I Hate & Love Monday

Senin. Hari pertama dalam aktivitas bisnis. Awalan dalam dunia kerja. Dan edisi perdana bagi anak sekolahan. Senin memang selalu nampak berbeda. Dia peralihan dari libur panjang menuju aktivitas sebenarnya. Yah, bahkan sampai ada anekdot, I hate Monday. Hmm, yah karena it’s shocking day! Tapi untuk saya, ada dua perasaan untuknya, I hate and love Monday!

Mari kita awali dengan setumpuk gawean yang belum tertuntaskan. Masih pending dan belum tertunaikan hingga sekarang. Yups, padat merayap memang Senin ini. Mulai dari memo internal pelepasan jaminan yang ternyata tidaklah sederhana. Kemudian walking customer yang datang silih berganti, tanya rumah, tanya kendaraan hingga usaha. Call memo ke beberapa pihak. Advis yang menggunung dan mulai membingungkan. Yah, begitulah mengerikan memang. Hingga akhirnya, beberapa status yang pending pun terselesaikan, meski tidak sampai selesai sepenuhnya.

Fuih, I hate and love Monday. Saya benci dan senang hari Senin teman! Hmm, karena memang ada banyak hal yang membuat saya membenci dan menyenanginya. Campur rasa. Aduk rata. Entah seperti apa jadinya, tapi memang begitulah adanya. Hebat dan luar biasa memang Senin pertama di bulan Oktober ini. Apa ini akan menjadi momentum kesekian kalinya untuk saya? Ah, saya sendiri sulit menjawabnya teman. Sangat rumit.

Seperti saat berbuka dengan gorengan. Hohoho, delicious. Seperti saat mendapatkan oleh-oleh dari Pak Dade yang baru pulang dari Beijing. Hohoho, antara topi, baju dan jam tangan. Maka terpilihlah baju biru bermotif Panda. Seperti saat beli makan di Rumah Makan Padang langganan saya dan Pak Jose, Roda Baru. Pesan teri balado, tidak ada. Rendang, tidak ada. Sambal merah, tidak ada. Hahaha, sebal dibuatnya. Seperti juga saat Pak Jose ingin membeli Pepaya, kembali tidak ada, dan beralihlah ke buah khas Banjarmasin, Semangka! Hahaha, inilah buah yang senantiasa menjadi penyempurna kehidupan rantau dua alumni padepokan Gadjah Mada di Rum-Din Bun Yamin II Ray.5 No.69. Subhanallah sekali teman!

Ah, masih banyak sebenarnya yang ingin saya ceritakan. Seperti saat kekenyangan makan nasi padangnya. Yah, seperti biasa, porsi nasi Pak Jose selalu dilimpahkan ke saya. Dan baru kali ini saya makan nasi padang sampai kekenyangan. Hmm, nampaknya efek gorengannya masih terasa dan bersisa teman. Hahaha, memang benar bahwa segala hal yang berlebihan itu tidak baik adanya. Seperti saat saya berhasil membuat anggaran pengeluaran bulanan. Wah, ternyata tidak sampai satu juta teman. Lebih dari cukuplah buat seorang jomblo seperti saya. Ckckck. Sebal alias betul! Benci alias benar-benar cinta!! Senin memang semarak teman!!!

The last but not least, saya pun mengakhirinya dengan berbalas pesan dengan beberapa teman saya. Beberapa pesan yang tidak penting. Beberapa pesan yang lucu. Dan tidak lupa pesan yang cukup serius dengan adik dan ibu saya, tentang salary seorang guru (kebetulan ada calon nasabah dari kalangan pendidik yang mengajukan pembiayaan rumah). Akhir kata, yah, begitulah senin bagi saya. I hate and love it 

Banjarmasin, 4 Oktober 2010
Terlelap saat membaca DDU~

8 thoughts on “I Hate & Love Monday

    • hahaha, kesimpulan yg aneh >_<
      *hari2 yang menyenangkan dan selalu menyebalkan memang selalu ada, datang silih berganti ^_^

  1. jika senin dibenci, tidak ada alasan untuk tidak mengulanginya pekan depan…
    jika senin dicintai, ada beribu alasan untuk menikmatinya…

  2. ehm… kalo aku, hari senin hari buat mengisi semangat…setelah pekan kemaren terkuras habis, hari senin kita isi lagi bensinnya untuk dipake hari selasa sampe ahad…. biar tetep semangat…..*_~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s