Bekerja Niatkan Ibadah

Senin. Saya sudah berencana untuk mengevaluasinya tapi lupa. Selasa. Saya juga sudah meniatkan untuk menceritakannya tapi memang terlampau lelah. Rabu. Sekarang atau tidak sama sekali. Karena Float pun pernah bersenandung merdu, ”Lewat sudah, tiga hari ’tuk selamanya”.

Maka benar perkataan para senior waktu di kampus beberapa tahun silam. Universitas adalah kawah candradimuka, dia hanyalah batu pijakan untuk melangkah pada perjuangan berikutnya. Tempat bertarungnya idealita dan realita. Yah, kehidupan pasca kampus adalah ujian yang sebenarnya teman! You’ll never know ’till you’ve tried!

Hmm, hari pertama saya menemukan suasana kerja yang baru. Banker’s itu memakai dasi dan rapih. Hohoho, kebiasaan Surabaya yang santai, rileks, kemeja lengan panjang namun digulung sampai siku dan tanpa dasi (kecuali BM dan OM). Wajarlah, bagi si anak baru yang akhirnya berbeda sendiri penampilannya. Huah! Pak Jose gak bilang-bilang pula kalau aturan main di Banjarmasin adalah berdasi. Ckckck.

Kemudian, nuansanya berikutnya adalah ekspektasi berlebih dari BM kepada saya, calon analis baru. Aih, mari kita positifkan dengan istilah harapan itu masih ada. Beliau sendiri bercerita bahwa yang dibutuhkan bukanlah skill dan knowledge, karena itu akan berkembang seiring dengan jam terbang. Namun yang diperlukan adalah motivasi dari dalam diri sendiri! Hebat teman! Motivasi saya memang tiada batas (unlimited mode on), tapi tingkat kepanikan saya juga diatas rata-rata orang biasa. Fuih, tetapi karena nasi telah menjadi bubur, lebih baik kita menjadikannya bubur ayam spesial yang lengkap dengan ayam suir, kecap, kerupuk, kacang, bawang, telur, sate usus dan sambal =)

Yah, lingkungan baru pun orang-orangnya jelas baru. Entah berapa hari saya dapat menghafal semua nama personil disini dan akrab. Insyaallah paling lama adalah sesaat sebelum menerima SK Penempatan (yang kemungkinan besar memang di Banjarmasin). Hmm, insyaallah nanti juga kenal deh, bismillah!

Lalu hari kedua. Saat OTS bersama dua orang senior di pemasaran, Mba Ike yang super duper heboh dan Mas Faisol yang banker’s abiz style-nya. Hmm, saya menemukan sebuah fakta yang cukup menantang untuk tidak mengatakan mengerikan. Yah, ternyata memang benar kata BM, pilihan sebelum SK hanya dua, ekspansi 10 M atau recovery 10 M. Maka hari kedua ini adalah speechless.

Di hari ketiga. Rabu. Pagi. Selepas doa pagi yang ternyata adalah doa rabithah. Ada rapat pemasaran, masih bersama dua kolega senasib sepenanggunggan, dua orang senior pemasaran dana, Mba Muhi dan Rida dan Bos Ino, Sang Penyelia. Dan kesimpulan rapat itu yang masih terngiang dengan jelas dalam alam pikiran bawah sadar adalah ekspansi perbulan 17 M. Hahahaha, mungkin ini yang dirasakan kolega saya di Bank plat merah lain. Hohohoho, pagi itu, saya hampir tidak bisa berkata-kata. Aih, tugas kita hanya ikhtiar dan berdoa, sisanya serahkan kepada Allah SWT.

Akhir kata, semuanya akan mudah kalau kita meniatkan kerja ini sebagai ibadah. Yah, ada amanah dari nasabah dana yang telah mempercayakan penyimpanan dananya di kita. Maka tugas kita adalah menyalurkan dana itu kepada yang berhak dan layak, untuk kemudian bagi hasilnya nanti akan kembali kepada nasabah dana. Inilah siklus kebaikan itu, terus berputar dalam lingkaran perbankan syariah yang insyaallah membawa berkah =)

Banjarmasin, 1 September 2010
Baru tiga hari pertama teman!

2 thoughts on “Bekerja Niatkan Ibadah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s