatnya buku, ttg dahsyatnya revolusi diri, lalu revolusi sosial. Dan tentu saja bercerita banyak ttg buku dan film yang menginspirasi, macam 5 cm, tetralogi Laskar Pelangi, IMPERIUM III, The Last Samurai, Spiderman dan masih banyak lagi.

Dan semakin seru saat si Ochi bertanya tentang bagaimana bisa The Power of Knowledge itu berdampak negatif. Maka berceritalah gw ttg Henry Truman yang dengan amat sangat terpaksa membom atom Hiroshima dan Nagasaki, ttg wajibnya mengamalkan ilmu untuk kebaikan, karena di balik pengetahuan yang besar, jelas terdapat tanggungjawab yang besar pula. Maka klo ada pihak yang menyalahgunankan kekuatan dari sebuah ilmu pengetahuan, sejatinya ada yang bermasalah dalam diri pihak tersebut.

Belum lagi saat Seno bertanya tentang bagaimana cara kita memaksimalkan kapasitas kita sebagai mahasiswa dan pilihan antara ilmu sesat yang bermanfaat serta ilmu putih yang tiada berguna. Maka adakah teman yang dapat membantu saya menjawabnya?

Yah, 90 menit itu begitu mengesankan teman. Sangat mengasyikan. Hmm, ternyata berbagi ilmu itu menyenangkan yah ^_^

Maka perjalanan pulang ini kembali mengajarkan gw hal baru, ilmu itu jelas lebih baik dari harta (hehehe, jadi kepikiran diskusi panjang sama si ‘Di ttg BNI). Dan klo tadi pas berangkat gw ngerasain pusing yang gak ketulungan, maka kali ini pas pulang, gw ngerasain dingin yang luar biasa teman ^_^

Jogja, 7 November 2009

teruslah belajar…

Advertisements

5 thoughts on “The Power of Knowledge : 90 Minutes with RIC UNDIP part III

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s