Berkunjung ke Tanjung : Episode I

Teman, dulu saya sempat berikrar, berjanji untuk silaturahim ke rumah sahabat lama saya di Tanjung, 5-7 jam perjalanan darat dari Banjarmasin. Maka kali ini Allah benar-benar mengijinkan silaturahim itu terjalin. Sabtu menjelang siang saya berangkat dari rum-din menuju terminal di pal 6, hanya sekitar 15 menit jalan kaki. Yups, berkunjung ke Tanjung!

Nah, ada yang perlu kalian perhatikan kalau sudah di terminal Banjarmasin ini. Pertama perhatikan rutenya hendak kemana. Ada banyak pilihan, Barabai, Amuntai, Banjarbaru bahkan Negara saja ada. Hmm, unik dan menarik memang nama daerah di tanah borneo ini. Tapi kali ini tujuan saya jelas, Tanjung, kabupaten Tabalong. Yups, backpacker di hari raya kedua, di syawal hari kedua. By Taksi tentu saja. Oiya, tapi taksi disini adalah angkot. Istilahnya begitu. Untuk tujuan Tanjung, tarifnya Rp. 60.000 per orang. Dan saya mendapatkan kursi nyaman di depan, di sebelah Pak Supir. Like this song :

”Pada hari minggu ku turut ayah ke kota, naek delman istimewa, ku duduk di muka, ku duduk di samping Pak Kusir yang sedang bekerja, mengendarai kuda supaya baik jalannya”

Yupi! Menyenangkan teman, meski harus menunggu beberapa jam hingga taksi cukup penumpang. Apa pasal? Karena saya berhasil mengkhatamkan ”daun yang jatuh tak pernah membenci angin” karya Tere~Liye. Hmm, benar-benar novel yang memendam rasa! Mencintai malaikat! Tapi sempurna hebat dengan settingan toko buku dan prestasi luar biasa akibat cinta. Tapi point yang membuat saya terpukau adalah menjadi yang terbaik dari pengalaman hidup! Tania hebat! Dia menginspirasi tapi menyebalkan sedang Dede cerdas dan jenaka (tipikal adik yang baik)! Kemudian sembari menunggu taksi berangkat, saya juga berhasil discuss by phone dengan Gusti, adik saya yang kuliah di UnPad. Hebat! Baru kali ini saya berbincang serius dengan adik saya. Hmm, tiga statement yang menginspirasi sesaat menjelang terbang ke Banjarmasin; dewasa, wibawa dan mengayomi. Bismillah, kalau Tania mampu menempati janjinya kepada dia dan ibunya, maka akan saya buktikan kalau saya juga bisa!

Maka Banjarmasin akan menjadi saksi atas tiga kata-kata yang menginspirasi itu. Dan kali ini Tanjung menjadi salah satu langkah awalnya.
Yaps, finally, perjalanan pun dimulai…

Tanjung. Salah satu kota di Kabupaten Tabalong. Seperti Kabupaten Bintan dengan kota Tanjung Pinang-nya. Hmm, kalau salah tolong dibenarkan yah teman =D

Perjalanan berawal dari pal 6, (red. Jl. Ahmad Yani KM.6). Menyusuri jalan panjang itu ternyata cukup menyenangkan. Apalagi ditemani dengan gerimis mengundang yang menambah syahdu suasana perjalanan panjang kali ini. Dan seru, baru berjalan beberapa kilometer, kita diminta untuk berganti kendaraan. Hahaha, tapi saya berpikir positif saja teman, mungkin inilah kendaraan terbaik yang disediakan. Yups, enjoy ajalah.

Hmm, belum memasuki kota Banjarbaru, saya sudah terlelap. Hehehe, ngantuk sangat teman. Saat terbangun pun sudah berada di kota Martapura, serambi mekkah-nya Kalimantan gitu deh. Tapi itu pun hanya terbangun sesaat. Untuk kemudian terlelap kembali. Hmm, salah satu alasannya adalah Pak Supir-nya hanya berbahasa Banjar, dan saya belumlah pandai benar. Hiks-hiks-hiks. Namun untung saja ditengah perjalanan munculah penumpang baru yang akhirnya duduk didepan juga, menemani Pak Supir untuk berbincang sepanjang perjalanan dengan bahasa Banjar. Hohoho.

Nah, tepatlah kalau perjalanan kali ini disebut dengan lintas Kalimantan. Anggaplah ini seperti perjalanan mudik saya dari Jakarta ke Kuningan. Menyenangkanlah. Antara sadar dan tidak. Terbangun kemudian terlelap. Melihat pemandangan jalan sekilas kemudian menikmati dunia mimpi. Hutan. Gelap. Gerbang kota. Masuk desa. Keluar kabupaten. Kecamatan lain. Yah, teringat sebagian nama daerahnya, Kandangan dengan Dodol yang telah menjadi icon-nya, Hulu Sungai Selatan, Loksado (terkenal dengan suasana pegunungan, katanya), dan sisanya saya lupa. Hahaha, kebiasaan buruk kalau perjalanan darat nan panjang bin melelahkan kembali terulang (tertidur-sangat manusiawi).

Aih, singkat kata, tibalah saya di kota Tanjung. Yeee! Alhamdulillah. Kalau ada teman saya yang bercerita memancing emosi tentang cerita mudiknya, maka kali ini saya tidak akan terpancing. Hehehe, kali ini saya pun mudik. Mudik ke rumah sahabat lama. Yups, tepat saat malam. Sekitar jam 8 malam. Tidak di terminalnya memang, tetapi di persimpangan jalan utama menuju terminalnya. Dan tidak pakai lama, saya kontak sahabat lama. Kemudian meluncurlah dia segera, begitu katanya.
**
Andika Pulung Prayoga namanya. Yoga panggilannya. Sahabat yang telah saya ceritakan dibeberapa kisah sebelumnya. Teman ospek jurusan saya di kelompok Samudera Raksa. Rekan perkuliahan saya di jurusan perikanan dan kelautan UGM angkatan 2004, dia Program Studi Budidaya Perikanan (BDP), sedang saya Manajemen Sumberdaya Perikanan (MSP). Partner saya pula waktu dua bulan KKN di Pulau Bintan, namun beda Sub Unit, dia di desa Teluk Bakau yang menantang, sedang saya di Kelurahan Kawal yang damai. Yups, cukuplah untuk meng-klaim kalau beliau adalah sahabat terbaik saya di tanah Borneo ini.

Nah, awalnya saya mengira akan dijemput dengan motor. Yah, khas mahasiswa Jogja-lah. Tapi koq tiada kunjung datang motor itu. Malah tiba-tiba muncul mobil mewah berwarna silver. Mobil khas tambang yang kalau di Jakarta menjadi mobil mahal koleksi orang-orang kaya. Wah, perasaan saya sudah tidak enak nih. Hingga akhirnya kaca depan terbuka, dan memang Yoga yang ada di dalamnya, bersama Denny, adik iparnya. Subhanallah. Sambutan yang luar biasa teman!

Maka kisah selanjutnya menjadi akan sangat menyenangkan. Berkunjung di Tanjung ternyata sungguh luar biasa. Seperti Muhajirin yang dimuliakan Ansar teman =D

Banjarmasin, 14 September 2010
Dan petualangan pun dimulai…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s