Tentang Al-Ma’tsurat

Teman, kuberi satu hal yang pagi ini juga baru saya pahami semuanya. Yah, tentang Al-Ma’tsurat, semacam kumpulan doa dan dzikir Rasulullah SAW.

Rabu. Ba’da Subuh. Tiba2 aja males untuk sekedar bermalas2an. Bawaan yang biasanya (red.pengen tidur lagi), entah kenapa tiba2 gak ada, terbesit dalam pikiran pun tidak. Lagi pengen jaga semangat nih Pren! Maka gw cob tilawah untuk mengejar target satu Juz perhari. Yah, walau sebenarnya di kalangan temen2 gw yang laen, target ini mah gak sebanding dengan muwashofat. Haduh, malu juga sih gw sebenarnya. Tapi insyaallah gw bakal cover kekurangan kuantitasnya dengan kualitasnya (apologi.com). Oiya, selain itu, gw juga ada target hafalan. Dan alhamdulillah Rabu pagi ini, gw bisa menyelesaikan At Takwir dan menjaga Ar Rahman. Aamiin.

Nah, berlanjut ke pokok pembahasan. Setelah menyelesaikan tilawah plus murajaah. Gw kembali baca Al Ma’tsurat. Tapi kali ini gw mencoba memahami maknanya (mungkin lebih tepat baca terjemahannya kali yah). Landasan history-nya aka catatan kaki yang ada di halaman belakang. Dan ternyata semuanya itu subhanallah banget teman!

For Example:

”Maka bertasbihlah kepada Allah di kala kalian berada di petang hari dan di kala kalian berada di waktu Subuh. Bagi-Nya-lah segala puji di langit dan di bumi, dan di kala kalian berada di petang hari dan kalian berada di waktu Dzuhur.

Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup, dan menghidupkan bumi sesudah matinya, dan seperti itulah kalian akan dikeluarkan (dari kubur).

Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya adalah Dia menciptakan kalian dari tanah, kemudian kalian menjadi manusia yang berkembang biak. Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya adalah Dia menciptakan untuk kalian istri-istri dari jenis kalian sendiri, supaya kalian cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antara kalian rasa kasih sayang, sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaaan-Nya bagi kaum yang berpikir.

Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah mencipta langit dan bumi dan keragaman bahasamu dan warna kulitmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang mengetahui.

Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya adalah tidurmu di waktu malam dan di siang hari, serta usaha kalian mencari sebagian karunia-Nya, sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengarkan.

Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya, Dia memperlihatkan kepada kalian kilat untuk (menimbulkan) ketakutan dan harapan, dan Dia menurunkan air hujan dari langit, lalu menghidupkan bumi dengan air itu sesudah matinya, sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mempergunakan akalnya.

Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah berdirinya langit dan bumi dengan iradat (kehendak)-Nya, kemudian apabila Dia memanggil kalian sekali panggil dari bumi, seketika itu (juga) kalian keluar (dari kubur), dan kepunyaan-Nya-lah apa saja yang ada di langit dan di bumi. Hanya kepada-Nya-lah mereka semua tunduk.” (Ar Rum: 17-26)

Subhanallah banget deh. Speechless gw dibuatnya. Padahal ini baru terjemahannya. Fuih, apalagi bangsa Arab yang bener-bener ngerti bahasanya yah. Gw yakin, hati kecil mereka pasti yakin klo ini emang bukan buatan manusia. Yah, baca tulisan orang-orang yang nyastra aja udah buat gw terkagum-kagum. Sebut saja Kang Abik, Tere~Liye, Ust. Salim A. Fillah, Anis Matta, Andrea Hirata dan banyaklah, termasuk juga anak2 FLP (red. Forum Lingkar Pena) yang ada di Jogja, kota-kota di Indonesia hingga luar negeri. Fiuh, emang bener rukun pertama adalah Al Fahmu, karena klo kita udah paham, ikhlas hingga akhirnya tsiqoh (percaya) pasti akan ngikut dengan sendirinya.

Nah, itu baru sample. Dan klo temen2 mau meluangkan sedikit waktu membaca sanad-nya, kenapa harus membaca ayat ini, kenapa harus membaca dzikir ini, kenapa harus membaca doa ini, maka temen2 bakal dapet hikmahnya, insyaallah.

Oiya, mungkin yang masih buat gw bingung adalah, apakah harus sesuai jumlah bacaannya, ’coz ada yang diminta baca sekali, tiga kali, sepuluh kali, hingga seratus kali. Yah, emang ada sanad-nya sih cukup jelas, ”Klo baca ini sekian kali, akan bla3x”

Nah, klo bacanya cuma sekali aja gimana tuh?

Surabaya, 18 Agustus 2010
Wah, udah lama gak nulis rada serius kayak gini ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s