Life is Choice II

empat belas pun kembali di jogja

empat belas pun kembali di jogja

Yah, seperti pernah gw cerita sebelumnya. 14 itu gak pernah ada dalam bayangan hidup gw. Asing. Sama asingnya saat kudu milih SMP. Aih, inilah sayangnya, dari semenjak bocah gw emang gak memiliki mimpi yang teramat luar biasa seperti yang dilantukan Nidji. Bahkan cita-cita gw dulu adalah ingin jadi Professor yang berhasil menemukan mesin waktu. Hoho, sebuah pilihan yang aneh bukan?

Ah, tapi biarlah. Klo gw SMA di 81 mungkin gak bakal kenal gw dengan yang namanya hidayah. Yah, meskipun sampai sekarang gw masih rada eror, tapi gw akan tetap berusaha keras agar hidayah ini punya ending yang beautiful. Hmm, klo pun gw bercerita tentang 14, tentunya dia akan jadi jilid II dari novel gw (setelah sebelumnya SMP 80 menjadi yang pertama). Hmm, mungkin sebagian udah ada di blog gw. Tapi cukup mewakililah pikir gw. Yah, masih ada cerita ketiga tentang pilihan hidup yang semakin dahsyat luar biasa!!! Yah, pilihan untuk kuliah!

Hehehe, masih tentang pendidikan tentunya. Maka pas gw kelas III SMA, pilihan minimal gw adalah kuliah di PTN. Dan pilihan utama gw adalah Ilmu Komputer, yah, pengennnya sih di UI. Tapi kita lihat nanti endingnya oke, karena ternyata kesempatan pertama gw ada di UM UGM. Yups, gw milih Ilmu Komputer di pilihan pertama, keduanya Teknologi Pangan dan ketiganya Perikanan dan Kelautan. Dan hasilnya, gw dapet di pilihan ketiga, Fakultas Pertanian, Jurusan Perikanan dan Kelautan, Program Studi Manajemen Sumberdaya Perikanan dan Kelautan. Yah, untuk yang ketiga kalinya, gw gak dapet pilihan pertama teman. Tapi tak mengapa, masih ada Ujian STAN dan SMPB.

Nah, klo STAN jelas sudah alasannya. Masa depan yang terjamin. Klo SMPB, jelas gw masih terobsesi dengan Ilmu Komputer UI. Yups, karena gw sadar menciptakan mesin waktu itu gak mungkin, gw mulai terobsesi tuk jadi hacker! Nah, tapi yang jadi kendala adalah, pilihan lain di SMPB apa yah? Bingung gw. Hingga akhirnya gw milih Teknik Industri ITB, hahaha, pilihan yang terlampau tinggi bukan. Yah, karena pas gw mo milih Psikologi UNPAD di pilihan kedua SMPB, bokap agak sedikit keberatan. Maka jadilah gw pilih ITB dan UI itu, selain STAN tentunya.

Dan gw masih inget, Agustus 2004 silam. Gw gak lolos STAN, gw juga gak dapet SMPB. Suer! Waktu itu gw sempet nangis! Pecundang banget gak sih! Masak satu pun gak ada yang lolos. Masak gw harus berkelana jauh ke Jogja sana dan mempelajari hal baru tentang perikanan dan kelautan. Ckckc, bener-bener gak kepikiran bakal kuliah di Jogja teman. Asli. Serius. Dan tentu saja, bingung!!!!

Yeah, life is choice…

Lima tahun gw kuliah di Jogja, maka itu telah menjadi sejarah pendidikan gw yang paling lama, setelah enam tahun di SD tentunya. Dan hikmah itu memang datengnya selalu belakangan. Jogja is beautiful. Gw bener-bener paham apa itu arti hidup yang sesungguhnya (ceile). Tapi beneran deh, klo gw kuliah di Depok ato Bandung, gw pasti gak bakal mandiri kayak begini. Yah, gw pasti gak bakal bisa nge-blog kayak gini (eh, belum tentu juga sih). Tapi satu kata yang mewakili pilihan hidup yang ini, subhanallah.

Yah, jadilah dia trilogy dalam pilihan hidup gw. Ah, blog gw bahkan lahir di Jogja, saat gw kuliah di UGM sana. Hmm, masih ada dua cerita tentang Life is Choice teman. Gw bakal ngelanjutinnya nanti, setelah shalat Jumat insyaallah…

Jakarta, awal April 2010
Memilih itu emang gak mudah…

Advertisements

2 thoughts on “Life is Choice II

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s