HOMESICK

Kemaren sempet chat di FB ama adek gw yg paling kecil, Opik namanya.

0pikArohman:
aa
panji

Saya:
woi!

0pikArohman:
aa pulangnya tengah agusdus kan
aa pulangnya tanggal berpa

Saya:
tgl 7 agustus insy..

0pikArohman:
wohh

Saya:
tlg jemput di bandara yah..

0pikArohman:
y..

Saya:
di seokarno-hatta

0pikArohman:
ok

Saya:
emang lu tw?

0pikArohman:
gk
ama mama
papa

Saya:
yupi

0pikArohman:
hahaha

Saya:
lg dimana lu pik?

0pikArohman:
main warnet

Saya:
bagoooooos!

0pikArohman:
temen yg bayarinn
di bayarin

Saya:
udah sholat blum?
dzuhur?

0pikArohman:
blom
nanti

Saya:
parah…..
sholat dulu sana..

0pikArohman:
y nanti

Saya:
nanti kburu ashar!

0pikArohman:
ywdah
nanti kan pass ashar gw sholat zhur

Saya:
bagooooooos!!
mana bisa?!?!

Yah, tiba-tiba beberapa huruf itu melintas. Yah, gabungan dari beberapa huruf konsonan dan vokal itu menyatu. Hmm, sulit dimengerti memang bagi si Opik. Yah, karena dia muncul begitu saja sebelum, saat dan setelah conversation itu. Yah, H-O-M-E-S-I-C-K.

Surabaya, 14 Juli 2010
saat si Mirza dapet penempatan di Jakarta Selatan

Advertisements

6 thoughts on “HOMESICK

  1. semoga bisa segera “terobati” ya, pak, homesick-nya… ^^ karena memang, seperti lagu itu, “Harta yg paling berharga adalah keluarga, tempat yang paling indah adalah… keluarga…”

  2. @titintitan
    yupi!
    jadi pemuja rahasianya bos ^_^
    karena semuanya udah jadi sebuah kisah klasik untuk masa depan ^O^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s