B 1 JS

Jumat. Seharusnya yang menjadi hari libur bagi umat Islam adalah hari ini. Sederhana maksudnya, libur dari urusan duniawi untuk kemudian dapat memfokuskan diri kepada urusan akhirat. Hmm, tapi bukankah ini hanya masalah perbedaan sudut pandang. Perlukah dikotomi antara urusan dunia dan akhirat? Bukankah keduanya seiring dan sejalan. Ah, lupakan perdebatan tidak penting ini teman, yang penting adalah bekerja niatkan ibadah, dan beribadah niatkan ikhlas, insyaallah membawa berkah 

Yah, hari ini Jumat teman. Om Ino sudah mulai masuk. Dengan begitu, maka berakhirlah tugas Mbak Yanti sebagai PGS. Dengan begitu, berakhir jua semua pendingan advis yang ada di saya (lho?!?). Just kidding friend! I still have so many advis in my table. It’s challenging and fun. Start from woody bussines that I must pending and pending again. Yups, satu miliar untuk trading kayu dan olahannya di Pulau Alalak sana. Haduh, berarti genap seminggu saya belum silaturahim. Lalu berlanjut lagi ke, kayu lagi. Woody memang dekat moody. High risk high return. Kalaulah woody yang pertama adalah modal kerja yang bisa di-WUS-kan, maka woody yang kedua sebenarnya lebih sederhana, karena dia adalah KPR yang sayangnya, pengurusannya dialihkan lewat penjual dengan jaminan yang nampaknya belum diroya. Kesepakatan dengan woody II, Selasa Insyaallah silaturahim, sedang woody I, insyaallah Senin.

Oiya, lalu tentang sertifikat tanah yang berdiri bangunan di atasnya, yang menjadi biasanya menjadi jaminan (collateral), yang menjadi alternatif kedua untuk pembayaran angsuran (second way out), yang nantinya akan dilengkapi dengan Hak Tanggungan (HT), yang sebelumnya dibuatkan Akta Jual Beli (AJB) terlebih dahulu (special for KPR), dan yang pasti, ini semua akan berhubungan erat dengan profesi notaries. Aih-aih, setelah mendalami ekonomi, bisnis dan laporan keuangan, memang seharus bankers juga kudu harus, mesti wajib, memahami perihal hukum, akad, dan seputaran ini. Yups, ini bisnis jasa teman! Maka hitam putihnya harus jelas. Tertulis dengan amat sangat jelas!

Seperti kasus yang tengah saya alami. Yah, endingnya memang penolakan (haduh, belum balikin berkasnya pula-dan ada satu masalah lagi dengan berkas). Hmm, tentang jual beli dengan sistem Banjar, penjual membuat perjanjian yang kalau saya pikir amat sangat sadis bagi pembeli, tetapi itu juga memang hak-nya penjual sih. Kata Mbak Yanti sih biasa. Bagoos! Lalu tentang bisnis tambang batu bara yang ternyata tidak semudah dibayangkan. Tentang efektivitasnya yang hanya enam bulan, karena sisanya adalah musim penghujan yang jelas mengurangi omset dan pendapatan. Tentang legalitas, kejelasan kontrak dengan supplier dan end user, mutasi rekening koran + laporan keuangan, dan posisinya dalam alur bisnis (supplier, broker, dealer, end-user). Kata Kang Badra sih verifikasinya harus mendalam, dan kata Kang Andi berbarengan dengan Kang Badra, 4-5-1. Hahaha, sistem yang familier nampaknya.

Oiya, kemudian tambahan dua pelajaran lagi sebelum akhirnya saya mengakhiri dengan kasus pendidikan. Pertama tentang bisnis rumah makan. Hohoho, ternyata tidak sederhana yang dibayangkan memang. Ada keperluan untuk pembelian peralatan + renovasi rukonya, keperluan untuk take over modal kerja dari bank lain (ini re-financing bukan sih? Apa kehitung hijrah juga?), plus keperluan untuk balik nama ahli waris atas sertifikat ruko tersebut. Hehehe, complicated bukan? Kemudian yang kedua tentang KPR. Negatifnya adalah pihak developer belum ada PKS dengan kita. Rumahnya pun inden. Baru pondasi. Belum utuh benar. Plus permohonan beliau untuk special rate. Positifnya adalah si pembeli yang memiliki mutasi teramat bagus di kita. Amat sangat bagus teman. Payroll lewat kita. Dan saldonya selalu lebih dari cukup. Bahkan kalau bisa dimulai saja pendebetan angsurannya bulan ini. Hmm, tidak ada yang simpel memang. Yah, karena masalahlah yang akan mendewasakan kita!

And the last, like I told you before, it’s all about education. Maybe it gonna be my 1st BCM. My BM says, just three days maximum to finish all advis! Yups, sangat memotivasi bukan. Insyaallah ini bukan sembarang sekolah. Insyaallah pressure dari luar pun sangat kencang, tidak kalah kencangnya dengan yang di dalam. Insyaallah lima miliar saja. Tapi memang kalau kata OM, ini mah merem juga bisa, SKP dulu, baru advis! Hahaha, bagoos! Berapa hari akan selesai? Minggu kedua Oktober semuanya akan clear, termasuk keputusan dari pusat, insyaallah!

Yah, begitulah teman. Review gawean deh jadinya. Bussiness review. Other story-nya, hanya tentang pengumpulan data, OTS ke Malkom Temon, makan bakso (terima kasih Om Ino =), fotocopy bejibun yang salah strategi (jangan lupa titipan Mbak Yanti), silaturahim dengan KomSat KAMMI UGM (Wuah! Sekarang lagi DM di tempatnya si Ria di Cangkringan euy!), dan tentu saja, baca DDU (satu-satunya sarana tarbiyah yang masih saya miliki, hiks). Tapi tak apalah, lain waktu akan lain pula porsi ceritanya. So, like LA Mild says, enjoy aja!

Banjarmasin, 9 Oktober 2010
Saat Indonesia tertinggal 1-2 dari Uruguay

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s