Bil Hikmah

Seperti yang diungkapkan oleh Tolstoy, “Tuhan tahu tetapi menunggu”. Maka rabu malam tadi saya baru saja mendapatkan jawaban atas pertanyaan sedari ahad yang lalu. Yah, ahad yang lalu saat ada expo Perbankan Syariah di Duta Mall, saya ingin sekali makan di Hoka-Hoka Bento. Yah, keinginan yang akhirnya dengan amat sangat terpaksa belum dapat saya wujudkan karena di Duta Mall memang tidak ada HokBen. Sayang sekali, sungguh teramat sayang.

Nah, tapi tiga hari kemudian, seperti ada jawaban dari rasa penasaran saya itu. Yah, memang tidak penting memang. Tapi bagi anak rantau yang setiap hari makannya itu-itu saja, maka saya pikir wajar kalau saya ingin sekali menikmati masakan Jepang itu. Ya Allah, semoga ini tidak termasuk berlebih-lebihan. Nah, maka mari kita kembali ke Rabu malam itu. Yups! Berawal dari sms Om Ino siang-siang hari saat saya sedang bersantai ria sambil menikmati nasi goreng yang amat sangat gurih (hahaha, dua kali lebaran, dua kali makan nasi goreng). Hmm, ajakan untuk makan malam di rumahnya bersama rekan-rekan sekantor. Insyaallah deh Om!

Maka selepas Maghrib. Selepas menghabiskan waktu siang di kantor. Saya langsung saja menuju Bun Yamin Permai III, Blok B No.1 Tahap 6. Hmm, cukup sulit menemukannya. Muter-muter saya dibuatnya. Tersesat dan nyaris putus asa teman, tetapi memang tidak sampai pulang karena menyerah. Akhirnya, di ujung-ujung usaha, ditemukanlah rumah tersebut. Sebuah rumah yang menurut saya lebih dari bagus, bagus benar. Desaign interiornya keren, minimalis, lapang dan modern. Hmm, sebuah rumah masa depan yang mengagumkan teman.

Dan ternyata sayalah yang datang pertama, hehehe, maklum, anak rantau yang gak ada kerjaan kalau sedang liburan semacam ini. Lalu berturut-turut datanglah Pak Dade, Om Dwi dan Pak Agus, mereka semua membawa keluarganya, sedang saya, hmm, still search the one heart ‘till know. Yah, lupakan hal itu, karena malam menjadi saksi terkabulnya keinginan saya untuk menikmati masakan Jepang! Alhamdulillah benar, menu makan malam kali ini adalah masakan Jepang ala Om Ino’s wife. Subhanallah!! For free pula!!!
Tuhan tahu, tetapi menunggu, betulkan?

Suasana malam itu sungguh menyenangkan teman. Seperti tengah merayakan Idul Adha di Tokyo saja. Duduk lesehan di ruang tengah yang beralaskan kayu nan elegan. Menikmati perbincangan dengan para bapak-bapak yang sudah memiliki anak lebih dari satu. Menyantap dengan lahap masakan Jepang yang amat sangat lezat. Alhamdulillah, maka nikmat Tuhan manalagi yang hendak Engkau dustakan teman!

Ah, Banjarmasin memang mengajarkan banyak hal. Bil hikmah. Di kantor saya belajar apa itu profesionalisme yang selama di dunia kampus sering saya pahami hanya sebatas teori. Di kantor saya belajar arti menjaga amanah seperti yang selama di kampus juga sering tidak saya tepati dengan sempurna. Dan di kantor pula saya mempelajari apa arti keluarga, jamaah, karena memang di rumdin yang berada di lingkungan komplek elite, teramat sulit untuk dapat berbaur dan bersosialisasi dengan tetangga. Yah, PR besar telah menanti untuk diselesaikan. Mulai bersosialisasi atau mulai mencari lingkungan yang lebih humanis nanti.

Hmm, sebenarnya masih ada banyak hikmah lain yang belum tertuliskan kali ini. Tapi lain waktu saya akan menceritakannya kembali. Maka doakan saya teman! Doakan agar saya dapat terus nge-blog dengan penuh hikmah, bil hikmah. Yah, hidup ini terlalu penuh makna, maka teramat sayang jika saya tidak berbagi harta karun hikmah itu kepada kalian, teman-temanku sekalian 

Banjarmasin, 19 November 2010
Saat wisuda gelombang keempat di UGM

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s