Doa ‘tuk Ayah-nya Akh Dendi dan Suami-nya Bu Erah…

Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Telah berpulang ke rahmatullah, Bapak Warlis Abdur Rahim (ayahanda dr Dendi Wardani 14_02) pada hari ini pukul 02.00. Mohon doa dari semua.

Pukul 03.00 WIB atau pukul 04.00 WITA. Pesan itu saya terima dari si Judith, menantunya Bapak Warlis. Benar-benar berita lelayu yang menyapa awal tahun 2011. Ada rasa kehilangan, ada rasa pernah merasakan, sama seperti 8 Januari 2006 silam, saat Fajar terbenam. Tapi kali ini memang beda teman, kehilangan seorang ayah, entahlah apa rasa. Ayah, sosok yang paling tangguh di keluarga. Lelaki teladan yang pastinya mengajarkan kita banyak sekali hal. Maka saat menyaksikan seorang anak beranjak besar, pastilah ditanya, siapakah ayahnya.

Yah,dan saya yakin, ketika saya melihat sosok Akh Dendi saat pertama kali kenal di SMA 14 hampir 9 tahun silam, maka ini tidak terlepas dari sosok ayahnya. Maka ketika saya dan teman-teman Ibnu Sina mendapat bimbingan Akh Dendi saat TA 2001 silam, mungkin seperti itulah ayahnya Akh Dendi mengajarkan.

Tidak tahu ingin menulis apalagi, karena saya belum pernah merasakannya (dan belum siap untuk merasakannya). Tapi tentu sama seperti saat Pak Ade-Bapaknya A Yohan, A Ari dan Oci, Pak Maman-Bapaknya Furqon, Firman, Didin dan Ade (keduanya masih terhitung saudara dan tetangga rumah saya), pergi meninggalkan keluarganya, untuk selamanya. Speechless ‘Jar.

Maka hanya bisa berdoa, semoga mereka dipertemukan dengan Fajar dan kita semua di Jannah-Nya. Aamiin.

Banjarmasin, 3 Januari 2010
saat suaminya Bu Erah juga berpulang (keep pray for him too)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s