Menulis itu Menyenangkan

Teman, tahukah rasanya saat tulisan kita masuk koran, dibaca orang, dapet honor, apalagi sampai orang yang membaca tulisan kita itu tersadarkan? Hmm, rasanya itu sungguh luar biasa teman. Asli, you’ll never know ‘till you’ve tried.

Ambil contoh Akademia Kompas Jogja. Dulu sewaktu saya masih di Al Kobar bersama Abe, TJ, Muchlis, Arif dan beberapa rekan pertanian 2004, kita saling berlomba-lomba untuk nulis di kolom yang hadir tiap Jumat itu. Dan memang, pengalaman pertama sungguh mengesankan, Juni 2006, untuk pertama kalinya saya mengirim ke Kompas sana, “Prestasi di Tengah Badai” judulnya. Bersama saudara Arif kita saling berlomba untuk membuktikan eksistensi kita, hehehe.

Nah, tahukan apa hasilnya? Tulisan nan lebay itu tembus teman. Hohoho, senangnya kala itu. Kalau tidak salah saya mendapat Rp. 300.000 atas “Prestasi di Tengah Badai” itu. Yah, sekali lagi itu hanya efek samping teman. Masih ada tujuan yang lebih mulia dari sekedar honor. Hmm, teman-teman Forum Lingkar Pena (FLP) Jogja mengenalnya dengan “Menggapai Takwa dengan Tinta”. Yups, itulah tujuan utamanya.

Atau mungkin kalian pernah membaca “Ketika Mas Gagah Pergi” karya Helvy Tiana Rossa. Inilah cerpen fenomenal yang mengawali kebangkitan cerpen-cerpen Islam pada dasawarsa 90-an. Cerita sederhana yang begitu menggugah teman. Tidak tahu benar atau salah, cerpen ini ditulis Mba Helvy setelah tahajud, maka sungguh dahsyat bukan jadinya.

Menulis itu bercerita
Lain lagi dengan rekan-rekan di BIMO (Biro Media Opini) FORSALAMM (Forum Silaturahim Mahasiswa Muslim UGM) masa kepengurusan 2008/2009. Sebagian besar memiliki blog karena memang senang bercerita. Maka tak perlu heran kalau ada salah seorang rekan yang berpendapat seperti ini.

BIMO… BIMO…..
lagi seneng… jadi tulisan..
lagi sedih… jadi tulisan…
lagi mutung2an…. jadi tulisan…
baru ketemu.. jadi tulisan..
mau pisahan… apalagi, bisa jadi novel kayanya…
bagus bagus…. produktif!!!

Serius, menulis itu sungguh menyenangkan teman. Tak perlulah kaidah baku untuk sekedar berbagi hikmah. Bukankah hidup ini terlalu indah untuk tidak diceritakan. Saya yakin ada banyak hikmah yang bisa di-sharing-kan, tentunya dalam bingkai saling menasehati dalam kebajikan dan takwa. Maka tak perlu sampai expert dulu untuk sekedar bercerita lewat dunia kata ini. Mulailah dari beberapa huruf, beberapa kata, kalimat, hingga kemudian paragraf. Lalu dari beberapa paragraf itu, jadilah sebuah tulisan yang insyaallah kalau kita menulisnya dengan hati, tentu akan menjadi tulisan yang menginspirasi. Hmm, kalau di BIMO kita mengenalnya dengan “Inspirasi Menuju Generasi Rabbani”.

Well, kalau memang kita tidak suka menulis, yah mau bagaimana lagi yah? Saya juga bingung kalau kasusnya seperti itu. Tetapi satu hal yang pasti, kalau kita menulis tentang kebaikan, kemudian orang yang membacanya menjadi baik dan tersadarkan, kemudian mengamalkannya, maka kita akan mendapatkan pahalanya juga tanpa mengurangi pahala orang itu. Yah, rumus sederhananya hanya dua. Pertama, jadikan menulis itu mudah dan menyenangkan. Kedua, jika ternyata sulit dan menyebalkan, kembalilah ke rumus pertama, selesai deh 

Jakarta, 14 Februari 2010

12 thoughts on “Menulis itu Menyenangkan

  1. BIMO… BIMO…..
    lagi seneng… jadi tulisan..
    lagi sedih… jadi tulisan…
    lagi mutung2an…. jadi tulisan…
    baru ketemu.. jadi tulisan..
    mau pisahan… apalagi, bisa jadi novel kayanya…
    bagus bagus…. produktif!!

    (kayanya tau siapa yg bilang kaya gini…)

    wah… saya lagi macet nih (belajar) nulisnya…

  2. @yulifia
    kayaknya ant kenal baik koq ama orangnya…
    hmm, tapi koq malah macet y? padahal gosip2nya ant besok wisuda kan?

    serius deh, menulis itu menyenangkan koq!

  3. Setuju. Menulis itu memang menyenangkan. Senang karena tulisan di muat di koran atau majalah. Senang karena dapat honor. Juga senang karena jadi terkenal he…he.. Kunjungi: economist-suweca.blogspot.com

  4. Pingback: Menulis itu Menyenangkan « flpkalsel

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s