Satu Rindu : Antara Hujan, Jogja dan Ibu

Hujan.
Kau ingatkan aku..
Tentang satu rindu…
Di masa yang lalu….
Saat mimpi masih indah bersamamu…..

Teman, inilah senandung dari Opick feat. Amanda yang menjadi nasyid favorit saya jika suasana hati sedang mellow. Yups, sangat berkesan. Penuh makna. Dan tentu saja nostalgic. Mengingatkan saya akan tiga hal penting dalam sejarah hidup, yaitu suasana hujan yang syahdu, kota Jogja yang memukau dan Ibu yang selalu dirindukan. Subhanallah, like this banget deh pokoknya sama nih nasyid!
*

Pertama kali saya dengar nasyid ini saat tahun ketiga keberadaan saya di tanah Jogja. Medio 2007, seingat saya saat bulan Ramadhan, saat menjelang kepulangan ke kampung halaman, Jakarta. Yupi! Senandung yang merindukan teman, maka setiap saya mendengar nasyid ini, akan terbayang dengan sendirinya suasana saat hujan, seluruh suasana hujan yang pernah saya alami dalam hidup ini. Mulai dari saat bermain bola hujan-hujanan, outbond hujan-hujanan, rapat saat suasana hujan (tapi tidak hujan-hujanan lho), atau saat sendirian menikmati suasana hujan, entah di Kuningan, Jakarta, Jogja, Pulau Pramuka, Pulau Bintan, Surabaya, hingga Banjarmasin, entah waktu masih bocah, saat SMA, kuliah ataupun pasca kampus. Inilah lagu yang akan selalu saya ingat saat hujan terjadi, kapanpun, dimanapun.

Kemudian tentang Jogja. Dialah kota yang memukau. Istilahnya adalah hospitality. Aih, bagi kalian yang sudah pernah tinggal di kota ini, pastilah ada satu keinginan untuk kembali padanya. Mengenang kembali segala kenangan yang pernah terukir disana. Maka ketika nasyid ini terlantun, terbayang dengan sendirinya sahabat-sahabat saya waktu mengontrak di salah satu rumah di daerah Karanggayam medio 2007 silam, saat pertama kali saya mendengarkan nasyid ini. Yah, saya teringat Fathi yang sekarang ini telah menggenapkan dien (yang juga menjadikan nasyid ini sebagai ringtone saat ada telepon dari keluarganya), Syarif yang telah backpacker ke Eropa (yang dari winamp-nya lah saya pertama kali mendengar nasyid ini), Anjas (anak muda yang sebaya dengan almarhum adik saya-karena ternyata beliau juga satu SMP dulunya), Arif (yang telah memberi nama kontrakan ini Izzam-branded banget tuh sekarang), Reza dan Jaya (dua adik kelas saya di SMA yang ketika di Jogja menjadi petinggi kampus-aktivis sejak SMA sih), Bowo (rekan seperjuangan sejak tahun pertama hingga tahun terakhir-karena kita dulu satu SMA juga), Doli yang selalu bernasyid ria sepanjang hari baik saat suka maupun duka (kayak orang India aja, hehehe), dan Aldi Boy, pemuda rantau dari Riau daratan yang entah bagaimana ceritanya bisa bergabung dengan kita di Izzam, hahaha.

Yah, Satu Rindu dari Opick feat. Amanda adalah satu rindu saya untuk mereka semua. Sahabat yang telah setia selama satu tahun menemani di tahun ketiga kehidupan saya di Jogja. Saat kita berfutsal ria setiap sabtu pagi di gelanggang mahasiswa, saat kita menjelajahi malam sekaligus syukuran atas kemenangan si Arif menjuarai lomba karya tulis BI, saat berpetualang ke Pantai Depok (minus Arif), saat merasakan ada saudara kita yang berubah sikap (ini juga tentang si Arif, hahaha), saat merayakan milad saya dan Aldi di keheningan malam dan all u can eat di HCB (hahaha), saat buka puasa bersama di Papa Ronz Pizza (lagi-lagi all u can eat, hohoho), dan saat akhirnya kita harus merestrukturisasi Izzam I menjadi Izzam II medio Juli-Agustus 2008. Fuih, untungnya kita sempat membuat Jaket Izzam yang cukup melegenda. Yups, Izzam, pelopor futsal kontrakan ikhwah saat itu. I miss u all my brother! I love u all my brother, I love u all ’coz Allah.

Dan terakhir tentang Ibu. Yah, Ibu. My lovelly mother. The one and only.

Terbayang, satu wajah
Penuh cinta, penuh kasih
Terbayang, satu wajah
Penuh dengan kehangatan
Kau, Ibu…

Ya Allah, ternyata nasyid ini adalah tentang kerinduan akan sosok seorang Ibu. Entah apa yang melatar belakangi Opick menciptakan nasyid ini. Tapi yang jelas, sosok seorang ibu memang tidak akan pernah tergantikan oleh siapa pun. Kasih anak hanya sepanjang galah, kasih ibu itu sepanjang hayat. Maka saat mendengar senandung ini kala merantau di tanah Jogja, jauh dari keluarga, apalagi Ibu, jelaslah kerinduan itu akan semakin membuncah. Keinginan untuk bersua dengannya, meski hanya tuk melepas rindu sesaat.

Ya Allah, seorang anak yang berbakti pastilah ingin sekali membalas segala kebaikan ibunya. Atas setiap tetes keringat, air mata hingga darahnya. Yah, jelas kita tidak akan pernah mampu membalas segala kebaikan tersebut, maka hanya doa-lah yang dapat kita panjatkan untuknya.

Allah, ijinkanlah aku
Bahagiakan dia, meski dia telah jauh
Biarkanlah aku, berarti untuk dirinya…
*

Subhanallah. Inilah salah satu nasyid yang menjadi salah satu soundtrack of my life. Insipired Song teman! Satu rindu dari Opick feat. Amanda untukku. Satu rindu-ku untuk hujan, Jogja, and the last but not least, Ibu-ku.

Banjarmasin, 30 November 2010
Dedicated for my lovelly mother 

4 thoughts on “Satu Rindu : Antara Hujan, Jogja dan Ibu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s