Ngapel!

Malam minggu. Akan selalu menjadi malam yang menyenangkan memang. Paling menyenangkan saat masih bocah dulu, dulu sekali, waktu masih SD dan bergabung di Genk Boscar. Aih, saat itu sangat menyenangkan teman, setelah Sabtu sorenya latihan sepakbola lapangan besar di Halim bersama Putra Waru FC, maka malam minggunya bersama para personil Putra Waru Junior aka Boscar, kita ngumpul bareng, ngariung bareng, makan mie ayam, nonton bola bareng, hingga nginep sekalian di rumah salah seorang personelnya (karena Ahad paginya kita lanjutkan dengan lari pagi dan latihan sepakbola kembali). Subhanallah, menyenangkan bukan? Maka dari itulah akhirnya saya memiliki dasar-dasar bermain sepakbola yang cukup lumayanlah (terima kasih banyak Bang Amin dan rekan-rekan kesebelasan sekalian).

Kemudian saat akhirnya Boscar bubar karena para personilnya telah beranjak dewasa, malam mingguan saya pun berubah. Sudah SMP, genk-nya pun berubah nama menjadi Green Star, tetap bermain bola menjadi misi utamanya, namun tradisi malam minggunya sudah jarang saya ikuti (entah kenapa yah?). Oiya, biasanya diisi dengan badminton malam-malam dink! Yah, intinya malam minggu itu masih menyenangkanlah.

Baru kemudian saat fase SMA, malam minggu itu menjadi lebih dari sekedar menyenangkan. Lebih tepatnya lagi saat kelas 2 SMA dan terjebak dalam sebuah organisasi kebaikan yang dikenal dengan nama Rohis, dengan segala turunannya tentu saja. Yups, kita mengenalnya dengan mabit! Malam bina iman dan takwa. Subhanallah, Genk Sepakbola saya kini telah bermetamorfosa, tetapi tetap saja sih, ahad pagi selepas mabit, bersama ikhwan-ikhwan di Rohis 14, kita pasti bermain bola di lapangan sekolah, hahaha.

Lalu fase saat saya akhirnya harus kuliah di tanah Jogja. Maka semua malam adalah malam minggu. Hohoho, sayalah yang berhak mengatur semua kegiatan malam itu. Tapi memang malam minggu tetap menjadi malam yang special, karena besoknya libur! Dan ditanah Jogja ini, malam minggu menjadi lebih dari sekedar mabit, karena disinilah saya mulai mengenal yang namanya daurah, training, dan sejenisnya. Tahun pertama menjadi peserta, tahun kedua mulai merasakan jadi panitia, tahun ketiga, keempat hingga kelima, lebih sering menjadi panitianya. Yups! Malam minggu tetap menjadi malam yang sungguh spesial untuk saya. Ah, malam yang menyenangkan memang.

Kemudian pasca kampus. Saat akhirnya harus kembali ke Jakarta, lalu training di Surabaya, hingga kini di Banjarmasin. Maka malam minggu saya menjadi campur aduk dibuatnya. Lebih banyak dihabiskan di rumah saja teman. Mungkin sesekali keluar mencari inspirasi. Menikmati gelapnya malam dalam kesendirian. Merenungi jalan hidup yang subhanallah sekali. Dan tentu saja, bisa tertidur cukup pulas karena esoknya adalah hari libur internasional, hehehe.

Nah, tapi untuk dua malam minggu terakhir ini, saya telah memiliki agenda yang tidak bisa diganggu gugat lagi. Yaps! Setelah hampir tiga bulan tergantung karena PDKT yang berjalan dengan sangat lambatnya, minggu lalu akhirnya saya ”jadian”, dan karena sudah ”akad”, maka setiap malam minggu telah ada jadwal baru dalam sejarah per-malam minggu-an saya ini, sebut saja aktivitas itu dengan ”Ngapel-Ngaji Pelan Pelan”.

Banjarmasin, 13 November 2010
Alhamdulillah =)

Advertisements

2 thoughts on “Ngapel!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s