futsalan

Ocean Twelve akhirnya udah resmi memiliki team futsal yang tangguh nan tak terkalahkan. Sebagai bukti yang sebenarnya belum kuat, kita berhasil memporak-porandakan team futsal Batch 13 yang udah siap tempur. Jadi ceritanya, hari itu hari kamis. Kamis pagi sekali, si Bajaj, personil Batch 13, manggil gw, dan beliau dengan resmi menantang kita tuk tanding futsal. Wah, tantangan yang sebenarnya teramat menarik tuh, asli! Teramat sayang tuk ditolak mentah-mentah, apalagi kita abis ujian International Trading. Yah, tapi sayangnya, itu dadakan banget, kita gak ada yang standby dengan kostum futsalnya. Hhh, payah juga nih Batch 13, gw kira gak jadi futsalan, tapi ternyata, ckckc.

Akhirnya seiring berjalannya waktu, waktu istirahat duha, waktu istirahat Dzuhur, hingga waktu istirahat Ashar. Tantangan tersebut kita ladenin. “Lu beli, gw jual; lu berani, gw hajar!”

Dan beberapa orang yang akhirnya mendapatkan SK tuk tanding lawan Batch 13 adalah: Dadi yang tiada pernah bisa menolak futsal, Adnan yang ternyata juga maniak futsal, Adit ketua ketua kelas yang harus bertanggungjawab klo kita tanding futsal, Ivan yang akhirnya tertantang juga klo udah ngebahas futsal, dan Nirwan yang terpaksa harus ikut karena minggu lalu dia gak ikut futsal. Lalu ada juga Budi dan Berti yang hanya bisa ngikut makan malamnya (lho?!?)

Oya, akhirnya kita tanding di sebelah blok M persis (gw lupa namanya), bahkan harusnya jam 6 teng kita kick of. Tapi ternyata, ngaret abis bro! Baru gw, Ivan dan Adit yang ontime, karena kita emang naek motor, sedang Dadi, Nirwan, Adnan dan Budi baru pada dateng jam setengah tujuh lewat. Dan Batch 13, wuah! Banyak banget bro yang dateng, cowoknya aja hampir mencapai sepuluh (Beni, Rolan, Fredi, Bajay, Evan, Annas, Randu, Agung), anak ceweknya ada Vivin, Tasya, Aisya, Anggi, Arda, Ajeng, Gitri (hahaha, gw gak hafal nama-namanya). Wah, pokoknya mereka itu kayaknya udah siap bener tuk ngebantai kita. Bawa kostum lengkap plus supporter pula. Ckckck.

Namun, karena jam 6 tidak memungkinkan, jam 7 dan 8 pun udah penuh, kita pun sayang klo balik begitu aja, akhirnya kita semua sepakat tuk tanding jam 9 malem aja. Nah, sambil menunggu jam 9, kita memutuskan tuk nyebrang ke Blok M, nyari makan dulu. Yah, awalnya kita satu rombongan besar, tapi karena kebesaran, dan ntar juga mau jadi lawan, kita pun berpencar, Ocean Twelve yang kali ini hanya diwakili delapan orang (Adit, Ivan, Nirwan, Adnan, Dadi, Budi, Berti dan gw) atau sepertiga kekuataanya, memutuskan tuk makan di Rice Bowl. Ckckck, ini untuk ketiga kalinya gw jalan-jalan lagi, Sarinah, Semanggi dan Blok M, ini belum ditambah GI yang luar biasa minggu depan.

Yah, sambil makan pun kita ngebahas strategi yang mo dipake buat lawan Batch 13 nanti (hehehe, gak ding), kit amah ngebahas materi tentang Documentary Credit yang cukup membingungkan dengan 29 pasal di UCP 600-nya atuh (apalagi ini, gak banget dah). Yah, kita hanya ngobrol santai seputar kelas hari ini. Soal ujian International Trade yang lumayan, sulitnya menahan kantuk di kelas, potensi dan peluang penempatan nanti pas In Service Training. Yah, inilah waktunya kita tuk berbagi cerita dan mengakrabkan diri. Asli, persahabatan seperti ini yang gw cari, ukhuwah yang kayak gini yang tadinya gw khawatirkan gak bakal gw temuin di Jakarta. Tapi ternyata Ocean Twelve emang beda. Dan akan semakin beda lagi ketika kita udah berada di lapangan futsal!

Unsensored guyz! Maksudnya, tanpa mengenal belas kasihan, Ocean Twelve yang hanya bermodal celana panjang dilipet (ada juga sih yang standby dengan celana pendeknya), kemeja lengan panjang dilipat (ada juga sih yg standby dengan kaosnya), dan sepatu kulit (kali ini gak ada yang standby dengan sepatu futsalnya) berhasil ngebantai Batch 13 dengan cukup telak, hingga unlimited score.

Yah, awalnya sih kita kalah 1-0, terus imbang, terus unggul 2-1, terus imbang, terus menang 3-2, terus imbang, terus kalah 3-4, terus imbang (kurang lebihnya begitulah), hingga akhirnya, setelah itu, Batch 13 berhasil kita taklukan dengan amat sangat meyakinkan. Hehehe, skor-nya gak kehitung deh.

Yah, begitulah, mengerikan memang. Dan pertandingan pun usai.

17 Desember 2009, saat Premiere Sang Pemimpi

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s