Hari Raya Kedua

Bagaimanakah rasanya merayakan dua hari raya di satu tempat yang sama? Bagaimanakah rasanya merayakan dua hari raya pada kondisi yang nyaris sama? Maka jawabnya adalah luar biasa, bercampur rasa semuanya, semaunya, hebat! Dan tentu saja kalian harus mencobanya bila ingin merasakan sensasinya.

Hmm, seperti yang tengah saya rasakan saat akhirnya harus menikmati Hari Raya Idul Adha 1431 H di tanah Banjar, seperti tiga bulan silam merayakan Hari Raya Idul Fitri di lokasi yang sama. Fuih, nyaris mati gaya teman! Gak ada tuh yang namanya ketupat khas lebaran, gak ada juga yang namanya daging sapi dan kambing (alhmadulillah juga sih karena saya gak doyan). Ah, tapi yang pasti, sepi banget merayakan hari raya dalam kesendirian. Asli, tidak ramai dan penuh dengan nuansa hening. Huah!! I wanna go home!!!

Yah, memang sudah tengah November teman. Tapi SK belum kunjung keluar, nampaknya penilaian dari cabang belum diterima pusat deh. Hhh, tapi 99% sudah dapat diduga dan dikira, penempatan Banjarmasin. Yups, Banjarmasin, kota terbesar di Kalimantan Selatan. Kota dengan seribu sungai. Kota perjuangannya Pangeran Antasari. Kota berdirinya Universitas Lambung Mangkurat. Dan kota dimana saya mencari harta karun hikmah yang hingga sampai saat ini belum terungkap. Subhanallah. Skenario hidup yang jauh dari cita-cita hidup saya selama ini. Terdampar di negeri urang banua, entah sampai kapan…

Yaps! Dan ini adalah hari raya kedua dalam empat bulan terakhir teman. Sebenarnya sih ingin sekali kembali ke tanah Jawa barang sejenak. Melepas rindu dengan sanak famili. Bersimpuh di hadapan kedua orang tua, bersua dengan adik-adik tercinta, dan tentu saja berziarah ke makam adik saya (oiya, saya pernah berjanji untuk bercerita tentang beliau yah). Hmm, tapi semuanya masih sebatas keinginan memang. Belum dapat direalisasikan. Masih harus direncanakan matang-matang. Yups, karena saya tidak ingin hanya sekedar pulang dan berjumpa dengan keluarga besar di Jakarta sana. Masih ada satu rencana besar yang tengah saya godok matang disini. Masih berupa konsep memang. Fuih, itulah target besar saya di tahun 2010!

Oiya, detik ini pun saya malah berada di kantor. Bukan lembur sih. Hanya ingin bercerita saja disini. Di rumdin sedang sepi dan BT teman, maka lebih baik saya kemari dan menuliskan segala penat yang ada di kepala. Yah, nikmati saja semua kisah hidup ini. Pasti ada banyak hikmah dan makna di balik ini semua. Mungkin detik ini saya belum mampu menemukannya. Tapi saya yakin, esok, lusa, minggu depan, bulan depan, tahun depan, atau mungkin beberapa tahun lagi, saya akan bersua dengan harta karun hikmah itu. Dan pastinya tidak ternilai harganya, pastinya akan sangat menyenangkan tentu saja.

Banjarmasin, 17 November 2010
Just posting something~

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s