Beribadah Niatkan Ikhlas

Hadist arbain yang pertama dengan amat sangat gamblang menjelaskan tentang keikhlasan. Hasan Al Banna dalam Arkanul Bai’ah merumuskan ikhlas setelah al fahmu. Dan Pak Haji dalam Kiamat Sudah Dekat bahkan mensyaratkan ilmu ikhlas untuk calon mantunya. Tapi definisi ikhlas (secara sederhana) menurut saya adalah hanya mengharapkan ridho Allah saja.

Nah, memang ada baiknya sidang pembaca menyimak postingan terdahulu tentang Bekerja Niatkan Ibadah. Karena ini memang beralur. Setelah kita meniatkan kerja kita sebagai ibadah, mencari nafkah yang halal bagi keluarga- maka yang perlu dilakukan selanjutnya adalah meniat ikhlaskan ibadah kita itu. Fuih, sederhana secara teori, namun butuh waktu dalam aplikasinya.

Seperti tiga hari yang saya alami ini. Ada banyak rasa berkecamuk. Saat dua hari awal yang notabene adalah akhir bulan. Maka yang kemudian kita lakukan adalah mengingatkan nasabah yang terhormat untuk menyetorkan angsuran pinjaman per bulannya. Bukankah janji adalah hutang. Maka bagi seorang muslim, wajib hukumnya untuk melunasi. Jika di dunia tidak berkesempatan, maka di akhiratlah semua kekurangan itu akan ditanyakan.

Aih-aih, seperti debt collector saja. Tapi tentu dengan prinsip yang berbeda. Dan mungkin karena itulah, Kang Andi, kolega saya waktu di kelas BCM Syariah akhirnya ditempatkan sebagai analis pembiayaan khusus. Nah, kekosongan posisi analis pembiayaan pada akhirnya coba diberikan kepada saya dalam tiga bulan masa evaluasi lapangan ini. Hmm, dengan ratusan, ribuan, jutaan tantangannya, bismillah, ikhlas!

Belum lagi kabar berita lain dari sahabat-sahabat saya di tanah Jawa. Aih, senangnya dapat bertegur sapa dengan kalian, meski hanya di dunia maya. Jalu, Tian, Pak Beni, Wayan, Vian, Ari, Nabila, Dantee, Nia, Pak Silva, Ai, Wahyu, Hasan, Mirza Kun dan masih banyak lagi. Keep online bos! And keep pray to each other!

Lalu berita lain melalui pesan singkat, SMS dan telepon murah sesama XL. Chandra, Muha, Niva, Chandra, Ayu, Pak Larso, Yoga, serta genk laskar Jogja yang semoga tetap antusias dengan pesan singkat saya yang straight to the point perihal tradisi sebatang logam mulia. Maafkan saya teman, peran ini harus kembali saya jalankan setiap ada undangan yang tersebar. Mari kita sama-sama ikhlas oke!

Alakulihal, tetap persiapkan ending Ramadhan kita dengan khusnul khotimah! Happy ending! Siapa tahu kita berjodoh dengan Lailatul Qadr. Dan kunci dari itu semua adalah enam huruf sakti. I-K-H-L-A-S.

Banjarmasin, 1 September 2010
Make it simple aja deh =)

2 thoughts on “Beribadah Niatkan Ikhlas

  1. dipaksa panji……..he…tapi tetep haru ikhlas..ya iutlah ikhlas menurut vina,rahasia kita dan Alloh saja..karena bisa saja mulut menggerutu tapi ternyata ikhlas ataupun malah manut-manut saja tapi ternyata sangat tidak ikhlas..so buat panji….keep spirit!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s