Tentang Fajar…

Ramadhan 2005
Belum pernah gw menghadapi Ramadhan seberat ini. Asli, ramadhan tahun ini bener-bener ujian paling sulit yang gw alami sepanjang hidup. Apa pasal?

Adek gw masih terbaring lemah di ruang ICU. Speechless gw dibuatnya. Bener-bener gak bisa berbuat apa-apa lagi selain berdoa dan berserah diri kepada Allah SWT.

Ramadhan Duka

Ramadhan Duka

Yah, Gulliant Barre Syndrome nama penyakitnya. Menyerang saraf. Mengakibatkannya lumpuh seketika. Masih tidak diketahui pula apa penyebabnya. GBS, begitu para dokter menyebut penyakit langka ini. Dan buat gw, tiga huruf itu amat sangat gw benci!

**

Ramadhan tahun memang gak mudah. Tahun kedua kuliah ternyata langsung dapet amanah jadi PJ Perkap Ramadhan di Fakultas Pertanian. Maka di hari-hari awal Ramadhan pontang-panting lah gw dibuatnya. Belum lagi kesibukan praktikum yang gak ada habisnya. Maka Ramadhan kali ini bener-bener melelahkan buat gw.

Dan sore itu, selepas praktikum, gw dapet sms dari nyokap klo Fajar, adek pertama gw, dirawat di RS. Innalillah, pikir gw mungkin hanya sakit biasa. Ntar gw telpon deh selepas Maghrib. Maka setelah menyelesaikan amanah Ramadhan di Fakultas, gw pun balik dan menyempatkan diri tuk berhenti di wartel dan nelpon nyokap.

Yah, dugaan gw salah. Adek gw ternyata di ICU, sakitnya parah, dan belum tahu apa penyakitnya. Maka meledaklah tangis gw seketika. Lengkap sudah ujian ramadhan kali ini. Ingin berteriak kesal saat itu, kenapa Allah ngasih ujian sedemikian beratnya ke gw!! Protes gw saat itu! Kesel banget gw saat itu!

Maka hari-hari berikutnya adalah hari yang menyebalkan. Gw benci dengan amanah sebagai perkap, gw benci praktikum yang banyak banget itu, gw pengen balik ke Jakarta saat itu! Gw mo ketemu adek terbaik gw! Sahabat sekaligus rival gw! Gw harus ketemu dia, apalagi saat nyokap dan bibi gw ngabarin klo kondisi Fajar di ICU semakin memburuk. Ya Allah, kenapa Engkau memberikan cobaan teramat berat bagi hamba-Mu yang sangat lemah ini. Bukankah Engkau tidak pernah memberi cobaan yang melebihi kemampuan hamba-Mu. Bukankah di Ramadhan ini Engkau memberikan rahmat dan kasih-Mu, mengapa Engkau menghadiahi hamba kado pahit seperti ini!

Ya Allah, hamba tidak mengerti apa maksud-Mu ini…

**

Maka Ramadhan 2005 adalah Ramadhan terkelam dalam sejarah hidup gw. Ramadhan yang pahit, karena gw gak sanggup melihat adek gw hanya diam tak berdaya di ICU sana. Tidak bisa bergerak, tidak bisa bicara. Ya Allah, hamba hanyalah seorang kakak yang mencintai adiknya. Hati siapa yang tidak akan menangis menghadapi ini semua. Ya Allah, kenapa Engkau menguji adik hamba sedemikian hebatnya.

**

Fajar Arohman. Dialah adik pertama gw. Usianya saat itu belum genap 17 tahun. Masih 16 tahun. Kelas 3 di SMA 91 Jakarta. Gw sangat bangga dengan adik gw itu. Dia bener-bener deket sama gw. Rival abadi gw saat maen catur, badminton dan sepakbola. Dia bener-bener talented. Maen caturnya pandai, padahal dia lebih muda dari gw. Maen badminton dan bola-nya skillfull banget, karena dia sadar klo dia lemah di power, maka skillnya itu diatas rata-rata menurut gw. Dan inilah yang ngebuat gw bangga! Dia dekat dengan Tuhan-Nya. Aktivis rohis di sekolahnya. Ikhwan yang tetap mampu berbaur dengan yang laen sesuai kaidah syar’i. Ghirah-nya sungguh luar biasa. Sayang banget gw gak satu SMA dengannya, klo satu SMA, jelas gw akan selalu membanggakannya! Iniloh adek gw!

Maka ketika dia sakit. Gw pun ikut sakit. Ketika dia gak bisa ngapa-ngapain di pembaringan. Gw pun merasakan hal itu. Ya Allah, perjuangannya masih panjang, mengapa Engkau istirahatkan dia seperti ini caranya. Ya Allah, hamba ingin sekali berbagi cerita dengannya tentang dakwah kampus nanti, tetapi kenapa Engkau seperti hendak memanggilnya segera. Ya Allah, hamba tahu bahwa semua jiwa ini adalah milik-Mu, tapi bolehkan hamba meminta kesehatan dan kepanjangan umurnya. Dia orang baik Ya Allah, dia anak masjid Ya Allah. Dia dekat dengan-Mu Ya Allah. Maka sembuhkanlah dia seperti dulu kala…

**

Genap tiga bulan lamanya Fajar di ICU. Mungkin Allah lebih mencintainya. Mungkin Allah tengah menghapus dosa-dosanya saat itu. Mungkin Allah ingin menegur gw dengan cara-nya. Yah, cara yang gw pikir amat sangat menyakitkan.

8 Januari 2006. Sekitar 9 Dzulhijjah, mendekati Idul Adha. Ahad sore, Allah memanggilnya. Sangat perih buat gw. Saat itu gw di Jogja. Saat itu gw bahkan tengah berputus asa dari rahmat-Nya. Menyerah karena tidak sanggup melihat sakitnya adek gw. Di stasiun Tugu gw mendengar berita duka itu, tepat saat adzan Maghrib berkumandang, saat gw baru mau berangkat ke Jakarta.

Ya Allah, ijinkan hamba belajar banyak hal dari beliau…
Pesan Fajar akan selalu hamba ingat sebagai sebuah ilmu yang bermanfaat

”Jadilah orang yang berguna bagi orang lain”

Banjarmasin, 5 September 2010
Dedicated for my brother, Fajar Arohman..
Semoga Allah memberikan Jannah-Nya untukmu…

4 thoughts on “Tentang Fajar…

  1. hanya bisa terharu…………….dan menitikkan air mata…………
    Ya Allah, berikan fajar arohman tempat yang terbaik di sisiMu…….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s