Festival Pasar Apung 2010

Teman, sudah seminggu sejak pagelaran tahunan ini dimulai. Ah, maafkan kalau baru sempat menuturkannya hari ini. Akhir bulan memang terlampau padat. Waktunya singkat. Menguras energi, pikiran dan mental. Tapi festival hebat ini tak akan tergantikan dengan yang lain, it’s Banjarmasin Style, “Festival Pasar Apung”.

Yah, kalau Jakarta punya Jakarta Fair selama satu bulan penuh di setiap hari jadinya. Lalu Malang punya Matedul alias Malang Tempo Doeloe yang begitu unique. Atau festival kebudayaan lain yang ada di belahan dunia ini. Maka kota seribu sungai juga memiliki hajatan setiap tahun untuk merayakan milad-nya. Ah, tapi sayang saya lupa ini hajatan yang keberapa. Tapi sangat menarik teman, lumayanlah sebagai agenda pengganti gak jadi ke Jakarta. Hmm, menghadiri festival rakyat ini sekaligus stand by di stand iB milik Bank Indonesia. Sambil menyelam minum air-lah, asalkan jangan tenggelam saja.

Ahad. Yups, ahad sore hingga malam saya berada disana. Bersama kolega dari Muamalat, BPD, BPRS, dan Fossei KalSel. Subhanallah! Saya sama sekali tidak menyangka akan berada disini. Menikmati keragaman budaya negeri kayuh baimbai ini. Menjelajahi pasar rakyat Banjar yang sunggu mempesona. Menyaksikan sungai (yang saya lupa namanya) dalam kegelapan malam yang begitu anggun. Ini semua hebat teman! Pengalaman yang tiada terlupakan dan tiada tergantikan. Mungkin inilah salah satu hikmah evaluasi lapangan di Banjarmasin.

Oiya, dan saya pun akhirnya tahu sejarah kota Banjarmasin. Kenapa dinamakan Banjarmasin? Menurut penuturan Mas Faisal, putra asli Banjar dari Muamalat, Banjarmasin itu berasal dari kata Bandar Masih. Sebuah pelabuhan laut tempo dulu. Yah, namanya Bandar Masih. Tapi kemudian warga asli terbiasa menyebutnya Banjarmasin. Begitu sejarahnya. Insyaallah bisa dipercaya. Tapi kalaupun hoax, silahkan sidang pembaca googling sajalah. Hahahaha.

Nah, Banjarmasin juga dikenal sebagai negeri Lambung Mangkurat. Apa artinya itu? Kalau kata koordinator Fossei KalSel, Lambung Mangkurat itu semacam gelar bagi salah seorang raja banjar yang tersohor. Yah, selain Pangeran Antasari yang dikenal sebagai pahlawan nasional dan diabadikan dalam pecahan uang dua ribu-an, ada pula Lambung Mangkurat yang mungkin lebih kita kenal sebagai salah satu PTN di kota Banjarmasin. Itu sejarah selanjutnya yang saya dapat.

Kemudian apalagi yah? Hmm, nampaknya cukup sekian kisah tentang festival pasar terapung. Masih ada PR besar untuk saya dapat menyaksikan dan menikmati pasar terapung khas Banjarmasin. Yah, di sungai Barito. Insyaallah minggu kedua Oktober saya akan kesana. Doakan saya teman =)

Banjarmasin, 2 Oktober 2010
Selepas kekalahan telak di pertandingan Futsal

4 thoughts on “Festival Pasar Apung 2010

    • oh, ada2…

      someday saya posting deh
      *hmm, minggu depan sy kayaknya mo kesana secara resmi nih ^_^

      btw, ini siapa y?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s