Melancong ke Madiun

Madiun. Yg pertama terbesit entah kenapa selalu tentang pemberontakan PKI disana. Yah, kata sejarah, Muso-lah pimpinannya. Dan ahad ini gw berkesempatan tuk melancong kesana. Masih bersama Mirza Kun’s familly, nyokap-nya, Mirza n Arifa. Oiya, sama Pak Arief, driver dari Flexi.

Fuih, insyaallah ini bakalan perjalanan yang tidak kalah menyenangkannya saat ke Sidoarjo, Malang, Probolinggo, Bromo, Madura, Jogja, Solo, Magelang, hingga mungkin nanti ke Jakarta, insyaallah. Yups, ahad pagi, dari Simpang Darmo Permai Selatan IV No.46, melajulah kita ke Sidoarjo terlebih dahulu. Tapi tidak ke Porong teman. Tidak juga ke Gelora Deltras. Yah, dua tempat ini memang bukan tujuan kita. Tapi kita meluncur tuk jemput Arifa terlebih dahulu, calon istrinya Mirza (untuk tidak mengatakan pacar-nya, hahaha). Lalu dari sana, kita lewat tol untuk kemudian menikmati perjalanan panjang menuju Madiun yang sekarang lebih dikenal sebagai Kota Gadis (Perdagangan Pendidikan dan Industri). Yupi! Melancong ke Madiun!!

Huah….
Tapi emang perjalanan kali ini hanya Pak Arief yang gak tidur. Gw yang duduk di depan memang bukan co-driver yang baik. Selalu saja tertidur setiap perjalanan jauh. Ibunya Mirza yang baru saja umroh juga terlelap karena memang baru sampai Jumat malam. Arifa juga tidur. Dan Mirza lagi-lagi, karena dia juga baru saja menempuh perjalanan 24 jam Jakarta-Surabaya. Hohoho, biasalah itu, klo belum pernah delay naek kereta, belum bisa disebut naek kereta teman.

Yah, kita bertiga memang terlelap. Baru kemudian pas sampai di Jombang, kita bangun. Yups, disinilah Alm. KH. Abdurrahman Wahid dimakamkan. Gusdur begitu nama populernya, memang selalu diziarahi makamnya. Maka doa bagi saudara muslim yang telah tiada adalah ”Semoga Allah SWT menerima amal ibadahnya. Amin.”

Hingga kemudian gak kerasa, sampailah kita di Madiun. Di rumah kakek neneknya Mirza. Oiya, saya lupa bilang, tujuan utama kita adalah takziyah. Jumat dini hari, kakeknya Mirza yang memang sudah sepuh itu menghembuskan nafas terakhirnya. Tepat sehari setelah anak gadisnya, Mba Sari menikah. Mungkin inilah yang disebut skenario Allah SWT. Maka seluruh keluarga memang telah menerima kenyataan ini. Yah, semoga Allah SWT menerima amal ibadah kakek-nya Mirza. Amin.

Oiya, suasananya bener2 kayak di kampung halaman gw pas mudik. Ramai dengan sanak saudara, handai taulan dan kerabat dekat. Bener2 feel-nya tuh kerasa banget deh. Maka inilah yang menyebabkan gw homesick! Siapa coba yang gak pengen pulang klo merasakan suasana seperti ini. Jakarta, bener-bener rindu gw dibuatnya. Yah, edisi Melancong ke Madiun ini bener2 pemanasan sebelum minggu depan gw balik ke Jakarta. Yuhu!!!!

Lalu kita pun takziyah sejenak ke makam kakeknya Mirza. Yups, makam keluarga besar lebih tepatnya. Jauh memang lokasinya dari rumah. Tapi memang bener2 pemakaman keluarga. Jawa style. Oiya, ternyata, ada garis keturunan Arab di keluarganya Mirza, dari bokapnya. Tapi saya emang gak hafal silsilahnya. Tapi satu hal yang cukup mencengangkan yang gw lihat disana adalah, ternyata ada dua makam yang beda. Yups, beda keyakinan. Ya Allah, ternyata hidayah itu emang tak ternilai yah harganya. Padahal yang meninggal dalam keadaan muslim aja belum tentu masuk surga, apalagi…

……..

Dari sana, kita ke Glodok, begitu nama daerahnya. Lebih tepatnya nGlodok. Masih rumah saudaranya Mirza. Dekat pabrik gula ternyata. Istirahat sejenak disana sambil nunggu Ashar. Ketiduran di mobil karena stress mikirin jadwal futsal yang belum pasti. Hingga kemudian selepas Ashar, kita pun kembali melanjutkan perjalanan. Oiya, kali ini bertambah dua personil baru. Bapaknya Mirza dan Mas Yanto, saudaranya Mirza yang seneng guyon. Maka jadilah, anak2 dibelakang (gw, Mirza n Arifa), bonyok-nya Mirza di tengah, dan di depan ada Pak Arief yang tak tergantikan sebagai driver, serta Mas Yanto as co-driver ngegantiin gw. Hahaha.

to be continued

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s