refleksi sebuah amanah

Andai kita memulai hidup dengan kejernihan, lalu berjalan menelusuri garis takdir dengan keikhlasan, kelak kita akan menemukan dunia yang sangat lapang, bukan di luar kita, tapi di dalam diri kita.

-pesan seorang teman-

Teman, baru kali ini gw bener-bener ngerasa berat banget tuk meninggalkan sesuatu hal, meninggalkan amanah. Apa pasal? Nampaknya, karena amanah ini belumlah tuntas, maka teramat sulit tuk lari darinya begitu saja. Dulu pas SMA gw juga punya beberapa amanah yang cukup memberatkan, tapi gw sanggup tuk menyelesaikannya hingga akhir, walau ada saja kekurangan disana-sini. KaDiv. PHBI, ato kita lebih mengenalnya dengan Ko’i PHBI alias Koordinator Ikhwan Divisi Peringatan Hari Besar Islam Rohis 14 menjadi yang pertama tertuntaskan. Lalu menyusul tidak lama, wakil ketua SPLASH (Sepakbola 14), dan setahun kemudian, Ketua Umum IKRAR (Ikatan Rohis se Jakarta Timur). Yah, memang berat meninggalkan amanah itu, tapi karena memang sudah jatuh tempo, nampaknya tiada terlalu bermasalah teman. Seperti akad. Tepat waktu dan sesuai janji.

Nah, berlanjut di dunia kampus. Masih tetap sama teman. Staf di Kaderisasi JMP dan KAMMI selesai pada waktunya. KaDept. PKSG KMIP dan KaDept. PSDM KAB juga usai pada saatnya. Begitu pula amanah sebagai ketua umum Klinik Agromina Bahari (KAB), menjelang akhir tahun 2008. Ah, semuanya sempurna sesuai rencana teman. Namun di akhir perjuangan gw di kampus, lepasnya status mahasiswa cukup menyulitkan mobilisasi. Yah, mungkin inilah evaluasi terbesar dalam dakwah kampus kita, ketika kita telah lulus ato lebih tepatnya setelah wisuda, maka perjuangan dakwah kampus kita hanya tinggal menunggu hitungan waktu tuk usai, karena dakwah profesi telah menanti tuk ditekuni. Hmm, tapi mungkin ada pengecualian bagi beberapa pihak yang memiliki rencana jangka panjang di kampus.

Oke, kita kembali lagi ke cerita gw, maka nasib gw pun tidak jauh berbeda dengan Hendri, Arman dan Boy, tiga punggawa teknik 2004 lulusan PPSDMS Jogja yang dengan amat sangat terpaksa meninggalkan dakwah kampus tuk kemudian berkarya di dakwah profesi. Ah, padahal tinggal sebulan lebih sedikit amanah gw berakhir. Yah, amanah di Biro Media Opini (BIMO) Forum Silaturahim Mahasiswa Muslim UGM (FORSALAMM) akhirnya pun harus gw tinggalkan. Yah, walaupun katanya uzur-nya syar’i, tetep aja gw gak enak. Maka gw berazam tuk tetap membersamai biro ini hingga awal Januari 2010 nanti, insyaallah.

Hmm, dan mungkin BIMO hanyalah sebuah supporting system yang tidak begitu penting dalam dakwah kampus ini. Tapi gw salut dan bangga dengan orang-orang yang ada di dalamnya. Yah, kita semua emang beda angkatan, beda asal, beda karakter! Dan kita juga unique! Tugas kita pun memang teramat beda dengan yang lain, tugas kita mengemas dakwah dengan berbagai media alternative yang menginspirasi!! Maka jadilah berbagai karya yang tidak biasanya, bulletin INSPIRATIF ala minimagz, koran dinding INSPIRE with unpredictable design, UGEEM.COM yang telah bermetamorfosa menjadi INSPIRATIF.ORG, beberapa edisi kelas media ‘ahad morning’ bersama Pak Yusuf Maulana Sang Editor PRO U, dan Gaza FM alias Mardliyah FM yang sayangnya, hanya sempat mengudara di beberapa masa.

Ah, mungkin masih jauh dari sempurna teman. Masih banyak PR yang belum terselesaikan. Deadline pun tinggal menunggu ketukan palu saja. Dan saya juga telah memastikan tuk hijrah, dari Jogja kembali ke Jakarta. Tapi saya akan kembali di awal-awal Januari 2010 kelak, hadir di serah terima amanah kita, mempertanggungjawabkan amanah ini di dunia, dan berdoa, semoga saja amanah inilah yang kelak mengantarkan kita semua menuju Jannah-Nya. Amin.

Setiap saat, dalam perjalanan hidup yang panjang, kita selalu menemukan satu persatu rahasia kehidupan. Setiap satu rahasia yang kita temukan, menambah pengetahuan kita tentang hidup. Setiap kali pengetahuan kita bertambah, kesadaran kita juga bertambah. Begitu kesadaran kita bertambah, kita jadi lebih arif dan bijaksana.

-semoga perjalanan panjang kemarin, membuat kita jadi lebih arif dan bijaksana. afwan katsir-

Advertisements

One thought on “refleksi sebuah amanah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s