Emak Ingin Naik Haji: Sebuah Resensi

Sesungguhnya di ujung-ujung usaha barulah takdir berbicara. Begitulah hikmah di ending film ini. Sebuah film yang tidak biasa di dunia belantika perfilman di Indonesia. Aditya Gumay sang sutradara mampu mengejawantahkan cerita karya Asma Nadia seperti imajinasi pembacanya. Sangat menyentuh nurani dan mengetuk pintu hati.

Film ini bercerita tentang keinginan mulia seorang anak yang ingin memuliakan ibunya. Yah, si ibu ingin sekali naik haji. Benar-benar naik haji yang ikhlas, karena kerinduan yang mendalam kepada Tuhan-Nya. Sebuah keinginan yang dilandasi hati yang tulus bersih, bukan karena perihal lain. Dan cita-cita itulah yang kemudian menjadi impian sang anak untuk mewujudkannya. Ibu yang cinta Tuhan-Nya dan anak yang berbakti. Kedua pusat cerita ini mampu membawa kita kepada sebuah perenungan yang hakiki, kepada sebuah kerinduan yang sebenarnya, kepada rasa cinta Allah SWT.

Dikisahkan dengan sangat apik dalam film ini tentang lika-liku perjuangan si ibu dan anak. Tentang potret lain para pelaku haji yang biasa kita temukan di negeri Indonesia ini. Haji berkali-kali yang dilakukan oleh banyak orang kaya di Indonesia. Haji yang dilakukan demi sebuah gelar haji, yang digunakan sebagai penambah nilai jual pilkada. Sebuah studi komparasi yang real terjadi di negeri Indonesia ini.

Dan perjuangan itu memang tidaklah mudah. Allah menguji hamba-Nya sesuai dengan kemampuan. Sidang penonton pun benar-benar dibuat terkesima dengan jalannya cerita, dibuat teraduk hatinya, menangis kecil haru, tersenyum getir penuh luka atas perjuangan yang hakiki ibu dan anak itu. Ini film luar biasa teman! Mendobrak tradisi dan menginspirasi.

Maka bagi orang tua yang ingin anaknya berbakti, bagi anak yang ingin orang tuanya mengerti, bagi para calon pemimpin bangsa ini, bagi para orang kaya yang kekayaannya membuat terlena, dan bagi yang ingin naik haji namun merasa belum terpanggil, film ini patut menjadi acuan untuk dinikmati. Sederhana dan sarat makna. Sungguh, film ini sangat berarti.

Banjarmasin, 29 Agustus 2010
–dalam pencarian cinta-Nya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s