Episode Rafting Plus Bromo Part II

Oiya, sebelumnya saya belum memperkenalkan guide yang bakal mandu kita di boat. Namanya Mas Jabrik. Rambutnya memang jabrik. Blasteran Jawa-Bali. Pake kacamata, mirip Ian Kasela si vokalis Raja. Dan orangnya emang gokil abis. Entertain deh. Nah, yang bikin seru adalah ketika akhirnya ketika memutuskan untuk menamakan kelompok ini 4L4i (dibaca alay). Hohoho, sungguh ide yang lebay. Yah, kali ini kita ikut aturan maennya Songadventure, bahwa team ini memang harus bernama. Yups, jadilah kita berenam (saya dan Pak Joko di depan, Mirza and Arifah di tengah, Mas Galih and Didi di belakang plus Mas Jabrik as guide yg paling belakang lagi).

Bismillah. Semoga perjalanan ini ada hikmahnya.

Dan di jeram yang pertama. Asli. Gw beneran deg-degan. Baru pertama kali sih. Gak bisa berenang pula. Mantap sudah. Tapi kita kan dipersejatai lengkap. Pelampung. Helm. Dan dayung. Yups, sungai Pekalen memang menantang. Kita ambil paket yg beautiful adventure. Seru bos! Kurang lebih 12 KM. Kurang lebih 3 jam durasinya. Dan disana kita melihat gua kelelawar. Menikmati derasnya sungai. Berkelana. Dan pastinya basah kuyup semua. Tapi subhanallah, Indonesia itu sungguh beautiful deh. Mana ada yang kayak beginian di .. di mana yah? Pokoknya salut deh.

Belum lagi kita ngambil gambar di tengah sungai. Break sejenak dengan pisang goreng dan jahe hangat. Alhamdulillah. Yah, bisa dibilang ini pengganti mukhoyam gw deh. Hahaha, parah juga loe ‘Nji. Tapi yah mo bagaimana lagi. Gak mungkin gw balik ke jakarta buat mukhoyam 3 hari. Jadi sebagai gantinya, gw tafakur alam aja deh hari ini, arung jeram di Sungai Pekalen, Probolinggo dan selanjutnya ke Gunung Bromo. Yah, tentunya dengan sahabat baru yang unik dan menarik teman!

Alhamdulillah juga. Akhirnya kita semua selamat sampai tujuan. Mas Jabrik berhasil membalikan boat kita dengan sempurna. Wah, lain kali klo kesini, guidenya minta Mas Jabrik and Mas Galih lagi aja dah. Dan buat kalian yg mo nyoba Songadventure, itu saran dari gw. Mereka profesioal koq, dan gaol gitchu loch!

Nah, kemudian setelah take a bath, shalat, and lunch yang subhanallah enaknya. Tahu, tempe, bakwan, sayur nangka, ikan plus sambel yang unik, kerupuk and pisang, kita pun take picture lagi. Nah, yang ini picturenya menurut gw paling bagus dari semua. Tarat!

ki-ka: Didi, Arifa, Mirza n me

ki-ka: Didi, Arifa, Mirza n me

Kemudian setelah berpamitan dengan Pak Joko dan Mas Jabrik. Kita pun meluncur ke Bromo. Oiya, satu hal lagi. Disini ngambil foto mahal banget. Satunya 25ribu, dan itu cuma softcopy. Jadi saran gw, kalian bawa sendiri aja kameranya pas arung jeram. Tapi dengan catatan, water resisten dan berani ngambil resiko klo terbentur ato bahkan hilang ditelan derasnya sungai. Dan singkat kata, tibalah kita di Bromo View.

Yups, perjalanannya jelas berbukit dan muter. Persis klo mo ke Kaliurang di Jogja, ato puncak pass jawa barat. Udaranya so pasti seger banget. Dan kebetulan sekarang lagi libur Hari Raya Galungan, maka di sepanjang jalan, rumah warga pasti ada janur kuning melengkungnya. Yups, mayoritas disini emang Hindu teman. Kan orang tengger, khas dengan sarungnya pula. Bener2 kebudayaan khas Indonesia banget deh.

Dan kali ini, kayaknya cukup gw ceritakan dengan beberapa gambar aja deh. Here you are ^_^

ki-ka: me, Arifa, Didi n Mas Galih

ki-ka: me, Arifa, Didi n Mas Galih

Advertisements

4 thoughts on “Episode Rafting Plus Bromo Part II

  1. laen kalee… tourguidenya ane saja…… xixiixixxi…… dijamin nyasar di bromo, kagak balik lagi dah….. piss bang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s